
Setelah di lantai 2 kamar Margaret.
"Dad jantungku deg-degan jadi pak Thomas tu punya tunangan?"
"Ya itu tadi tunangannya, baby maka itu jangan pernah berpaling dariku okay?"
"Dad ga ada sekalipun terlintas di benakku untuk mengkhianati Daddy please nggak usah bahas lagi ya?"
"Okay sayang, sekarang cobalah setelan yang kamu bawa itu aku ingin tahu, seberapa cantik gadisku ini bila memakai pakaian kantor buatan mommy."
Margaret adalah adik kandung dari Miranda. Sejak kecil Miranda yang selalu sibuk dengan urusan kantor selalu menitipkan Richard untuk di jaga oleh Margaret. Margaret sangat menyayangi Richard seperti anaknya sendiri. Sambil Menjahit baju pesanan pelanggannya Margaret yang memulai karirnya dari nol dengan penuh perhatian merawat Richard dengan penuh kasih sayang.
Richard lebih dekat dengan Margareth dan malah memanggilnya dengan sebutan mommy, dan ibu kandungnya sendiri malah dipanggilnya dengan sebutan Tante. Dunia seakan terbalik melihat kedekatan keponakan dan tantenya yang bisa lebih terlihat seperti kedekatan ibu dan anak daripada kedekatan Richard dengan ibu kandungnya yang seperti kedekatan tante dan keponakannya.
"Yah kamu memang cocok memakai apapun," puji Richard pada sugar baby cantiknya itu saat berganti baju setelan berupa kemeja, blazer untuk ke kantor dan juga dress diatas lutut yang sangat cocok di pakai oleh Vanya.
"Oh ya baiklah aku akan ganti dengan setelan yang lain kalo begitu."
"Sudah tidak usah dicoba lagi semua cocok untukmu aku suka semua dibungkus aja ya."
"Banyak sekali dad 30 pakaian itu terlalu banyak untuk kudet dan terlalu mewah."
"Tidak apa nanti dibagi 10 pasangnya ditaruh di penthouse ya aku takut si curut itu masih mengejar-ngejar mu."
"Dad sepertinya kita bisa melihat Pak Thomas dari kamar ini deh tuh lihat itu ada kaca kan coba kita periksa dad "
"Tu dad lihatlah padahal dengan tunangannya dia juga mesra lho dad dasar buaya darat buaya buntung masih saja mencari gadis lain padahal tunangannya juga cantik apa yang kurang dari tunangannya? Bagaimana menurut Dad? Dan tolong jangan subjektif karena aku ada di depan Daddy, bertingkahlah seperti Dad adalah temanku coba lihat coba deh dilihat tunangan Pak Thomas seperti apa? menurut pandangan lelaki pada umumnya ya."
"Kalau menurutku tunangannya itu dia nggak cantik tapi dia menarik beda orang cantik dan menarik, itu beda Lo ya? kalau kamu..Vanya sugar baby ku yang paling cantik, kamu mempunyai dua-duanya kamu cantik kamu juga menarik itu yang nggak dipunyai oleh tunangan Thomas mengerti? tunggu tunggu jadi pertanyaanmu ini sebenarnya untuk apa kamu kesal karena Thomas ternyata mempunyai tunangan?"
"Daddy tuh selalu pikirannya terlalu jauh dad aku kan cuma nanya mengapa Pak Thomas yang sudah mempunyai tunangan masih saja mencari gadis lain? aku nggak habis pikir jadinya ck ck ck."
"Tuh lihat deh tuh lihat tangannya Pak Thomas tuh ke mana-mana coba habis dari pinggangnya terus berpindah lagi kebagian belakang gadis itu dad lalu dia mera ba-ra ba punggung gadis itu yang terdapat kaitan b r a di dalamnya tuh kan dasar buaya buntung."
"Ih aku Jadi ngeri deh, Bagaimana kalau misalnya nanti Dad, nganterin aku ke apartemen setelah itu, Thomas akhirnya tahu keberadaanku lalu aku harus gimana dad? kan Daddy juga nggak sewaktu-waktu bisa bersamaku.?"
"Vanya dengarlah aku sudah merencanakan semuanya, kamu akan baik-baik saja ya, tenanglah nanti akan diurus oleh Fajar dan Pak Bagus, mobil kamu sementara biar ada di penthouse dulu dan kamu memakai mobilku yang tidak pernah kupakai sebelumnya, oke? jadi biar kita hilangkan jejak kamu dulu sampai pikiran si curut itu tentangmu teralihkan, dan agar si curut itu tidak mengejar-ngejarmu dulu mengerti?"
"Oke baiklah jadi hari ini aku bisa pulang ke apartemen dong dad." Richard sebenarnya tidak tega melihat Vanya harus tinggal di apartemennya dengan bayang-bayang Thomas.
Namun Richard juga tidak bisa terus-menerus bersama di penthouse Richard karena walau bagaimanapun penthouse itu sudah banyak yang tahu terlebih lagi Veronica yang sewaktu-waktu bisa saja bertanya ke Rama tentang alamat penthousenya.
Semua bisa runyam kalau Vanya terlihat berada di penthouse nya.
"Sekarang kemarilah sini naik di atas pangkuanku tapi aku janji aku tidak akan berbuat lebih karena ini juga kamarnya mami Aku tidak mau mami berprasangka buruk terhadap kita Oke sayang?"
”Hmm baiklah dad, janji Janji daddy nggak akan macam-macam padaku?" tanya-tanya setelah naik di atas pangkuan Richard yang sedang duduk di sofa kamar Margaret tersebut.
"Yah aku pegang kata-kata Aku sayang." hari ini Richard menahan hasr atnya untuk tidak menyentuh Vanya dikarenakan situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan. Tidak mungkin dia berbuat yang iya-iya kepada gadis cantiknya itu di rumah tante yang sudah dia anggap seperti ibu kandungnya sendiri.
Walau tantenya Margaret tidak akan pernah melarangnya untuk berbuat yang iya-iya dengan gadis yang dia cintai. Namun sepertinya hal itu membuat Richard segan Richard tidak mau Margaret nanti berpikir kalau rumah Margaret adalah tempat yang tepat untuk melakukan itu bersama Vanya secara sembunyi-sembunyi karena mumpung tidak ada Veronica di sini.
Richard pun membelai rambut gadis itu setelah berada di atas pangkuannya kemudian Richard memeluknya erat membenamkan kepalanya di atas da da em puk Vanya. Vanya pun yang ikut bersedih melihat Richard Yang sepertinya kurang kasih sayang itu membelai rambut Richard juga setelah berada di atas dadanya Vanya juga sesekali memberi kecupan di atas puncak kepala Richard sebagai rasa kasih sayangnya kepada pria tampan dan matang itu.
"Daddy suka bila aku belai rambut jadi seperti ini apakah Daddy nyaman?"
"Iya Sayang aku suka aku suka semua yang kau berikan kepadaku. Aku suka semua sentuhanmu sentuhan tangan kecilmu kasih sayangmu seakan-akan aku lupa dengan pahitnya dan kerasnya kehidupan rumah tanggaku."
Tak terasa Richard pun meneteskan air matanya meratapi kehidupan rumah tangganya yang begitu kelam. Mengapa orang tuanya dulu menjadikannya seperti alat untuk menggapai ambisi masing-masing. Mengapa mereka berdua terutama Miranda sangat memanfaatkan anak bungsunya untuk kekuasaan semata. Kini semua sudah terjadi dan Richard harus tega menceraikan Veronica.
Hei Daddy menangis begitu sakitkah hati Daddy melihat istri Daddy yang kelakuannya seperti itu? sungguh aku ingin mengobati luka itu dad, Aku ingin bisa menjadi pelipur lara Dad. Aku ingin bisa selalu membuat Daddy tersenyum karena aku sangat mencintai Dad, perasaanku tulus sangat tulus."
To be continued..