Zen Or Li Zen

Zen Or Li Zen
bab 35



Zen keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang segar meskipun wajahnya terlihat kusut.


" Duduk sini Li zen," ucap Be ong sambil menepuk ranjang.


Zen mendekat dan duduk disisi Be ong. Be ong memberikan sebutir pil dan segelas air putih untuknya.


" Minumlah Zen. Kau belum boleh hamil lagi setelah keguguran kemarin."


Zen menerima pil tersebut dan segera meminumnya.


" Bagaimana kau bisa punya ini? Apa kau menyuruh Jenny meminumnya setelah kalian melakukannya?" tanya Zen curiga.


" Aku tidak pernah berhubungan badan dengan Jenny, percayalah Zen. Aku....aku sengaja membelinya untukmu karna kau belum boleh hamil lagi setelah tiga bulan. Zen bisakah kita memperbaiki hubungan kita?" tanya Be ong sendu.


" Kau masih pemarah saja Ong dan baru saja kau membuktikannya lagi. Kau memperkosaku karna kau marah padaku dan mungkin saja suatu saat nanti kau bisa membunuhku jika aku melakukan sesuatu yang membuatmu marah."


Be ong buru-buru memeluk Zen dan menenggelamkan wajahnya dileher Zen.


" Kau jangan bicara seperti itu Zen. Aku tidak mungkin melakukan hal sejahat itu padamu."


Zen melepaskan pelukan Be ong dan memperbaiki bajunya yang kusut.


" Sudahlah aku pulang dulu karna aku harus pergi bekerja."


" Tapi ini masih siang Li zen, bukannya kau kerja sore hari?"


" Aku sekarang bekerja diperusahaan kak Da eng. Yah meskipun orangnya menjengkelkan tapi dia baik padaku."


" Tapi kau tidak menyukainya kan Zen?" tanya Ong tak suka.


" Sudahlah aku harus pergi," ucap Zen sambil melangkah keluar dari kamar Be ong.


Be ong memperhatikan Zen yang berjalan dengan sedikit aneh.


" Li zen, apa milikmu masih sakit?"


" Tak terlalu, hanya sedikit nyilu."


Be ong menahan langkah Zen dan membalikkan tubuhnya. Ia mencium bibir Zen dengan sedikit **********.


" Kau seperti perawan saja Li zen, menggemaskan sekali," ucap Be ong tersenyum senang.


" Tadi kau sangat kasar jadi wajar saja jika milikku sakit. Sudahlah aku harus pergi nanti terlambat!"


****


" Siang Zen." Sapa seorang wanita yang membuat Zen kaget.


" Jenny kau disini?"


" Iya, tadi aku mengantar berkas kakakku yang ketinggalan. Kau suka bekerja disini?"


" Eh iya aku suka. Disini nyaman dan tak terlalu melelahkan."


Jenny memperhatikan tanda merah dileher Zen yang terlihat masih baru.


" Oh ya Zen kau tadi dari mana?"


" Aku dari kampus, pulang sebentar lalu kesini. Kenapa?"


" Ah tak apa. Aku kira kau mampir kemana sebelum kesini karna aku melihat ada bekas gigitan nyamuk yang cukup besar dilehermu," ucap Jenny sambil berlalu dari hadapan Zen.


Zen yang kaget dengan perkataan Jenny langsung mengambil cermin untuk melihat lehernya. Ia tercengang karna melihat tanda merah yang ditinggalkan Ong dilehernya.


" Kurang ajar kau Ong. Pasti Jenny berpikir aku adalah lelaki brengsek yang suka meniduri wanita!" ucap Zen geram.


Zen pergi ke ruangan Da eng setelah ia mendapatkan panggilan.


" Permisi Tuan, anda memanggil saya kemari," ucap Zen sambil membungkuk.


" Sudahlah, jangan formal begitu. Duduklah disini."


Zen melangkah lalu duduk dihadapan Da eng.


" Ada apa Kak?"


" Ini gaji untukmu."


" Aku baru beberapa hari bekerja tapi sudah mendapat gaji Kak?"


" Iya, aku akan memberikannya seminggu sekali untukmu."


" Terima kasih Kak, tapi kenapa kau yang memberikannya langsung padaku?"


" Kenapa kau tak suka? Terserah diriku, aku kan bosmu."


bersambung.....