YOUR SECRET SUGAR BABY

YOUR SECRET SUGAR BABY
Mengapa begini?



...Vanya sayang ternyata kita masih harus menunggu beberapa waktu lagi untuk bersama tolong bersabarlah dan jangan gegabah tubuhku jiwa dan ragaku ini hanyalah untukmu Sayang...


gerutu Rich dalam hatinya.


Richard yang masih menimbang bagaimana sebaiknya bersikap saat bertemu dengan sugar baby-nya yang pastinya marah besar padanya karena Richard harus benar-benar menghindar dari gadis cantik itu untuk waktu yang lama. Sampai 1 Minggu kemudian


Tak bisa Rich pungkiri kerinduan yang dirasakannya begitu dalam hingga tak mampu lagi untuk di pendam. Rich hanya bisa meratapi kesedihannya dengan melampiaskan perasaannya itu dengan minum wine di penthousenya.


Dalam kondisi mabuk berat Richard tak sengaja menelpon pak Bagus dengan mengomel tak jelas. Pak Bagus yang peka pun akhirnya menjemput Richard dan mengantarkannya ke appartment sang sugar baby yang sangat di rindukannya.


Pak Bagus tidak lupa menutup semua wajah Richard dengan topi dan masker agar tidak ada orang yang mengira kalo itu adalah Richard.


Waktu menunjukkan pukul 10 malam.


🌁 Appartment Vanya


...Ting tong ting tong...


Vanya yang juga sedang meratapi nasibnya sebagai sugar baby yang tak diinginkan itu pun belum bisa memejamkan matanya karena keresahan dan kegundahan hatinya yang tak bisa terbendung lagi.


Vanya kaget saat membuka pintu dan Pak Bagus yang tingginya hanya se bahu Richard nampak kesulitan menopang berat badan pria tampan itu.


"Pak Bagus kenapa Daddy pak?"


"Sepertinya kepikiran Ama enon, tadi Tuan tiba-tiba telepon dengan kata-kata yang kurang jelas di telinga saya, sepertinya mengigau lalu saya antar saja kemari non."


"Ya sudah bantu saya untuk membawa Daddy ke kamar saya pak."


"Baik non."


Setelah menidurkan Richard di tempat tidur Vanya tidak lupa mengucapkan terima kasih banyak kepada pak Bagus karena sudah mengerti akan kegundahan hatinya yaitu rindu ingin bertemu dengan kekasih tampannya yaitu sugar Daddynya itu.


Vanya pun melepaskan topi dan masker wajah hingga wajah sugar Daddy yang sangat ia rindukan itu pun bisa di lihat dengan jelas. Bulu-bulu halus yang mulai tumbuh lebat di sekitar bi bir hingga pipinya seperti orang yang tidak terawat.


Sekarang hati Vanya yang tadinya gelisah gundah gulana pun mulai tenang kembali. Segera Vanya tidur di samping Richard dengan melingkarkan tangannya di perut six pack Richard dan perlahan memejamkan matanya.


Keseokan harinya Sabtu pagi.


Vanya sudah memasak sarapan untuk mereka berdua yaitu pancake kesukaan Richard dan juga garlic bread dan salad buah.


semuanya sudah siap diatas meja makan.


"Argh dimana aku?"


Rich mengerjap-ngerjapkan matanya


"Kepalaku pusing sekali."


"Dimana ini?"


Richard pun terbangun kemudian langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok giginya.


"Vanya dimana dia?"


Gerutu Rich dalam hatinya.


Rich tidak percaya bagaimana dia bisa berakhir di appartment Vanya padahal tadi malam, dia minum wine sendirian di penthousenya.


"Aneh bagaimana aku bisa berakhir di tempat tidur gadisku ini, lalu Dimana dia? apa dia pergi? pergi meninggalkan aku?"


"Vanya Vanya dimana kamu? Vanya."


"Vanya Vanya dimana?"


Rich pun berhenti memanggil nama gadis cantik itu saat dilihatnya Vanya sedang menyiapkan makanan untuk mereka breakfast berdua.


"Hai dad, udah bangun?"


Vanya bersikap seperti tidak terjadi apa-apa diantara mereka berdua. 1 Minggu adalah waktu yang sangat lama untuk mereka berdua dipisahkan oleh jarak dan waktu.


"Baby aku merindukanmu," Richard pun melingkarkan kedua tangannya ke pinggang ramping sugar baby cantiknya itu dengan menenggelamkan kepalanya ke pundak kecil gadis cantik itu.


"Hmmm masa sih? baby nggak ngerasain apa-apa tuh? maaf ya dad perasaan rindunya nggak berbalas.


"Oh iya benarkah?" Richard pun mendekatkan wajahnya ke wajah gadis cantik itu untuk membuktikan bahwa Vanya memang tidak merasa rindu padanya sama sekali dengan mengecup bi bir Vanya sekali. Tetapi sugar baby nya itu malah memejamkan matanya dan membuka sedikit bi bir nya agar Li dah Richard bisa bermain di dalamnya seperti biasa.


"Ehem kayaknya ada yang menginginkan lebih dari sekedar kecupan nih?"


...BLUSH...


Akhirnya tingkah lucu dan menggemaskan Vanya bahwa selama ini Vanya menahan untuk tidak menghubungi Richard terlebih dahulu di karenakan gengsinya yang terlalu tinggi. Bahkan pesan-pesan dari Rich pun tidak pernah di balasnya sama sekali.


Sedemikian rupa Vanya menyembunyikan rasa rindunya karena kesal dan geram akan sikap Rich padanya yang seolah-olah tidak saling mengenal. Vanya seringkali menyapanya saat bertemu muka di kantornya pun sikap Richard selalu dingin tanpa ada senyum yang menghiasi wajah tampannya sama sekali.


"A hh Daddy jahat banget aku benci ama daddy," Vanya memukul lengan Rich agar Rich jera untuk tidak bertingkah seolah tidak mengenal Vanya saat di kantornya.


"Aww, iya iya ampun aw aw nggak lagi-lagi deh, besok aku akan pura-pura pasang tampang cuek lagi ah, biar gadis cantik ini makin kesal padaku."


"Daddy jahat hiks hiks, tega banget sih Ama baby, baby kan cuma ingin di perhatikan ambil semua harta Daddy baby nggak menginginkan ini semua dad."


"Ow, no please don't cry babe, Jangan menangis sayang."


"Baby cuma ingin kasih sayang Daddy bukan harta Daddy, aku kira dengan membelanjakan segitu banyak untuk mentraktir teman-teman makan cukup membuat Daddy marah dan melabrakku tapi ternyata tetap tidak berhasil."


"Sayang hei dengar kamu belum memeriksa berapa jumlah saldo di ATM yang kamu pegang itu sekarang?"


"Terakhir kan 50 juta hiks."


"Itu saldo 2 bulan Yang lalu kan? kini bertambah jadi 200 juta rupiah, so kalo hanya 3 juta itu bisa menggangguku maka kamu sangat salah besar sayang."


"Apa?" baby tidak butuh uang Daddy, Vanya hanya butuh Daddy bukan harta Daddy."


"Benarkah? baiklah aku akan jujur padamu mengapa aku menghindar dan membuat jarak yang panjang diantara kita."


"Hiks, apa Daddy rujuk kembali dengan istri Daddy? kalo begitu selamat dad, sebaiknya baby pergi sesegera mungkin dari tempat ini."


"Eits gadis cantik ini kalo cemburu menakutkan juga hahahaha."


"Sayang justru karena aku mengkhawatirkan keadaan kamu makanya aku menjaga jarak diantara kita agar kita berakting seperti layaknya boss dan karyawan tidak lebih.


"Sebenernya siapa yang membahayakan baby sih dad, Daddy nggak sekalian ih ceritanya."


"Sayang artikel tentang kita sudah beredar di media online namun aku masih dengan sekuat tenaga untuk menghalau kabar miring itu agar tidak berimbas ke persidangan perceraian aku dan Veronica kelak. Karena kalo hubungan kita terbongkar namamu yang akan tercoreng sebagai pelakor sayang."


...DEG...


To be continued..


Yuk sedekah like vote dan bunga setamannya zeyenk ❤️