YOUR SECRET SUGAR BABY

YOUR SECRET SUGAR BABY
New Thompson's Family



Sambil melihat chemistry antara si kembar dan Vanya yang membuat Miranda tertegun. Baru kali ini Cornel yang sangat membatasi diri bergaul dengan orang lain kali ini bisa menerima Vanya dengan tawa merekahnya. Sungguh pemandangan yang harus di abadikan.


Miranda pun mengabadikan momen langka itu lalu di kirimkan ke ponsel Richard, Simon dan juga Jovanca.. Alhasil melihat keakraban ketiganya Simon membalas kiriman itu dengan emotikon menangis bahagia karena ternyata sang anak tidaklah mengalami kelainan melainkan sangat memilih untuk bergaul dengan orang-orang yang menurutnya nyaman saja, apalagi bertemu dengan gadis secantik Vanya sang tante muda. Miranda pun membuat grup untuk keluarga barunya, Karena dengan kehadiran Vanya membuat perubahan yang berarti ke arah yang lebih baik.


Anggota grup chat itu beranggotakan Simon, jovanka, Richard, Vanya serta Margaret dan bertindak sebagain admin grup adalah Miranda. Nama Grup chat itu adalah Thompson's Family


Jovanka menanggapi kiriman itu dengan emoticon tertawa karena menyadari bahwa tingkah Cornell sangat mirip dengan tingkah uncle nya yang mantan playboy. Jovanka pun membalas dengan..


"Yah udah ketahuan mirip banget ama siapa ma ahahhaha, suka cewek-cewek cantik tuh, tanyakan sama mantan casanova mah?"


"Iya sayang memang itu tu kelakuan Richard  si mantan playboy,  jangan sampai menurun ke keponakannya, tapi ternyata sudah ada bibit-bibit terselubung,tuh, senyum si Onel yang tidak pernah kita lihat sebelumnya, amazing."


"Seru banget kayaknya jadi pengen bergabung kerumah kakak tapi pesanan wedding dress membludak jadi nggak bisa di tinggal nih, duhh gemesnya kangen pengen cubit pipi si kembar, tapi sayang si Onel nggak mau ama siapa pun, eh kedatangan gadis cantik langsung berubah 180 derajat.


"Iya tant semoga nggak tertular virus uncle si onoh hahahhaha." Jovanka yang beromentar ngocol


"Ehem ehemm, aku perjalanan pulang mah, kalo Vanya jadi lebih sayang ama si Cornell bisa bahaya, hilang pamorku." Richard yang akhirnya bisa bercanda karena tenang istri kecilnya di sayangi juga oleh keluarganya.


"Pffttt hahhaaha bisa gitu ya si Onel di cemburuin." balas Simon heran.


"Ngomongin Vanya ya mahh? seru banget main ama si kembar bener-bener cerdas lego untuk Vanya kuliah bisa diselesaiin dengan cepat dan tepat, really really amazing mom, bener-bener keturunan orang-orang cerdas."


"Siapa dulu papinya nih." ucap Simon membanggakan diri.


"Yeee, unclenya nih  yang lebih hebat." jawab Richard tak mau kalah.


"Iya iya asal jangan playboynya yang ngikut ke Onel," seru Jovanka.


"Udah ngikut tu Jo lihat senyumnya malu malu begitu si Onel." sahut Margareth


"Seru banget ya mah,mom, seru sekali keluarga ini, kompak, Vanya sayang kalian semua." balas Vanya dengan emoticon peluk.


"Yah sayang grup ini baru kompak karena baru aja kamu yang bikin kompak, semoga Vanya juga betah tinggal di Mansion keluarga ini."


"Hiks jadi terharu mah, trimakasih semua sudah mau menerima Vanya, menyambut Vanya dengan hangat dan penuh kasih sayang, Vanya jadi menemukan keluarga baru yang nggak pernah Vanya miliki sebelumnya."


"Udah sayang jangan sedih dong makanya cepet sembuh mualnya tar kita babymoon sambil ngajak semuanya yang ada di grup ini."


"Huuu mentang-mentang Private Jet baru di kirim, dasar tukang pamer?" balas Simon


"Yeeee siap honeymoon kedua kita sayang?" Jovanka menyambut ajakan Richard dengan sukacita dan memanfaatkan momen itu untuk honeymoon kedua dengan Simon.


"Nasib jomblo gini amat yak?!" balas Margareth


"Hikss iya nasib kita para jombloo miris sekali." Miranda pun tak mau kalah membalas Margareth dengan statusnya yang sudah menjanda sekian lama. Lalu sang anak dan menantunya pun tak mengakui kalo mama mereka jomblo dan melarang Miranda untuk mencari pasangan lagi di usianya yang meninjak kepala 55 tahun.


"Mamaaaaaaaaaaaa!!!" teriak Richard, Simon, Jovanka dan  Vanya.


Obrolan chat itu pun berakhir dengan kekonyolan Miranda yang tiba-tiba menyadari bahwa dirinya sudah menjada selama 10 tahun sejak Richard berusia 25 tahun saat Richard meneruskan kuliah masternya di Amerika Serikat.


"Ya emang dasar nggak ada yang berperasaan, giliran emaknya yang ngebahas tentang pasangan malah pada kabur." gumam Miranda pada diri sendiri.


"Kenapa mah?" Nah sampe bobok dia mah, lucu banget sih, anak Vanya kelak bisa selucu mereka nggak mah?"


"Tentu sayang selain berdoa pada tuhan agar di beri anak-anak yang mirip dengan ayah dan ibunya biar tampan dan cantiknya sama kayak kalian.


"Hmmm Onel mau boboknya ama kakak cantik Onel nggak mau bobok cendili oma." ucap Onel sambil mengerjap-ngerjapkan matanya sehabis terlelap karena terlalu lelah bermain puzzle lego


yang sangat seru bersama Oney.


"Hey aunt Vanya masih sakit sayang lihat tuh tangannya masih di suntik ya kan?" jawab Miranda lagi menimpali.


Sedangkan Corney yang masih terlelap tidur juga di tempat tidur berukuran king size milik Richard, untungnya tidak mendengar rengek manja adik kembar yang hanya selisih 10 menit lebh lama dari dirinya itu.


"Biar mah, Onel bobok lagi gih, hmm iya aunt Vanya akan nemein Onel sampe Onel masuk ke alam mimpi okay?


"Promise me?"


"I promise you," mereka berdua pun saling mengaitkan jari kelingking mereka berdua tanda berjanji adar Vanya tetap menemani Onel yang terlelap lagi karena saking tenangnya, betapa tidurnya kali ini di temani oleh tante barunya yang sangat cantik seperti Vanya.


Mendapatkan perawatan Insentif di Mansion Thompson membuat Vanya merasa memiliki keluarga baru yang sangat memperhatikan kesehatannya, mertua yang ramah dan sangat perhatian, kakak ipar yang hangat dan juga sayang padanya san yang terbaru adanya dua bocil yang sangat imut lucu dan menggemaskan membuat hari harinya semakin menyenangkan.


Sungguh menikah dengan Richard merupakan hal terindah yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Miranda pun mengagumi sifat Vanya yang sangat mandiri dan dewasa karena terbiasa hidup susah sedari kecil. Belah erbagai siksaan selalu diterimanya kala pulang tidak membawa uang. Bekerja sebagai tulang punggung keluarga sedari SMA membuatnya terlatih dan bisa bertahan hidup dalam kondisi apa pun.


Vanya yang ikut tertidur pulas karena pengaruh obat pun terlihat masih memeluk si kembar dengan erat. Si kembar pun terlihat nyaman tidur dalam pelukan Vanya seperti tidur dipelukan Jovanka. Jovanka yang memang seorang wanita karir selalu menyerahkan urusan anak anaknya kepada kedua baby sitter yang khusus di gaji untuk mengasuh dua bocah lucu dan menggemaskan itu.


Malam menunjukkan pukul 8 malam Richard yang melihat pemandangan indah itu pun ikut tersenyum bahagia. Rasanya baru kali ini Richard merasakan hidupnya sempurna. Tak terasa Richard pun meneteskan air mata bahagia dan mempersilahkan Simon untuk mengambil si kembar untuk di tidurkan ke kamar masing masing.


Jovanka yang juga tersenyum bahagia melihat pemandangan indah itu pun ikut terharu dengan menepuk-nepuk pundak adik iparnya itu saat air mata Richard tak sengaja terlihat olehnya dari jarak dekat.


To be continued..