YOUR SECRET SUGAR BABY

YOUR SECRET SUGAR BABY
Seruduk Bininya!



"Nggak jangan berhenti, teruskan, aku suka," celoteh Vanya yang sangat membingungkan Richard sambil menggi git nakal jari telunjuk nya sendiri dan mengedipkan sebelah mata cantiknya.


"A hh Vanya, bisakah kita lanjutkan nanti sayang."


"Tapi ini sudah berdiri, apa dia punya nama?" tangan Vanya yang terampil sudah mengelus-elus si Rocky hingga semakin tumbuh membesar.


Blush


"Aduh kenalkan namanya Rocky," ucap Richard yang tiba-tiba malu dan wajahnya berubah merah seperti tomat.


"Richy kamu sakit, baiklah kita lanjutkan nanti," Vanya pun menggoda Rich untuk melihat Reaksinya apakah Rich akan melanjutkan ke sesi berci nta ataukah tidak.


"No, hmmmp pffh im sorry kita lanjutkan saja sayang aku nggak tahan," Rich pun mencium lagi bi bir menggoda dan menautkan li dah nya dengan li dah Vanya untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.


"Richy a a hh iya e nak hmmm hi sap nya jangan terlalu keras sakit ngghh yah a a hh? Richy hmmm ppffhhh." Vanya Melu cu ti pakaiannya sendiri sampai po los melingkarkan tangannya ke le her Richard dan menc ium mes ra bi bir merah Richard me lu ma t bi bir mengg emas kan milik Richard, kemudian Rich me nghi sap pu ting mengge mas kan berwarna pink mo n tok membuat ke ta gih an.


Di pagutnya Li dah Richard, mereka saling meng hi sap sambil memejamkan mata keduanya mere sapi betapa rasa cinta keduanya sangat dalam sampai pamit Richard untuk berpisah pun sepertinya diurungkan karena rival cinta sedang berusaha mendekat hendak menghancurkan jalinan cintanya.


Beraksilah lagi perang Li dah dan bi bir  Richard menari nari di antara kaki jenjang Vanya seperti ber ci um an dengan kli to ris, la bia mi no ra  Vanya agar permukaan va gi na nya basah kembali. per gu mu lan itu pun berlanjut kala tongkat kanuragan yang sudah mempunyai nama tanpa mengadakan syukuran tumpeng adat jawa itu pun sukses masuk.


...Jle..bb.....


Suara masuknya si Rocky ke dalam va gi na gadis cantik itu membuat Vanya men de sah hebat.


"A a a hh ya hh hmm lebih ke ras Richy," ucap Vanya dengan mul ut yang terbuka sambil menggigit bi bir bagian bawahnya sendiri.


"Jangan pernah a a hh ninggalin aku Vanya, aku nggak bisa hidup tanpa kehadiranmu di sisiku sayang a a hh." Sambil memompa Richard berceloteh seraya terengah-engah bagai naik ke puncak gunung Himalaya.


Setelah bergu mul 2 jam lamanya, keduanya mendapatkan pelepasannya. Tubuh Richard tergeletak di samping gadis cantik yang juga sama sama masih po los dengan peluh keringat mem bas ahi tu buh keduanya hingga jam makan siang hampir selesai.


"Hei gadis nakal makan yuk, aku udah mesenin makan siang untuk kita, nasi ayam betutu dari bali kamu suka pedas nggak? jangan tidur hmmm maunya di ke lonin terus ya, gimana bisa aku ninggalin kamu kalo jatah ber cinta ku jadi bertambah di jam makan siang begini hmmm?" ajak Rich setelah memakai lagi  kaos hitamnya yang terlempar sembarang di lantai tadi.


Kemudian Rich pun dengan penuh perhatian memakaikan satu per satu kemeja, celana da lam, b r a dan juga celana panjang Vanya. Begitu sayangnya Rich kepada sugar baby cantiknya itu hingga membuat Vanya menangis bahagia.


Sementara itu.. 2 jam yang lalu..


Ruang Arsitektur lantai 9


"Wah mas kayak nggak tahu aja upss, boss lagi nge lonin gadis itu di kamarnya, syukur deh akhirnya bu rungnya sudah bertemu jodohnya." suara keras Fajar seketika berubah menjadi bisikan takut staf Radian mendengar kusak kusuk mereka berdua, mu lut Fajar hampir keceplosan kalo Vanya sekarang sedang di tahan oleh Rich di kamar pribadinya.


"Oh begitu hahaha, kenapa tadi aku suruh Vanya kesana ck ck bener-bener nggak bisa lihat sikon (situasi dan kondisi) tu orang mentang mentang udah bisa bangun jadi maruk, jadi pengen pulang juga gue pengen ngelonin bini orang eh bini gue."


"Pffftt hayoo udah kecantol bini orang ya mas, ayo ngaku."


"Sembarangan!"


"Vanya kemana ya kok nggak balik-balik?" tanya Fery yang sedang bersiap untuk makan jatah makan siang di ruang makan karyawan. Sungguh bijak perusahaan itu bahkan karyawan magang pun sudah bisa makan gratis dan mendapat jatah makan disana. Sayang di hari pertamanya magang Vanya malah di bully dan tidak diperbolehkan makan di ruang makan karyawan oleh Kemi dan teman-temannya.


"Kan tadi di suruh pak Radian antar berkas untuk di tanda tangani oleh pak CEO a.k.a Richard Thompson.


"Eh lo curiga nggak sih pak Richard tu kayaknya demen ama Vanya lo Man."


"Ya iyalah kelihatan banget Vanyanya juga demen, ssstt jangan keras-keras lo ingat gak 3 bulan yang lalu setelah seminar pak Richard memberikan kartu nama padanya dan memencet lama hidung gadis cantik itu begitu mesra, tapi Vanya masih menyembunyikan rahasianya dengan sangat rapi, gimana kalo waktu dan suasananya pas kita tanyakan dengan hati-hati padanya."


"Iya gue yakin banget kalo Vanya juga suka ama tu laki orang, gue takut nanti suatu saat Vanya akan di seruduk bininya bisa gawat. malah sekarang nih Vanya udah di antar jemput sopir, kita sudah jarang ngelihat Vanya kesakitan lagi kaya dulu akibat disiksa ama ibu tirinya, udah gitu dia harus mengendarai motornya walo dalam kondisi yang memprihatinkan, nggak tahulah yang pasti kita doain aja Vanya ngedapetin yang terbaik Fer."


"Yup lo bener Man Vanya pasti butuh sosok kekasih yang bisa menggantikan posisi alamarhum ayahnya yang selalu menjaga dan melindunginya dan juga almarhumah ibunya yang selalu memanjakannya, semoga aja siapa pun dia ataukah pak Richardkah yang mengentaskan hidup Vanya selama ini dari kehidupan naasnya hingga bisa membuat Vanya tersenyum bahagia sekarang, udah deh kuy kita makan, pasti teman cantik kita satu itu juga lebih mewah menu makan siangnya ya nggak?"


*


*


*


Setelah makan siang bersama dan saling ber ci uman pa nas sekali lagi Vanya pun pamit untuk kembali ke ruangannya. Namun saat memasuki lift seseorang yang mengenalnya menyapanya..


"Lo Vanya ya, ya tuhan apa ini jodoh dari tuhan hingga kita di pertemukan dengan tidak sengaja disini, ternyata kamu pindah bekerja disini, pantas padahal tiap malam aku menunggumu di cafe pool and bar tempatmu bekerja dulu, kamunya nggak pernah nongol, a hh aku seneng sekali akhirnya kita di pertemukan kembali, oh iya aku belum memperkenalkan diri namaku Thomas pengagum rahasiamu."


DEG


To be continued