YOUR SECRET SUGAR BABY

YOUR SECRET SUGAR BABY
Pengumuman Novel Baru



Johan Darwis Rahadiningrat


 


Seorang pria misterius sangat tampan, berusia 100 tahun namun fisiknya seperti pemuda berusia 25 tahun, bahkan banyak yang mengira dirinya masih berusia 20 tahunan dan masih pantas untuk memakai seragam SMA.


Tiap 35 tahun dia akan merubah indentitas nya, agar tidak ada orang yang curiga Mengapa dia tidak bisa menua. Tahun ini adalah tahun ketiga Johan berganti nama menjadi Ronald Rahadiningrat. Ketampanan paripurna dan fisik yang tinggi menjulang yaitu 192 cm semakin menyempurnakan penampilannya bak model catwalk. Kekayaan yang dikumpulkan dari bisnis raksasanya yang tidak akan habis untuk 10 generasi sekaligus.


 



 


Dingin, pendiam, tegas namun berwibawa, merupakan sifat dari pria tampan ini. Johan juga merupakan seorang triliuner pemilik dari banyak Real Estate di Indonesia, dia hidup sendiri di sebuah appartment mewah, usut punya usut dialah pemilik gedung pencakar langit setinggi 70 lantai yang di tempati nya sekarang, dan juga banyak gedung appartment mewah lain nya yang juga di miliki olehnya.


 


Suatu malam, Saat Johan memasuki gedung appartment miliknya bersama asisten nya.


 


"Boss, boss ada artis tuh," Ucap Arman kepada Johan dengan kepalanya mengangguk dan pandanganya tertuju kepada seorang gadis cantik dengan body langsing sempurna yang terlihat berbicara dengan memegangi ponsel sambil satu tangan nya terangkat menempel ke telinganya.


 


Lalu Johan pun menoleh ke arah gadis itu, Johan belum pernah melihat gadis seperti dia, berpenampilan glamor, seperti pulang dari pesta, leher jenjang nya terpampang sempurna dengan belahan dada sintal begitu putih mulus seperti susu, dengan mini dress hitam berkilau se paha memperlihatkan kaki jenjang dan mulus miliknya, rambut lurus berwarna hitam kecoklatan yang di buat ikal di ujung nya membuat nya terlihat semakin mempesona.


 


"Siapa dia Man?" Tanya Johan.


 


...Tumben si boss, nanya soal cewek, apa sudah terbuka hatinya untuk jatuh cinta ya?...


 Gerutu Arman dalam hatinya.


"Aduh si boss mah dia artis terkenal boss, Cintyara Alona wajahnya hampir ada di jalan jalan tepatnya terpasang di Billboard Billboard, dan juga Media Elektronik maupun iklan di YouTube.


 


"Apa yang dia lakukan disini?" Tanya Johan lagi


"Waktu itu memang Susan melaporkan bakal ada artis terkenal menghuni appartment kita bos, itupun sudah 6 bulan yang lalu, tapi baru kali ini kita bisa melihat orangnya secara langsung," Jawab Arman antusias sambil matanya tidak berkedip melihat ke arah Cintya.


 


PLAKK


 


Johan pun memukul ringan kepala Arman yang sedari tadi tidak berkedip sambil mulutnya terbuka dan menganga selama 1 menit, lalu Arman pun tersadar karena pukulan itu berhasil membuat kesadaran nya kembali.


"Aduh kira kira dong bos Ahh main nyamberr aja, kepala nih boss, bukan pantat," sahut Arman mengusap dan menggosok gosok kasar puncak kepalanya setelah mendapatkan jitakan dari tangan Johan.


 


"Rasakan itu," gertak Johan kesal.


 


Dialah Cintyara Alona, usia 22 tahun. Dia juga mahasiswi semester akhir jurusan sastra Indonesia, seorang artis terkenal, yang berparas sangat cantik namun natural, tidak perlu make up tebal untuk menyempurnakan penampilannya, karena kulitnya sudah putih alami, hidungnya mancung mungil, bibir tipis imutnya semakin menyempurnakan penampilannya.


 



Dia mulai menempati gedung appartment milik Johan sejak 6 bulan yang lalu, saat di rasanya tempat tinggalnya sudah tidak nyaman karena putusnya hubungan percintaan nya dengan kekasihnya yang berkhianat dan tertangkap basah sedang berbuat mesum dengan asisten pribadinya di hotel dan juga banyak nya paparazi yang berseliweran di depan Mansion mewahnya, membuatnya harus segera pindah dari tempat itu.


 


Incoming Call


 


"Halo ya mom?"


"Lona mommy mau ke tempat kamu sekarang."


"Mom aku ingin istirahat jangan dulu menggangguku mom, bukankah kemarin sudah aku transfer dana kenakalan untuk mommy, karena uang bulanan juga udah mommy habiskan untuk foya-foya, bahkan mommy sekarang sibuk mengikuti arisan tas tas branded seharga 1 unit rumah mewah. Sudahlah mom aku sudah tidak seterkenal dulu, nggak mungkin aku bisa terus berkarya seharusnya mommy cepat sadar dan introspeksi diri mom."


"Lona dengar ya bayangkan dengan setoran arisan cuma 50 juta yang ikut 10 orang kita bisa dapat Arisan tas LV yang seharga 500 jt itu mama udah ngincar lama banget lo itu yang limited edition."


"Mom apa bisa aku ngasilin 50 juta dengan mudahnya, mommy tuh njadiin aku seperti sapi perah Lo mom, sadar nggak sih mom? nggak kira-kira deh, udahlah mom jatah bulanan mommy udah 100 juta sendiri mom sekarang mommy minta lagi 50 juta, sedangkan kontrak Lona masih belum kelar semua eh uangnya udah lewat semua masuk ke rekening mommy.


Itu semua baru uang muka yang mereka berikan setelah tanda tangan kontrak mom, belum juga jobnya selesai uang mukanya udah raib entah kemana."


 


"Sudahlah Lona, Lona transfer mommy sekarang, sejak kamu putus dengan Michael, tidak ada lagi donatur untuk mommy bersenang-senang Lona, baiklah kamu sudah boleh lepas dari uang kenakalan untuk mommy, asalkan kamu sudah bisa mencari pengganti Michael yang sama kayanya atau setidaknya lebih kaya minimal dia berasal dari keluarga konglomeratlah begitu!"


 


"Mom, tidak tidak lagi mom, berhentilah mengikuti arisan arisan yang tidak penting itu, mom aku tidak mungkin selamanya cantik, sekarang sudah banyak bermunculan artis artis baru yang lebih cantik dariku, pokoknya aku tidak akan mengeluarkan dana lagi untuk hal hal yang tidak penting!"


 


"Lalu kenapa kamu harus putus dengan Michael, biarlah dia selingkuh sana sini, asalkan masih ada penyandang dana untuk mommy happy happy, jangan membatasi ruang gerak mommy Lona mommy nggak suka."


 


"Mommy aku bukan perempuan murahan, ingat itu!" Ucap Lona kesal sambil mengakhiri telpon yang tidak bermutu itu.


 


Call ended


 


"Arrgghhh selalu saja membuang buang uang dengan teman teman sosialitanya, dasar ibu durhaka." ucap gadis itu sambil masuk ke dalam lift untuk naik ke appartment mewahnya yang ada di lantai 35.


Lona pun melihat Johan yang sudah terlebih dahulu memasuki lift itu.


"Apa kamu mengikutiku, hei, pelajar dilarang berkeliaran disini," ucap nya pada Johan sambil melihat Johan dari ujung kaki sampai kepala, sampai wajahnya mendongak ke atas karena tinggi Lona hanya setinggi dada nya.


...Boleh juga nih cowok ah tapi gue nggak demen brondong gimana dong...


batin Alona bergemuruh.


 


"Hei elo fans berat gue ya, ini udah lantai 30 tapi elo belum turun juga, atau jangan jangan elo paparazi? katakan!" ucap gadis itu sambil menarik kerah kemeja Johan sehingga wajah Johan mendekat padanya.


 


Lalu..


 


Kreeekk..


 


Kemeja Johan pun robek sehingga membuat dada bidangnya terpampang sempurna dan Lona pun terkesima dan menelan ludahnya kasar.


 


GLEG


 


To be Continued..



.