
"Berkas perceraian dan bukti perselingkuhanmu sudah diurus semua oleh bawahanku, persiapkan dirimu, dan jangan berbuat sesuatu yang bodoh, apalagi bertindak nekat dengan menyakiti Vanyaku. Karena aku nggak akan tinggal diam, tidak ada seorangpun yang bisa membantah keputusanku!"
"Apa maksudmu Richard? kamu bercanda kan? aku selingkuh dari mana, aku hanya bersenang-senang karena kamu tidak pernah memberiku nafkah lahir, kamu nggak pernah memberiku kebutuhan biologis, disamping ketidak mampuan kamu sebagai lelaki, tapi apa yang kudapat hah?"
"Sampai bertemu lagi Vero, selamat malam!" Richard tidak lagi menoleh ke belakang. Sedangkan Vero masih saja mengomel dan tak terima dengan keputusan Richard yang begitu tiba-tiba. Beruntung pernikahan keduanya tidak pernah di syahkan secara agama mereka menikah di catatan sipil. Karena Richard menolak untuk mengesahkan pernikahan yang tidak didasari dengan cinta itu secara agama dari awal.
Pertanggung jawabannya kepada Tuhan akan semakin berat. Sepeninggal Richard dari Mansionnya. Vero pun tertawa terbahak-bahak lalu menangis, memecahkan barang yang melintas sepanjang perjalannyanya ke kamarnya di lantai 4, kamar yang berbeda lantai dengan milik Richard yang berada dikamar utama yaitu di lantai 5.
Kemarahan dan sakit hati yang sekarang di rasakan Vero setelah mendengar Richard menceraikannya sungguh tidak bisa di percaya. Richard yang dulu penurut sekarang sudah tidak lagi. Richard sudah berubah 180 derajat. Sudah tidak ada lagi kesenangan yang bisa diambil dari Richard. Bahwa didepan publik dia bisa berakting seperti pasangan yang tak terpisahkan dan malamnya tidur dengan Panca salah satu Direktur di perusahaan Ayahnya yang jatuh hati padanya.
Veronica selalu mendapatkan posisi ternyaman saat Richard yang mau-mau saja menjadi suami diatas kertasnya yang penyakitan hingga tiap malam Vero harus tidur dengan lelaki lain. Ternyata usut punya usut Richard tidak se lugu kelihatannya. Richard mempunya mata-mata yang siap merekam kegiatan istrinya itu tak terkecuali adegan se ks di dal am kamar di berbagai Hotel di negeri ini yang disimpan dengan aman di brangkas Richard.
New Message Just Now
Me
Bunuh gadis yang bernama Vanya itu!
Mr X
Hohoho ada apa ini tiba-tiba?
Me
Richard menceraikanku, hiks aku muak dengan semua ini aku ingin minum temani aku.
Mr X
Baiklah datanglah ke HOTEL MERCURE Room 9018
Me
OK
HOTEL MERCURE Room 9018
1 jam kemudian
Cek..klek
"Hiks Rama aku ingin mabuk malam ini , aku muak dengan orang yang bernama Richard aku ingin membunuhnya juga gadis itu, bunuh saja dia!"
"Hmmm tenanglah aku sudah menyiapkan wine untukmu, ini minumlah pelan-pelan dan keluarkan semua keluh kesahmu."
"Waaaa Richard tau semua, huaaaa ternyata selama ini Richard merekam semuanya," tangisan keras deras keluar dari mata Vero yang sedari tadi sudah sembab.
"Apa maksud kamu? Termasuk tidur denganku?" tanya Rama meyakinkan.
"Kurasa begitu, kalo Richard sudah bilang begitu tamatlah riwayatku, aku harus bagaimana lagi, pasti orang tuaku akan membunuhku Rama, ehek ehek hiks."
"Oh tidak tidak tidak, pecah kepalaku sekarang, aku akan temui Richard besok."
"Apa kamu bilang? apa yang akan kamu lakukan dengan menemui Richard, membuka hubungan gelap kita selama ini begitu?"
"Apa kamu tidak punya malu hah? bagaimana bisa wakil CEO nya berselingkuh dengan istri atasannya sendiri, Ohhh hancur semua, hiks, argghhh aku benci hidupku arggghhh!"
Appartment Vanya
05.00 Pagi
"Hmmm," Vanya pun terbangun dari tidur lelapnya setelah ber cin ta dengan kekasih tampannya tadi malam. Nampaknya tubuhnya seperti tertabrak truk berpuluh-puluh ton beratnya, sambil tangan Ara meraba sisi tempat tidurnya yang ternyata tidak nampak keberadaan Richard disana.
"Richard dimana? apa dia pulang?" Vanya yang baru bisa membuka matanya pun melihat sekeliling kamar mewah itu tidak nampak kekasih hatinya disana.
Incoming Call
CLARA
"Heiii Cla pagi banget udah telpon?"
"Heiii diihh sombong niih mentang-mentang udah kaya lo Nya, apa kabar lo? Selamat ya lo udah dapet sugar daddy yang bisa ngebahagiain lo, bisa ngangkat lo dari ."
Vanya yang sempat menceritakan kabar gembira mengenai nasibnya yang sudah berubah lebih baik berkat Richard. Namun Vanya tidak membuka identitas sugar daddynya ke satu pun temannya tidak juga Clara. Hanya yang Clara tahu sugar daddy Vanya adalah pria tampan pengunjung Pool and Bar Cafe yang sayangnya pria itu sudah beristri.
"Aahahaha iya Cla gue bahagia banget sekarang, doi udah ngatasin masalah pelik gue dengan ibu tiri dan kedua anaknya, Rumah ayah gue juga udah diatas namakan ke gue, sungguh gue bersyukur punya pacar kaya doi yang super pengertian hiks, gue terharu Cla, gue yang hidup bercampur kubangan lumpur yang disiksa tiap hari di jadikan samsak hidup oleh ibu tiri gue di selamatkan begitu saja setelah doi menyaksikan sendiri kekejian ibu tiri gue Cla."
"Ya ampun Nya maaf gue nggak ada di sisi lo saat lo sangat butuh seseorang untuk mencurahkan isi hati lo dan bercerita keluh kesah lo, maaf banget Nya, by the way lo tinggal dimana sekarang?"
"Gue tinggal di Appartment XXX Cla, doi beli Appartment ini dan di atas namakan ke gue."
"Tunggu-tunggu jadi lo tinggal di appartment XXX juga Nya tower berapa di lantai berapa? gue juga disini aaa hh senangnya kita bisa meet up sekarang." Clara berteriak histeris saat mendengar bahwa Vanya juga tinggal di kawasan Appartment yang sama dengannya.
"Gue tower Q lantai paling Atas Cla."
"Ya ampun dunia ternyata tidak selebar daun kelor gue juga di tower Q. Appartment gue gak seberapa gede jadi gue tinggal di lantai 11, kayanya satu lantai itu kamu sendiri yang nempatin Nya berarti kamu dapat penthouse tuh."
"Ahahhaa iya laki gue nggak mau gue ketemu ama orang lain, maklum kan begini nasib jadi simpanan. Oh iya elo masih di bolehin kerja ama om lo di cafe itu?"
"Gue nggak dibolehin kerja sih, mungkin tar kalo doi udah bosan dan ninggalin gue, gue akan balik, terus siapa yang ngasih makan gue, kalo gue nggak jual di ri gue lagi, hahhahaha, kalo lo gimana? gue yakin daddy lo tuh sultan Nya, penthouse di beliin, pasti segala permintaan lo, di turutin terus ma doi."
"Ahahhaaha iya sih, tapi gue nggak pernah minta Cla. orangnya aja yang perhatian dan pengetian Cla. Ya udah nanti kita sambung lagi, Cla sekarang gue harus siap-siap berangkat magang, oke bye Cla."
"Oke bye see you later."
Call Ended..
1 jam kemudian Pak Bagus sudah memarkir mobil Vanya yang sudah terparkir di basement gedung pencakar langit kantor Richard.
Tiba-tiba
PLAKK....
"Dasar ja lang tidak tahu malu perebut suami orang!!"
To be continued..