YOUR SECRET SUGAR BABY

YOUR SECRET SUGAR BABY
Babak Belur.



🏬 Thompson Corp


Perbincangan antara Vanya dengan sang calon bayi agaknya sangat seru sekali di dalam hatinya, Vanya membandingkan sejarah percintaan Richard dengan sejumlah wanita dari masa lalunya yang begitu banyak menorehkan kenangan.


Beda sekali dengan dirinya yang tidak pernah jatuh cinta selain dengan Richard seorang. Vanya melihat tingkah laku gadis-gadis itu betapa salah tingkahnya saat bertemu dengan Richard. Mereka begitu antusias dan seperti sangat bersukacita sampai melompat-lompat kegirangan seperti hendak jumpa fans dengan idolanya.


Vanya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku gadis-gadis itu seperti ingin sekali diraih tangannya oleh Richard saat itu. Richard yang memang sedang melintas bersama Fajar dan juga Alda mungkin untuk menghadiri meeting di luar kantor. Vanya masih berjalan di belakang kerumunan gadis-gadis tadi yang tidak henti-hentinya menceritakan tentang kelebihan Richard.


Lalu entah kenapa setelah Richard melihat Vanya di belakang kerumunan gadis-gadis tadi Richard pun mengurungkan niatnya untuk memasuki lift bersama dengan yang lain dan meminta Fajar dan Alda menunggunya di lobby. Richard lantas menyusul Vanya yang sedang berjalan di belakang kerumunan gadis-gadis tadi lalu menarik tangannya dan membelai wajahnya di depan gadis-gadis yang kegirangan tadi.


"Kamu nggak lagi sakit kan? udah makan kan sama Nadia udah kenyang atau cuma makan dikit? atau masih mual?" tanya Richard dengan penuh perhatian sebagai suaminya. Richard yang sedari tadi sebenarnya ingin mengajak Vanya makan siang bersama tetapi ternyata hanya sudah mempunyai janji dengan sahabatnya Nadia.


"Pak Richard singkirkan tangannya nanti bisa-bisa baby dikeroyok gadis-gadis ini dan pulang-pulang dengan keadaan babak belur cepat lepaskan tangan Daddy sekarang juga." Vanya berkata sambil bergumam di depan Richard sehingga kata-katanya itu tidak terdengar oleh gadis-gadis yang sedang melihat kemesraan Richard terhadap Vanya dengan mata membelalak dan menutup mulutnya yang sedang menganga lebar.


"Ya sudah ya sudah ya sudah baiklah kamu baik-baik ya jangan mual lagi. Jangan lupa minum vitaminnya kamu mau nitip apa aku ada meeting di sebuah Mall yang ada di tengah kota." Richard seketika melepaskan tangannya karena menyadari bahwa perkataan Vanya benarlah adanya. Jangan sampai membuat rumor yang tidak tidak sehingga nanti akan merugikan Vanya masa sih baru saja menyandang status duda eh sudah bermesraan dengan salah satu karyawan magang di kantornya.


Gadis-gadis tadi yang sudah menyapa dan mengucapkan salam kepada Richard dan tidak digubris sama sekali oleh Richard pun geram, mengapa yang mengucapkan salam tidak dijawab tetapi yang tidak mengucapkan apa-apa malah di sentuh wajahnya di belai mesra di depan mereka.


Setelah Richard meninggalkan Vanya yang sedang berjalan menuju ke ruang konstruksi di lantai 9 seketika langkahnya dihentikan oleh gadis-gadis tadi.


"Heh tunggu dulu. Sebenarnya kamu pakai pelet apa sampai Pak Richard memperlakukanmu seperti kekasihnya? Apa yang kamu lakukan terhadap pk Richard hah?!Anak kuliah masih ingusan saja sok-sokan, jangan sok kecakepan ya di sini!"


...Oh dad tuh kan apa aku bilang, mereka pasti marah besar, dad kamu membuatku selalu terpojok suka sekali membuat ku kesulitan seperti ini...


Gerutu Vanya dalam hatinya.


"Ah mbaknya terlalu berprasangka mungkin, gue ama Pak Richard nggak ada apa-apa mbak mungkin tadi ada bekas makanan yang menempel di pipi gue jadi beliau cuma mengingatkan kalau harus menjaga kebersihan."


"Ye main ngarang cerita lagi udah jelas-jelas lu tuh dibelai di depan gue di depan kita semua, lo lihat nggak tadi Mir bener kan dia dibelai kan di depan kita semua gue nggak salah ngeliat kan Mir, Ret?"


"Eh nggak sama sekali Yen kita semua nggak salah lihat memang dia lagi dibelai sama Pak Richard eh sebenarnya lu ada hubungan apa sih udah jujur aja sama kita."


...Memangnya meskipun ada hubungan emang itu urusan lo ih sebel banget sih gue dengan cewek-cewek gatal ini...


”Vanya sedang apa kamu di sini ayo kita mau meeting dadakan." ucap Radian yang bagaikan pahlawan yang menyelamatkan Vanya dari kerumunan fans berat suaminya.


...A h leganya akhirnya ada yang menolongku untung Pak Radian datang tepat waktu kalau tidak bisa berabe nih wajah cantik gue...


Setelah kerumunan tiga gadis centil penggoda itu pergi dari koridor ruangan Vanya Vanya pun berkata kepada Radian.


"Huh leganya Pak makasih udah nyelametin aku."


"Ya Aku sedang melihat dari kejauhan kamu pasti kesulitan menghadapi tiga cewek centil itu makanya aku langsung datang nyelametin kamu.


"Pfffttt hahaha apalagi status dudanya baru keluar 3 hari yang lalu malah makin menjadi-jadi tuh tingkah fans beratnya."


"Wah beneran Pak semoga aku nggak ketemu lagi sama tiga cewek itu."


"Oh iya tadi Richard pergi ya nggak ada di kantornya nggak ada di ruangannya?"


"Iya tadi ada meeting dengan klien di sebuah mall di tengah kota gitu deh."


"Ya sudah kalau gitu aku telepon dia aja nanti."


"Gimana keadaan kamu sekarang? Apa kamu baik-baik aja? kalau kamu merasa nggak sehat kamu boleh pulang kok Nya. Jangan memaksakan bekerja kalau memang tidak sehat nanti ada apa-apa dengan bayi kamu, bisa-bisa dilempar ke luar angkasa aku ama Richard."


"Beneran Pak aku udah baik-baik aja kok kan udah minum obat mungkin kalau reaksi obatnya hilang baru mual-mual lagi sih memang tapi sementara ini sih baik-baik aja nggak masalah sih kalau mau dikasih tugas lagi.


"Beneran nih kalau misalnya besok kamu nemenin aku ketemu sama klien yang waktu itu kamu bersedia nggak atau kamu izin dulu deh sama suami kamu takutnya ntar ada apa-apa lagi."


"Siap bos aku nanti minta izin ke doi boleh nggak nya oke tapi semoga boleh sih kan ini juga untuk pengalamanku ke depannya."


"Bagus Gadis pintar bilang sama suami kamu kalau ketemu klien kan memang tugas kita sebagai arsitek supaya tahu apa yang mereka mau dan bisa kita gambarkan di dalam desain kita untuk kedepannya kita sebagai arsitek bisa menciptakan desain yang bukan hanya keinginan kita aja Yang terjabar di desain itu tetapi mewakili keinginan banyak orang ya nggak sih."


"Ya gitu ya lo nya makan siang nggak ngajak-ngajak." ucap Ferry menyapa Vanya setelah selesai berbicara dengan Radian.


"Iya nih sombong kalau ngajak Nadia kan berarti harus ngajak kita juga." timpal Norman.


"Iya ntar bertahap gue ajak kalian bertiga tapi tadi memang harus izin dulu ke Pak Radian karena over time. Si Nadia lagi curhat gitu lama jadi ya mau gimana lagi."


Vanya beralasan kepada Norman dan Ferry bahwa yang sedang mencurahkan isi hatinya adalah Nadia bukan dirinya.


Tok tok tok


"Permisi Pak radian. Apa di sini ada yang namanya Vanya ya karyawan magang."


"Iya ada memangnya kenapa ya?"


"Kami dari komite kedisiplinan perusahaan memperingatkan Vanya agar menjaga sikapnya untuk tidak menggoda CEO kami lagi. Karena tingkah lakunya sudah bertentangan dengan peraturan perusahaan. Kalau masih tidak didengar juga maka kami akan mengeluarkan surat peringatan agar yang bersangkutan tidak lagi magang di perusahaan kami ini."


DEG


To be continued