YOUR SECRET SUGAR BABY

YOUR SECRET SUGAR BABY
Tidak Terima



Fajar sebagai seksi sibuk pun mengerahkan body guard dan juga para maid untuk membantu proses berjalannya Pernikahan dadakan itu agar dapat terlaksana dengan khidmat. Betapa semua terkejut ternyata selama ini majikannya tersebut memiliki affair dengan seorang gadis muda hingga hamil dan terpaksa haru menikah secara agama terlebih dahulu sebelum bayi didalam kandungan gadis itu membesar.


Mansion mewah milik Richard pun yang selama hampir empat tahun ini hanya untuk persinggahannya saja sewaktu-waktu jika ada acara tertentu itu pun akhirnya terpaksa harus dihuni oleh para pekerjanya saja, Jadi sebenarnya yang selama ini menikmati kemewahan di Mansion  itu adalah para maid, bodyguard dan security saja.


1 jam kemudian pernikahan secara agama pun di mulai dengan khidmat


Saat pendeta dan prasyarat pernikahan agama telah dipenuhi, Kedua Mempelai pun dinyatakan Syah menikah secara agama dan mengesahkannya secara hukum menyusul setelah Richard dinyatakan bercerai secara resmi oleh pengadilan. Kedua pasangan pengantin baru itu pun berci uman bi bir mesra sekali. Lalu..


...BRAKK...


"Apa-apaan ini Richard kita belum bercerai dan kamu berani-beraninya menikah lagi hah!"


Fajar dengan sigap mengerahkan 10 bodyguad Richard untuk mempersilahkan para tamu yang ada disana untuk segera meninggalkan appartment Vanya, karena mereka harus menghadapi kemarahan Veronica dengan kepala dingin.


"Mama bisakah mama membawa Vanya kekamar," pinta Richard kepada Miranda untuk segera membawa Vanya pergi dari sana, karena Rich tidak mau kemarahan Veronica memperanguhi kesehatan Vanya dan bayi berada dikandungannya.


"Baiklah, ayo sayang."


"DIh mommy, mommy pengkhianat bukankah mommy hanya mengakui 2 menantu dikeluarga ini kak Jovanka dan aku mom?"


"Margareth tolong temani Vanya dulu ke kamarnya, aku akan memberangus wanita iblis ini dulu,"


"Baik kak, jangan terlalu tebawa emosi perhatikan juga kesehatan kakak." Miranda pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Ternyata menantu yang kubela mati-matian selama ini  malah menusukku dari belakang. menyesal aku memuja-muja mu selama ini, Ternyata dengan mudahnya  kau khianati Richard bahkan sejak 1 tahun usia pernikahan kalian. dasar perempuan tak tahu malu, masih lempar batu sembunyi tangan dan tidak sadar sudah menyakiti banyak hati yang sudah kamu permainkan Vero, bercerminlah Perselingkuhan tidak pernah di benarkan di dalam agama manapun Vero dan yang aku ketahui sangat membuat hatiku rasanya miris dan jijik melihatmu mengkhianati anakku tidak hanya dengan satu pria melainkan silih berganti. Pantaskah kamu mengharapkan dukungan dariku Vero?"


Veronica yang tidak pernah menyadari akan kesalahannya dan masih getol berambisi untuk mendapatkan simpati Richard kembali tanpa merasa malu sedikitpun.


*****


"Sekarang bicaralah disini dan jangan buat keributan!"


"Teganya kamu Richard, aku masih ingin mempertahankan pernikahan kita Richard."


"Sudahlah Vero pergilah cepat ajukan berkas perceraianmu, kalo kamu memang memilih untuk tidak memperbesar masalah dengan menurut saja apa kata pengadilan itu lebih baik. karena dalam hal ini kamulah yang bersalah."


"Richard sampai kapan pun aku tidak akan hadir di persidangan itu, aku malu Richard mau ditaruh dimana mukaku ini."


"Apa kamu sudah sadar sekarang Vero? bahwa kesalahan yang telah kamu buat itu sangat-sangatlah  fatal sekali akibatnya, bukan hanya pasangan kamu yang jadi korban, tapi pasangan selingkuh kamu yang sudah menikah pun akan merasakan hal yang sama lambat laun semua akan terbongkar juga. Sepandai-pandainya kamu menyembunyikan bangkai kelak akan tercium juga."


"Ehek..ehek..Richard jangan begini jangan siksa aku seperti ini."


"Aku tidak menyiksamu, ini kenyataan, sekarang pergilah. Besok aku tunggu kamu di persidangan dan jangan lagi kamu berulah, sekali kamu berulah maka aku tidak akan segan-segan membuka aibmu di depan semua orang. Karena kesabaranku ada batasnya Vero."


Sementara itu di kamar Vanya.


Vanya sedang bercengkrama dengan kedua mama dan mommy baru nya yaitu mertuanya yang sangat menyayanginya apalagi ada calon cucu mereka yang tumbuh di rahim Vanya membuat kakak beradik itu semakin sayang padanya.


"Beneran mah Vanya boleh menginap di mansion mamah? hmmm Vanya takut nanti kakak ipar nggak suka ama Vanya mah, nanti Vanya malah nggak nyaman mah, Vanya nggak apa-apa kok disini aja sementara waktu atau Vanya ke rumah mommy aja gimana? boleh nggak mom?"


"Boleh dong apa sih yang nggak buat anak cantik ini hmm?"


"Yeeyy asyik, jadi Vanya bisa bantu gambar desaign mommy nanti, kan Vanya ahli desaign rumah sih."


"Yeeyy boleh boleh tar background rumah nya Vanya yang bikin ya? siapa tahu dengan begitu mual kamu bisa teralihkan, ya nggak?"


"Okay nggak apa-apa kan mah, hmmm nanti deh kalo urusan daddy sudah beres nanti Vanya main ke Mansion mama untuk berkenalan dengan kakak ipar."


"Kok reaksi kamu kayaknya kakaknya Richard itu kayak monster yang siap menerkam gitu sayang?"


"Iya mam Vanya ngebayangin kalo reaksi mereka nanti akan sama seperti tante Vero mam, serem gitu hiii."


"Hahhahaha ya iyalah sayang kan kamu yang merebut suami Vero, walau emang itu bukan sepenuhnya kesalahan kamu sih."


"Seru banget ngobrolnya hmmm, udah nggak mual? kamu laper?"


Richard yang tiba-tiba datang memotong pembicaraan mereka itu pun langsung mencium kening Vanya dan mengelus perut Vanya yang masih rata.


"Ya sudah mama sama mommy pamit dulu, sebaiknya kita beri waktu pasangan pengantin baru ini bercengkrama Reth yuk," Miranda mengajak Margareth untuk pergi meninggalkan pasangan pengantin baru itu untuk menikmati quality time bersama.


"Mama sama mommy pamit dulu sayang cup cup." Vanya pun memberi pelukan hangat pada kedua  wanita separuh baya yang kecantikannya tak lekang oleh waktu itu dan mengantar mereka berdua keluar dari kamarya. Mereka tidak mau diantarkan sampai ke lantai 1 karena kondisi Vanya yang sedikit-sedikit mual tidak mungkin untuk nya mengantar ke dua ibu mertuanya itu sampai ke depan pintu appartment mewahnya.


"Dad, udah dong dari tadi nyiumin perut rata baby melulu, sesenang itukah daddy?"


"Iya sayang aku seneng banget akhirnya aku dikaruniai seorang anak di usiaku yang menginjak 35 (tiga puluh lima) tahun ini. Usiaku yang setua ini yang membuatku sangat bersyukur saat kamu hamil sayang terimakasih sudah hadir di hidupku yang penuh kepiluan sebelum kedatanganmu. Aku nggak percaya ada gadis yang semuda ini yang bisa membuat milikku bangun saat kita bersentuhan untuk pertama kali. Dari situ keinginanku untuk sembuh pun akhirnya muncul kembali.


Betapa tuhan sudah membukakan pintu maaf padaku yang mantan ahhh.. sudahlah sayang,"


"Dad teruskan mantan apa dad? sepertinya ada hal penting yang daddy sembunyikan dari baby?"


DEG


To be continued..