YOUR SECRET SUGAR BABY

YOUR SECRET SUGAR BABY
Veronica Menyerah?



"Ba jingan kamu diam diam merekam keluhanku tadi hah?! serahkan rekaman itu atau aku tuntut kau pengacara gila!"


"Yahh saya harap bu Vero bisa datang dengan sukarela ke pengadilan untuk menghadiri sidang perceraian ibu, kalau pun tidak mau datang, sampaikan surat ke pengacara suruhan bu Vero kalau ibu akan mengikuti jalannya proses pengadilan dan setuju apa pun keputusan pengadilan. Kalo ibu bersedia maka saya tidak akan memberitahukan rekaman suara rengekan ibu tadi kepada pak Richard tetapi sebaliknya jika ibu tidak melakukan seperti apa yang saya minta, saya pastikan rekaman tadi sudah terkirim ke ponsel pak Richard dalam hitungan detik saja, bagaimana? saya hitung sampai tiga .. satu dua,, ti.."


"Tunggu! Breng sek! pengacara gila kamu, baiklah, aku menurut, aku akan datang di wakili oleh pengacaraku," ucap Vero sambil menndukkan kepalanya karena malu.


"Hahahha gitu dong dari tadi, saya kirim rekaman ibu via messenger chat."


Mendengar jawaban dari pengacara Richard Veronica semakin marah.


"Apa maksud kamu setelah kamu kirim rekamannya kamu bakal hapus rekaman asli yang ada di ponsel kamu kan?"


"Oh tidak bisa, ibu pikir saya bodoh lantas apa jaminan lain hingga ibu akan benar-benar memenuhi janji ibu di persidangan nanti, saya rasa bu Vero cukup pintar untuk mencerna dan mengerti apa yang saya takutkan, hahhahaha saya permisi bu Veronica Satyadiningrat."


"Dasar gila! pergi dari sini dan aku masih Veronica Thompson dasar pengacara hina dan bo doh kamu!"


Argghhh sial bisa bisanya aku termakan jebakan pengacara gila itu


Gerutu Vero dalam hatinya.










Mansion Thompson


"Eh cucu oma sudah datang cup cup, mau makan? kalo mau oma suruh maid siapkan makanan untuk pangeran dan tuan putri." salam sapa  Miranda saat menyambut kedua cucu kembarnya yang sangat menggemaskan.


"Oney belum lapar oma, tapi oney mau main ama oma di taman belakang kaya kemalen itu oma celu  banget Oney cuka," ucaDp lucu Corney putri dari pasangan Simon dan Jovanka yang lahir lebih dulu hanya selisih 10 menit dari Cornel yang lahir belakangan.karena Corney di panggil kakak oleh Cornel tapi Cornel yang sedikit pendiam tidak pernah mengindahkan sebutan untuk kakaknya itu, Cornel langsung memanggil nama Corney tanpa menambahkan kakak.


"Kalo Onel mau makan siang dulu tidak?" tanya Miranda sambil memegang tangan cucu laki-lakinya yang agak pendiam membuat Miranda terkadang tidak tahu keinginan Cornel yang sebenarnya karena cucunya itu sangat irit bicara. Hanya Jovanka yang bisa meluluhkan hatinya dan tahu apa keinginan sebenarnya anak laki-lakinya itu, Sayangnya Jovanka harus bekerja sebagai direktur pemasaran di kantor ayahnya yang juga keluarga konglomerat terpandang.


Oma kedatangan tamu hari ini jika kalian memang tidak ingin makan siang dulu ikut oma yuk, oma mau kenalkan tamu oma pada pangeran dan putri Mansion Thompson sekarang, yuk..kita ke kamarnya.


"Ayuk ciapa takut," jawab Corney antusias.


"Hmmm." jawan Cornel dengan tanpa ekspresi dan tanpa tersenyum sedikitpun.


Ketiganya pun naik lift ke lantai 2 untuk menuju ke kamar Richard.


"Ini kan jalan ke kamal uncle Rich?" tanya Corney penasaran.


"Iya sayang kita mau ke kamar uncle disana ada istrinya uncle yuk?"


"Wait oma istri uncle, is that aunty Velo?" (istri paman? apakah tante Vero?)


"No, No its not aunty Veronica but somebody else." (Bukan, tamu itu bukan tante Vero)


"If its aunt Velo we dont want to meet her." (Jika tamu itu tante Vero maka kita nggak mau bertemu dengannya)


"Why? does she ever hurt you?" (Kenapa? apa Vero pernah menyakitimu?"


"Yes oma" ucap Corney yang bersaman dengan Cornel tapi dengan jawaban yang berbeda "No oma." Ucap Cornel.


"Hmmm jadi aunt Vero pernah menyakiti kalian? katakan sayang jangan di sembunyikan, jangan takut


"Benalkah oma akan melempal aunt Velo ke bulan?" Cornel langsung mengeluarkan suaranya.


"Ya tentu sayang, sekarang katakan apa yang sudah aunt Vero lakukan pada kalian."


"ssstt sstt sstt." bisik Cornel di telinga Miranda yang seketika membuat jantung Miranda berdegup kencang dan matanya yang melotot.


Kurang ajar beraninya pela cur itu menggunakan cucuku untuk menutupi perbuatan hinanya.


Sarkas Miranda dalam hatinya sambil mengumpat dan mengutuk menantu yang sebentar lagi jadi mantan menantu itu dengan kemarahan yang sudah tak terbendung.


"Ahahaha sayang nanti akan oma bereskan ya Oney dan Onel serahkan semuanya pada Oma, sekarang kita lanjutkan perjalanan kita ke kamar uncle okay?


"Okay oma." jawab si kembar bersamaan.


*****


Cek..klek..


"Halo ini tamu kita namanya, aunty Vanya," ucap Miranda membuka percakapan dengan mengenalkan Vanya pada dua cucunya yang cantik dan tampan yang sudah terlihat bibit yang berkualitas dari kecil.


"Haloo hai, whats your name prince? tanya Vanya pada Cornel sambil membelai pipi Cornel sehingga membuat Cornel yang tidak pernah tersenyum sebelumnya,  seketika menunduk tersipu malu dan tersenyum.


"Onel." jawab Cornel yang cadel yang masih tidak bisa mengucapkan huruf R.


"Wow that name is as handsome as you an whats your name princess?" (Wow namamu setampan orangnya)


"Oney." jawab Corney yang juga sama-sama cadel.


"And that name suit you better bcoz youre so beautiful." (Nama Corney juga sangat cocok untuk wajahmu yang cantik.)


"Thanks kakak juga tantik." jawab Corney dengan senyum manis yang memperlihatkan giginya yang tanggal.


"Ahahha kok panggil kakak kan seharusnya aunt Vanya," ucap Miranda yang memotong keakraban ke tiganya.


"Nggak oma kakak macih cangat muda," jawab Cornel yang seperinya menyukai Vanya yang juga sangat cantik karena mulai banyak bicara.


"Heii pangerannya oma tumben hari ini kok mau ngomong, kenapa coba? ayo jawab oma pengen tahu?'


"Kalena kakak cangat cantik." Jawab Corney spontan menggodanya.


BLUSH


Wajah Cornell yang tiba-tiba malu membuat semua yang di kamar itu tertawa bersama.


Grrrr


"Yeeee kecil-kecil udah genit." Ucap Miranda sambil mencubit pipi Cornel yang bersemu merah seperti tomat karena malu  pada Vanya.


"Nah kakak punya mainan nih, sekarang naik sini ke atas tempat tidur kakak, mbak tut tolong ambilin mainan Lego rumah-rumahan di tas kuliah aku mbak, ya bener itu, bawa sini mbak."


"Yeee itu lego ya kak, kita cuka banget mainan Lego."


"Oh ya? berarti beruntung sekali kakak bertemu ama calon orang hebat di sini, sekarang selesaikan puzzlenya kalo kesulitan kakak akan bantu kalian okay?


"Aciikk, okay." jawab Cornel dengan senyum ceria yang tidak pernah dia tunjukkan kepada orang lain termasuk pada Miranda dan Richard sekalipun.


Kedua bocil itu pun akhirnya naik ke atas tempat tidur Vanya sambil bercerita banyak hal, dan Vanya yang memang mengambil jurusan Arsitektur ini banyak mengoleksi mainan puzzle yang sangat menguras otak apabila menyusunnya, hanya anak cerdas saja yang bisa memainkannya, Vanya mengoleksi mainan Lego khusus rumah-rumahan untuk memberinya inspirasi saat menggambar desain rumah.


Alhasil si kembar pun betah menemani Vanya di sela istirahat totalnya  si kembar sangat asyik bermain Lego rumah-rumahan itu dan ingin sekali memecahkan puzzle lego dan mendapat hadiah lagi dari Miranda kalo berhasil


memecahkan puzzle itu.


Sambil Miranda memikirkan kapan waktu yang tepat untuk menceritakan pada Richard dan Simon perihal bisikan Cornel mengenai kelakuan Veronica yang sudah kelewat batas.


To be continued..