
Da eng menemui Jenny dikamarnya dimana adiknya tersebut masih bermake up.
" Kau belum selesai Jen?"
" Sudah Kak, hanya tinggal menggunakan lipstik."
Setelah selesai, Jenny segera mengajak Da eng menuju garasi. Hari ini dia akan diantar kakaknya pergi kekampus.
" Jen, aku lapar. Kau mau menemaniku sarapan?"
" Kenapa tadi Kakak tidak ikut sarapan dirumah?"
" Aku sedang ingin makan diluar Jen."
" Baiklah. Akan kutunjukkan tempat sarapan yang enak untuk kakak."
Mereka berdua tiba disebuah restoran yang masih cukup sepi. Da eng menikmati sarapannya sambil mengajak Jenny mengobrol.
" Jen, ngomong-ngomong dihari pertunanganmu kemarin aku melihat orang asing dan saat kutanya ternyata dia temanmu."
" Oh mungkin itu teman kampusku yang bernama Zen."
" Apa dia begitu dekat denganmu? Karna yang kutahu kalau acara malam itu diadakan secara privasi."
" Ehmm dia mantan kekasihku. Aku sangat kecewa padanya jadi aku ingin menunjukkan kalau aku sekarang sudah sangat bahagia."
" Ehmm jadi pria manis itu mantan kekasihmu?" tanya Da eng terkejut.
****
Zen sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya membaik. Be ong mengantar Zen sampai kerumahnya.
" Apa ada yang kau inginkan Li zen?"
" Tak ada. Pulanglah."
" Aku akan menemanimu disini. Jika kau perlu sesuatu bilang padaku. Kau ingat kan jika kau belum boleh melakukan aktifitas berat?"
" Pulanglah Ong! Berhenti memberi perhatianmu padaku!"
" Tapi Li zen..."
Zen masih duduk ditempatnya sambil menunjuk kearah pintu.
" Baiklah. Jika terjadi sesuatu segera hubungi aku," ucap Be ong pelan lalu pergi.
****
Da eng membereskan berkas-berkas yang bertumpuk dimejanya. Ia melirik jam yang sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
Ia mengambil tasnya dan memilih pulang setelah lembur yang cukup membuat tubuh dan pikirannya lelah.
Da eng masuk kerestoran tersebut dan segera memilih menu yang ingin dimakannya. Tak lama datanglah pelayan dengan membawa baki makanan.
" Silahkan Tuan, selamat menikmati sajian direstoran kami."
Da eng mengangkat kepalanya dan begitu terkejut saat melihat wajah pelayan yang mengantar makanannya.
" Kau...kau teman Jenny kan? Aku melihatmu saat hadir dipertunangannya," ucap Da eng antusias.
" Eh iya aku ingat. Kau Kak Da eng kan?"
" Baguslah kau masih mengingatku. Kau bekerja disini?"
" Iya, aku part time disini. Biasanya aku kerja dishif sore."
" Kau pulang jam berapa?"
" Aku pulang jam 10, jadi sebentar lagi. Baiklah aku permisi karna harus melanjutkan pekerjaanku."
Da eng mengangguk sambil tersenyum tipis.
Da eng bersandar dimobilnya sambil memainkan kunci yang berada ditangannya. Ia tersenyum saat melihat Zen sudah keluar.
" Hai Zen."
" Ehm kau masih disini?"
" Ya, aku malas pulang. Kau ingat kan jika aku pernah bilang padanu kalau aku tak punya banyak teman disini? Jadi mumpung kita bertemu, aku ingin mengajakmu minum. Kita bisa mengobrol santai."
" Maaf Kak, aku lelah. Lagi pula aku baru saja sembuh dari sakitku jadi aku tak boleh minum dulu."
" Baiklah, kalau begitu aku akan mengantarmu pulang. Kau tak menolak kan?"
" Baiklah Kak."
Akhirnya Zen masuk kedal mobil Da eng hingga mobil itu tiba dikawasan Nanchi.
" Kau...kau tinggal disini Zen?" tanya Da eng sambil memperhatikan rumah susun yang ditinggali Zen.
Zen tak menjawab dan memilih langsung turun dari mobil.
" Eh Zen, kau turun begitu saja. Kau tak menyuruhku mampir begitu?"
" Memangnya kau mau Kak mampir kerumahku? Kulihat sepertinya kau tak suka. Lagi pula aku tak suka jika ada orang asing masuk kerumahku."
" Heh aku ini bukan orang asing. Aku ini kakak dari mantan kekasihmu. Lagi pula apa seperti ini caramu berterima kasih pada orang yang sudah berbaik hati mengantarmu pulang?"
Zen menghembuskan nafasnya dengan sebal. Sepertinya akan ada lagi orang menyebalkan yang akan datang dalam kehidupannya.
bersambung.....