YOUR SECRET SUGAR BABY

YOUR SECRET SUGAR BABY
Flashback



...10 Hari kemudian.....


...THOMPSON CORP...


...Jam makan siang...


"Nya pria idaman lo udah ceremai 3 hari yang lalu Nya, kesempatan dong, secara lo magang juga segedung ama do'i, gue jadi sahabat lo mah  ngedukung banget kalo status do'i udah single mah."


"Yee males ah cerita yang lain aja, nasib jomblo menahun ya kayak gini Nad udah yuk makan yang banyak." ucapannya yang belum bisa menceritakan tentang cerita hidupnya dulu.


"Tapi Nya banyak duit lo sekarang sejak lo masuk Rumah Sakit waktu itu lo udah nggak pernah lagi cerita masalah lo ke gue, okay gue ngerti, lo udah kebebas dari ibu tiri lo, tapi kan gimana dengan kehidupan lo sekarang? apa lo masih kerja di Cafe itu? ini lagi lo nraktir gue di resto mahal, berangkatnya di antar driver pula, gue kok kaya sahabat tapi nggak elo anggap sahabat sih, lo udah nggak pernah curcol lagi kaya dulu!" ucap Nadya sambil mengerutkan kedua alisnya.


"Ih banyak amat pertanyaannya buk, iya iya makanya gue ngajak makan lo sekarang ini gue mau nge buka semua kisah hidup gue yang tadinya tiap hari harus ngerasain jadi samsak hidup, sekarang sudah lebih baik Nad, gue sangatlah bersyukur."


"Terus gimana apa yang mau lu ceritain ke gue?"


"Sebelumnya maaf.. maaf banget maafin gue udah nggak jujur ama lo Nad, sebenarnya gue udah punya hubungan sejak lama ama si Itu yaitu pria yang gue suka dari dulu yang lo tahu Richard Thompson. Maaf banget gue mau cerita tentang ini takut elo nganggap gue cewek murahan dan gampangan juga cewek aneh, penggoda, pelakor udahlah segala kata-kata sampah pasti udah lu keluarin buat gue."


"Maka dari itu gue gengsi gue nggak mau cerita soal ini soal kehidupan gelap gue, tentang kenakalan gue, selain gue jadi mahasiswa teladan dan selalu mendapat beasiswa, gue juga punya sisi gelap yang temen-temen gue nggak tahu, karena gue sudah lama memimpikan sosok ayah sekaligus sosok ibu yang Lo semua pasti nggak pernah ngerasain apa yang gue rasain selama ini, betapa menderitanya tidak mempunyai seorang ayah dan seorang ibu dalam kehidupan lo.


Meskipun gue hidup sama ibu tiri dan saudara tiri gue, gue selalu merasa kesepian karena mereka hanya menjadi parasit, gue bekerja banting tulang untuk ngidupin mereka tapi apa yang gue dapet? gue nggak dapat apa-apa Nad? malah kalau gue setor uang telat atau pulang gue nggak bawa duit, udah deh tuh punggung tangan kaki sekujur tubuh gue penuh dengan lebam-lebam, luka pukulan serta luka cambuk, lu tau sendiri kan dulu, kalau gue nggak masuk kuliah gue selalu lari ke cafe. Cafe itu tempat pelarian gue dan di sana gue ketemu sama sahabat gue yang lain yaitu Clara.


Masa kelam Clara hampir mirip kayak gue dia nggak punya orang tua lalu terjerumus ke lembah hitam. Dia terpaksa menjadi gadis penghibur di Cafe tempat gue kerja. Dari Clara gue ngeliat bahwa perjuangan hidup Clara begitu keras. Tapi dia mendapat kebahagiaan setelah jatuh cinta dengan om-om yang nama bekennya sekarang sugar daddy.


Clara mulai menunjukkan perkembangan yang lebih baik setelah mengenal sugar daddy-nya. Diangkatlah dari lingkungan kumuh nya lalu tinggal di tempat yang nyaman yaitu apartemennya yang ditinggali sekarang dan menjadi simpanan om om dalam waktu yang lama.


Clara selalu menceritakan tentang kebahagiaannya sekarang setelah menjadi sugar baby. Dari situ gue memutuskan untuk terjun bebas. Akhirnya pada suatu malam yaitu tiap hari Rabu pukul 09.00 malam. Ada seorang pria yang selalu membuat gue betah berlama-lama di cafe padahal sudah waktunya gue untuk pulang dan berganti shift dengan temanku.


Karena gue harus shift malam. Suatu ketika saat hari Rabu tiba pria itu datang otomatis gue sebagai waiter pun mendatanginya, kita pun ngobrol karena dia mau membeli wine yang sudah gue hafal jenis wine itu.


Walau gue tahu di jari manisnya melingkar cincin yang menunjukkan bahwa dia bukanlah pria single bahwa Dia pria yang sudah menikah dan tetap saja gue nekat untuk menggodanya. Namun semuanya terlihat seperti natural karena tak sengaja rambut gue tersangkut di kancing kemejanya.


Setelah gue mengantarkan wine yang dia pesan. Gue pun terduduk di atas pangkuannya dan elo bisa membayangkan sendiri selanjutnya seperti apa.


Jantung gue berdegup kencang saat dia memegang pinggang gue lalu dada gue pun menempel di dadanya sehingga ada sesuatu yang mengeras di bawah boko ng gue. Gue pikir itu apa? ternyata baru gue sadar kalau itu adalah senjata dia.


Seketika gue pun berdiri karena terkejut sampai-sampai membuat senjatanya sontak bangun setelah dia berhasil melepas kaitan rambut gue di kancing kemejanya.


Lalu gue pun berharap sekali dia akan memanggil gue setelah tadi kita berkenalan dan sepertinya keberuntungan berpindah pada gue berpihak pada gue malam itu. Dia pun memanggil gue dan mengajak gue untuk pindah ke VVIP room untuk menemaninya minum dan juga melakukan hal yang lain di sana.


Gue pun tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan kepada gue saat kita hanya berdua, Gue mencoba memberanikan diri untuk menembaknya. Gue bilang selalu nunnguin dia tiap Rabu malam, gue sudah jatuh cinta pada pandangan pertama saat pertama dia datang ke Cafe itu.


Pria itu pun terkejut saat gue mengungkapkan perasaan gue kepada pria beristri seperti dia. Namun gue pun tidak mengharapkan apa pun waktu itu. Gue bilang gue tulus suka ama dia dan nggak berharap dia ngebales perasaan gue. Selanjutnya gue ngerasa mabuk setelah meminum satu gelas wine untuk menemaninya kita pun berdansa sampai kepalaku berat dan pusing.


Lalu gue pun memberanikan diri untuk mencium bibirnya, waktu itu sepertinya gairah gue memuncak setelah kepala gue terasa sangat pusing. Gue pun nekat menyambar saja bibir merah merona miliknya lalu dia pun bereaksi positif dan membalas ciuman gue hingga kita bertukar saliva lama sampai bersilat lidah.


Dia pun membuat gue kehabisan nafas karena itu merupakan ciuman pertama gue. Gue masih ngga bisa ngikutin permainannya. Lalu setelahnya gue bertengkar hebat dengan pria itu, karena tiba-tiba gue tersinggung akan kata-katanya. Karena dia mengira gue juga pernah menemani laki-laki lain selain dia dengan modus menembak laki-laki itu terlebih dahulu seperti yang gue lakuin terhadapnya.


Setelah itu sakit hati gue, Gue rasa setelah akhirnya gue ninggalin dia di VVIP room dengan sisa kemesraan kami yang belum tuntas. Gue pun kecewa saat keesokan harinya dia ninggalin tanda cinta di leher gue Gue bingung menutupinya pakai apa ya kan waktu itu gue kesiangan dan hampir telat pergi ke kampus saat ada seminar yang harus gue datengin alhasil kita pun dipertemukan kembali saat ternyata yang mensponsori seminar itu adalah perusahaan miliknya.


Betapa kagetnya gue saat gue harus dipertemukan kembali dengan pria yang sudah nyakitin gue tadi malam. Setelah tahu gue datang telat ke dalam seminar itu dia pun manggil gue ke depan untuk menjadi asistennya."


To be continued..