YOUR SECRET SUGAR BABY

YOUR SECRET SUGAR BABY
Richard Palsu



Setelah bas ah sempurna dengan des ahan dan leng uhan yang membuat Panca semakin menjadi-jadi semakin berg airah semakin terang sang. Lalu satu persatu helai demi helai pakaian Panca yang Panca kenakan dibuangnya ke lantai begitu saja.


Panca sudah tidak tahan untuk segera memasukkan senjatanya ke dalam lu bang kenikmatan tiada tara itu. Kemudian perlahan-lahan tapi pasti Panca berusaha untuk memasukkan senjatanya yang sebesar kaki gajah itu.


"A a a hh Rich cepat masukkan aku sudah tak tahan cepat lah masukkan ah senjata kamu besar sekali Rich aku tak menyangka setelah sekian lama kamu menyimpannya dariku ternyata kamu begitu perkasa. Aku ingin segera mencicipinya Rich masukkan sekarang tolonglah aku mohon aku mohon sekarang juga aku mohon please Rich please." celoteh Veronica yang memohon agar Richard palsu segera memasukkan senjata kanuragannya hingga menghunus masuk ke dalam liang lahat puncak kenikmatan surgawi itu.


"Hahaha baiklah sayang akan aku kabulkan tunggu sebentar ya sabar ya, kukira aku saja yang tidak sabar untuk segera memasukkan senjataku ke dalam vagi namu sayang ternyata kamu juga sudah tak tahan baiklah aku akan mengabulkan permintaanmu tapi satu, besok berjanjilah untuk tidak pernah meninggalkanku lagi berjanjilah bahwa kamu tidak akan pernah meninggalkan Panca selamanya Panca bukan Richard tapi Panca."


"A a a hh iya iya Panca Panca bukan Richard maafkan aku maafkan aku jika aku salah Panca ya Aku tidak akan pernah meninggalkan Panca selamanya."


Vero masih tidak sadar dengan ucapannya yang diliputi dengan ga irah yang begitu memuncak dan juga pengaruh alkohol yang begitu tinggi sehingga dengan begitu saja dia bisa dengan mudah menurut kepada Panca walaupun di dalam hatinya yang terdalam dia masih mengira bahwa saat ini dia sedang berc inta dengan suaminya.


"Cepatlah Panca sayang aku sudah tidak tahan tolonglah sayang cepat masukkan."


...Jle..bb.....


Suara masuknya senjata pamungkas milik Panca yang begitu keras menggema setelah masuk ke dalam lembah ternikmat di seluruh dunia itu.


"Yess oh Yess." kepala Vero pun menengadah ke atas saking nikmatnya setelah senjata pamungkas milik Panca masuk ke va ginanya betapa kenikmatan yang tiada tara dia rasakan saat ini setelah 3 bulan lamanya tidak pernah bergumul dengan pria manapun setelah dia putus dengan Panca.


Walaupun seminggu yang lalu dia masih bertemu dengan Rama tetapi keduanya. Akhirnya tidak melakukan apa-apa di dalam kamar hotel itu karena keduanya begitu syok saat mendengar bahwa video mesum mereka diancam akan disebarkan dalam pengadilan oleh Richard.


Sehingga keduanya tidak mood untuk melakukan hal yang enak-enak di malam itu. padahal tidak menutup kemungkinan akan terjadi malam enak selanjutnya saat Rama dan Vero dipertemukan.


Perang lidah pun terjadi saat senjata pamungkas milik Panca masuk ke dalam lembah sempit milik Vero yang sudah tiga bulan lamanya tidak dijamah oleh siapapun itu. Untuk mengurangi rasa sakitnya lidah mereka berdua pun saling membelit saling ******* saling bersilat dan bertukar saliva hingga kenikmatan tiada tara pun yaitu pelepasan yang pertama dialami oleh Vero.


”A a a hh ini nikmat sekali ya tuhan nikmat sekali aku ingin merasakannya lagi dan lagi tolong lebih keras sayang lebih cepat, saking nikmatnya aku sampai tidak bisa berkata-kata ini sungguh-sungguh nikmat sekali."


"Kamu suka kan sayang tolong jangan pergi lagi dariku ya coba lihat wajahku lihat wajahku lekat-lekat siapakah aku aku Richard atau panca." sambil bergerak maju mundur Panca pun memberi pertanyaan kepada Veronica apakah dia itu Panca atau Richard. tentu saja perbedaan yang sangat besar kalau harus membandingkan wajah Richard yang begitu ke barat-baratan dan wajah Panca yang begitu Asia sekali.


"Bagus sekali wanita yang kucintai memang yang terbaik aku selalu merindukan ini vagi namu yang sangat legit dan aromanya yang selalu kurindukan dan saat ku se sap payu dara sint almu ini mengingatkan akan putusnya kita 3 bulan yang lalu payuda ramu inilah yang membuatku kembali lagi kepadamu.Tolong jangan pergi lagi jangan tinggal aku Vero Jangan tinggalkan aku lagi."


Keduanya seperti mendaki puncak tertinggi gunung Himalaya betapa nafas terengah-engah sambil sesekali saling menyesap lidah masing-masing dan sesekali Panca meng gigit kecil put ing coklat milik Veronica itu dan terbenam lama di dalam sana saat terjadinya pelepasan yang pertama oleh Panca.


Stelah 4 jam lamanya bercin ta dan keduanya mengalami 8 kali pelepasan sampai pinggang mereka rasanya copot karena Veronica yang minta lagi dan lagi akibat pengaruh alkohol dari wine yang telah dihabiskan satu botol sendirian itu.


Tub uh Veronica pun jatuh di samping tubbuh tegap Panca karena posisi terakhir saat pelepasan yang terakhir adalah Veronica berada di atas tub uh tegap Panca. Mata Veronica pun terpejam tetapi Panca seketika membangunkannya dan membuatnya teringat lagi akan pergumulan yang telah mereka lakukan barusan.


Panca menanyakan lagi dan memastikan siapakah yang telah bercin ta dengan Veronica saat ini Panca ataukah Richard?


"A hhh nanti saja jawabnya Sayang aku sangat capek sekali kamu tidak lihat ini pinggangku rasanya lepas dari tulangnya Oh god ini sangat nikmat tapi di saat yang bersamaan aku juga sangat capek sekali."


"Tidak tidak tidak aku mau sekarang Sayang lihat buka matamu lihat siapa ini Ayo buka matamu aku tidak mau ada kesalahpahaman dan aku tidak mau kamu menyuruhku untuk melupakan semua ini ini bukan kesalahan ini murni karena aku sangat mencintaimu dan aku tidak mau kita putus lagi itu keinginanku Bagaimana denganmu?"


Veronica pun membuka pelan matanya dan melihat suram dengan buram perlahan-lahan menjadi terang dilihatnya samar-samar wajah pria tampan yang berada di depan matanya yang sedang memeluknya erat serta dengan polos dan sangat sek si sekali hanya berselimut tipis.


"Oh God tidak, jadi selama ini aku bercinta denganmu?"


"Iya Sayang sudah kuduga kamu akan berkata begini apa kamu menyesal apa kamu menyesal kita bertemu kembali Karena aku masih hafal sekali password dari apartemenmu saat aku merindukanmu dan melihatmu tergeletak mabuk karena satu botol wine kamu habiskan sendiri lalu kamu pun mulai merayuku dan kamu mulai merabaku maka sesuatu yang sangat ku tahan sudah bangun dan berdiri tegak lalu semua itu terjadi begitu saja karena aku sangat mencintaimu dan aku tidak ada niat untuk meninggalkanmu lagi."


"Cukup Panca pergi kamu dari sini pergi Aku benci kamu pergi sana Aku tidak pernah mencintaimu aku hanya mencintai Richard."


DEG


To be continued