Zen Or Li Zen

Zen Or Li Zen
bab 18



Malam hari sekitar jam 12 malam, Jenny sudah berada didalam kamar Be ong. Ia sengaja datang tengah hari untuk memberikan kejutan sekaligus ucapan selamat ulang tahun kepada kekasihnya itu.


Jenny membangunkan Be ong dengan perlahan.


" Ong, bangunlah."


Be ong menggeliat pelan dan begitu kaget saat melihat Jenny sudah berada disisi ranjangnya.


" Jenny."


" Selamat ulang tahun Be ong. Semoga kau selalu sehat dan segala kebaikan selalu menyertaimu. Ayo tiup lilinnya."


Be ong meniup lilin itu sambil memejamkan mata.


" Terima kasih Jen. Aku benar-benar tidak menyangka kau akan datang malam ini dan memberiku kejutan."


" Oh ya aku ada hadiah untukmu,"ucap Jenny sambil membarikan kotak kecil berwarna hitam."


" Apa ini Jen?"


Jenny hanya tersenyum dan menyuruh Ong untuk membukanya. Be ong membuka kotak tersebut dan ternyata berisi jam tangan.


" Wow ini keren sekali Jen! Pasti akan kupakai."


" Ya sudah ayo turun dan kita potong kuenya," ucap Jenny sambil menuntun Be ong duduk di sofa yang berada dikamarnya."


Be ong memotong kue tersebut lalu menyuapkannya pada Jenny. Mereka menikmati kue ultah tersebut sambil mengobrol.


" Jen ada coklat disudut bibirmu."


Jenny mencoba membersihkan bibirnya namun coklat itu malah jadi berserakan disekitar bibirnya.


Seketika Be ong reflek memajukan wajahnya lalu membersihkan bibir Jenny menggunakam bibirnya. Jenny menyambut perlakuan Be ong dan ini adalah ciuman pertama mereka setelah berpacaran.


Be ong melepas tautan bibirnya dan menatap lekat kearah Jenny.


" Maaf Jen, aku reflek melakukannya."


" Tak apa. Kau kekasihku jadi wajar saja jika kau menciumku."


" Ini sudah terlalu malam, bagaimana jika kau tidur disini. Aku janji tidak akan macam- macam padamu."


" Tapi aku tidak bisa tidur memakai gaun ini Ong!"


Be ong segera keluar dan tak lama ia masuk lagi ke kamarnya dengan membawa baju tidur. Jenny segera mengganti bajunya lalu ikut merebahkan diri disamping Be ong.


" Slamat tidurJen, semoga kau mimpi indah."


" Slamat tidur juga Ong."


Malam itu mereka tidur tanpa melakukan hal apa pun lagi.


****


Zen segera membuka paket yang dikirim kurir ke rumahnya. Matanya membelalak begitu melihat setelan jas yang terlihat begitu esklusif.


" Wow ini bagus sekali. Pasti harganya sangat mahal."


Zen segera mencobanya lalu berdiri didepan cermin.


" Wah aku tampan sekali."


Zen segera melepas kembali jas yang dicobanya tadi. Zen kembali membuat kue kering yang akan ia jadikan hadiah ulang tahun Be ong.


Sore itu Zen dan Shulan berangkat bersama menuju rumah Be ong.


" Wah bajumu terlihat mahal Zen. Kau sedang banyak uang ya?"


" Tidak juga, kemarin aku bercerita pada bosku dan dia malah meminjamkan jas ini padaku."


" Wah baik sekali bosmu itu. Eh kau bawa kado apa?"


" Rahasialah, kau tidak perlu tahu. Sudah cepat berangkat nanti terlambat.


Zen dan Shulan sudah tiba dihotel tempat diselenggarakannya acara ulang tahun Be ong.


" Wah Shulan, ini lebih mewah daripada pesta pernikahan."


" Jelas saja. Kau tentu tahu kalau Be ong anak dari Mr. Chen, pengusaha paling sukses dikota ini. Ya sudah ayo kita temui Be ong untuk memberikan ucapan selamat.


Shulan dan Zen segera mencari keberadaan Be ong dan ternyata Be ong sedang berdansa dengan Jenny disaksikan para tamu.


bersambung.....