
Mereka berdua pun ber ci um an mesra tanpa memperdulikan kehadiran Chef Kevin yang dari tadi menyaksikan be li tan lidah kedua pasang kekasih yang sedang di mabuk asmara itu. Sepertinya pergu mulan di kamar mandi tadi malam masih kurang cukup memuaskan has rat keduanya.
"Dad,, ada chef yang melihat kita." Vanya merasa ada seseorang yang memperhatikan adegan mesranya dengan Rich langsung saja Vanya mendorong dada bidang Rich dan menundukkan kepalanya dengan pipinya yang sudah bersemu kemerahan.
"Heyy kamu malu ya? ahahahaha, Kevin mulai hari ini kamu harus terbiasa melihat adegan seperti ini mengerti? sekarang pergilah dan kembalilah saat makan malam."
"Ba baik Boss."
Aku tidak pernah melihat boss bertingkah seperti itu di depan wanita. bahkan istrinya sendiri tidak pernah diajaknya datang dan menginap di Penthousenya.
...Ah sudahlah orang kaya kan bebas melakukan apapun yang dia inginkan...
Batin Kevin turut bergejolak.
Setelah keduanya sarapan bersama kemudian keduanya berpisah di basemen parkiran penthouse Richard itu.Vanya yang berkendara dengan mobilnya sendiri melambaikan tangannya pada sugar Daddy nya setelah menutup pintu mobilnya
"Yuk berangkat dad, bye!" dibuka lagi power window mobilnya lalu melambaikan tangan sekali lagi.
Fajar yang setiap pagi selalu setia mendampingi bosnya itu pun berkomentar
"Bos jangan dilihatin terus atuh, gak bakal hilang kok tenang aja bos, ya elah bos mah."
"Iya aku khawatir terus padanya jar, bagaimana caranya mengusir si Thomas gila itu, gak henti-hentinya mengejar Vanya sampai Vanya ketakutan sialan, makanya lebih baik Vanya tinggal disini untuk sementara aku khawatir Thomas akan beraksi lagi."
"Waduh bos kalo berhadapan dengan pak Thomas sepertinya akan sulit karena mata-matanya dimana-mana. Apa pak Thomas juga tahu alamat penthouse boss dimana?"
"Nggak tahu deh aku, dia tahu tidak ya? pikirannya masih tertuju ke Vanya yang pasti, jadi nggak mungkin dia berpikiran bahwa Vanya, tunggu dulu."
"Yah bos ada apa?'
"Suruh sopir ambil mobil Pajero Sport saja di Mansion untuk sementara biar dipakai antar jemput Vanya, kalo soal mobil Vanya kamu parkir saja di basement penthouseku , sampai keadaan aman kembali."
"Baik Boss siap laksanakan."
✨
✨
✨
🏬 Thompson Corp
Pukul 09.00 pagi
"Selamat pagi Vanya," sapa Radian dengan senyum Pepsodentnya.
"Pagi pak, pak Radian ceria sekali pagi ini." Vanya mengomentari keadaan hati Radian sepertinya sedang bahagia.
"Eh iya biasa habis dapat jatah ya begini nih muka si bos langsung berbunga-bunga."
Ali salah satu staf konstruksi menyela percakapan itu.
”Jatah apa ya mas?" tanya Vanya yang belum tau arti jatah uang dimaksud Ali.
"Udah Vanya nggak usah di dengerin, yuk sekarang kita mulai meeting yuk ke ruang rapat ya sekarang." ucap Radian sebagai kepala penanggungjawab konstruksi dan arsitek itu dengan semangat mengajak anak buahnya untuk berkumpul di ruang rapat sesegera mungkin.
"Kita bertiga juga ya pak?"tanya Norman meyakinkan untuk bertanya kepada Radian.
"Ya kalian bertiga juga yuk," Radian pun mengiyakan pertanyaan dari Norman.
*****
Ruang Meeting lantai 15
Meeting yang dilakukan semua divisi yang berada di lantai 9 dan 10 termasuk bagian administrasi tentunya.
"Eh mumpung pak Dani dan senior-senior lagi meeting mending kita bergosip dulu Yas, Lo tau nggak kemarin mbak Kemi tu ngadu Ama istrinya pak Richard tentang pemecatannya karena di sebabkan pak Richard menaruh hati Ama karyawan magang itu , coba tebak tanggapan Bu Vero gimana?" ungkap Farah kepada Tyas yang juga salah satu staf bagian administrasi.
"Pasti marah besar dan menyuruh mbak Kemi balik kembali menjadi karyawan suaminya supaya mbak Kemi bisa jadi mata-matanya gitu kan?" memang yang di lakukan Vero seharusnya seperti itu. Namun mengingat perusahaan Richard mutlak milik Richard tidak ada sangkut pautnya dengan Vero, lagipula keputusan Rich tidak bisa diganggu gugat.
"Hahahaha elo salah besar, sekarang udah nggak jamannya edisi sinetron stasiun tv bersimbol ikan terbang kali, dan Lo tau jawaban istrinya itu apa? dia ngejawab begini
Saat mbak Kemi bilang kalo Mbak Kemi di pecat gara-gara Vanya terus Bu Vero bilang..
("Apa kamu bilang Vanya? siapa Vanya? apa hubungannya denganku?")
"Dia marah lagi saat mbak Kemi bilang bahwa firasatnya nggak pernah salah pasti pak Richard menaruh hati pada Vanya, lalu Bu Vero bereaksi lagi."
("Sialan breng sek! apa yang kamu tahu tentang gadis itu? kok bisa-bisanya kamu menghubungkan gadis yang entah dari mana asalnya itu, denganku?")
"Lalu mbak Kemi semakin penasaran dan beradu argumen dengan bu Vero lagi."
("Jangan bilang ibu tidak cemburu dengan perhatian mantan boss saya yang sehari-harinya tidak pernah sama sekali menginjakkan kaki di lantai 10 ruang administrasi, tetapi sejak kedatangan Vanya di hari pertama mantan boss saya itu datang ke kantor dan mendapati saya memaki karyawan magang itu di depannya, lalu saya pun di pecat dengan tidak terhormat.")
"Dan jawabannya yang terakhir membuat mbak Kemi semakin tercengang dan terperangah nggak menyangka pasangan yang harmonis selalu bersikap manis di depan media itu menjawab seperti ini."
("Asal kamu tahu aku sedang menunggu proses cerai dengan Richard, persoalan rumah tangga kami sudah lama sekali bermasalah dan tidak menemukan solusi untuk bersatu kembali, jadi kamu jangan buang-buang waktu untuk repot-repot melaporkan dengan siapa Richard sekarang menjalin hubungan, karena aku sudah tidak peduli lagi! Pergilah dan jangan datang-datang lagi! merusak pemandangan saja!")
"Ya tuhan jadi mereka mau cerai Far, tapi kalo emang bener cerai pasti media bisnis nanti akan dipenuhi dengan pemberitaan pasangan romantis di dunia bisnis itu." jawab Tyas menerka-nerka.
"Yah sepertinya Bu Vero juga nggak mau berurusan dengan pak Richard deh ngelihat jawabannya yang seolah nggak perduli mau suaminya punya pacar lagi kek atau menikah lagi yang jelas Bu Vero udah nggak mau tahu tentang pak Richard lagi, jadi ya mbak Kemi pun akhirnya kembali dengan tangan hampa malah Bu Vero menyuruhnya untuk mencari pekerjaan baru karena jalannya yang masih panjang, mbak Kemi yang masih muda masih banyak pekerjaan di luar sana yang lebih bagus dari perusahaan pk Richard dia bilang begitu dengan marah-marah lalu mengusir mbak Kemi dengan semena-mena."
"Kejam dan culas begitu pantas pak Richard berpindah kelain hati, lagian kalo aku lihat si Vanya tuh cantik banget cocoknya jadi artis bukan jadi rakyat jelata seperti kita, udah pantes deh tuh bersanding di sisi pk Richard yang super tampan, pas deh pokoknya cocok gitu!"
"Aahhh kamu ini kok malah membela ****** itu sih, najis."
"Siapa ****** dan siapa yang bikin najis, semua pada meeting eh malah kalian berdua enak-enakan bergosip disini, sekarang aku beri kalian waktu 30 menit untuk membeli kopi untuk peserta meeting 50 cup sekarang juga!" perintah Dani pada kedua anak buahnya yang mangkir dari rapat yang menjemukan itu.
"Ba baik pak!"
To be continued
Yuk like yang banyak n komennya dunk❤️