YOUR SECRET SUGAR BABY

YOUR SECRET SUGAR BABY
Mantan Cassanova



"Iya sayang aku seneng banget akhirnya aku dikaruniai seorang anak di usiaku yang menginjak 35 (tiga puluh lima) tahun ini. Usiaku yang setua ini yang membuatku sangat bersyukur saat kamu hamil sayang terimakasih sudah hadir di hidupku yang penuh kepiluan sebelum kedatanganmu. Aku nggak percaya ada gadis yang semuda ini yang bisa membuat milikku bangun saat kita bersentuhan untuk pertama kali. Dari situ keinginanku untuk sembuh pun akhirnya muncul kembali.


Betapa tuhan sudah membukakan pintu maaf padaku yang mantan ahhh.. sudahlah sayang,"


"Dad teruskan mantan apa dad? sepertinya ada hal penting yang daddy sembunyikan dari baby?"


"Hmmm kemarilah sayang kita rebahan di tempat tidur," Vanya yang sudah berganti baju santai ini pun mengikuti perintah Richard untuk menyandarkan kepalanya di dada bidang pria tampan itu.


"Hmmm dad apa sih bikin penasaran aja deh."


"Jangan kaget dan jangan marah, dulu aku adalah seorang playboy saat aku kuliah di kampus kamu sekarang aku tidak pernah mengejar yang namanya gadis-gadis, sebaliknya mereka yang berlomba-lomba untuk mengejar cintaku. Dan aku dengan seenaknya memilih yang paling cantik. Tapi hubungan kami tidak ada yang bertahan lama,


"Aku suka mempermainkan perasaan mereka karena sampai pada titik jenuh aku tidak lagi perduli dengan keberadaan mereka. Setelah itu saat aku mulai serius dengan seseorang di semester akhir perkuliahanku, tapi karena perintah orangtuaku untuk melanjutkan studi masterku di Amerika jadi terpaksa kita harus berpisah.


Saat itu aku masih berusaha untuk melanjutkan hubungan kami dengan berhubungan jarak jauh antar negara. Namun bulan demi bulan berlalu selalu saja sambungan telepon darinya sering terputus. Mulai banyak alasan yang sepertinya di buat-buat dan akhirnya dia memutuskan hubungan long distance kita yang semakin hari semakin tidak sehat.


Setelah 1 tahun kita berpisah aku dengar dia sudah menikah dengan seorang pengusaha muda. Aku ikut bahagia untuknya. Aku pun kembali dengan tabiat lamaku yaitu mengencani gadis-gadis yang terlebih dahulu mengungkapkan cintanya kepadaku untuk melampiaskan sakit hatiku yang tak kunjung mereda.


Aku sampai di juluki Richard sang Cassanova. Begitulah cerita kelam masa mudaku yang belum aku bagi denganmu sayang bahwa aku ini bukanlah pria baik. Mungkin ini semua karma yang harus aku terima. Memiliki istri yang tidak setia karena menikah dengan suami yang penyakitan sepertiku."


"Oh dad sedih sekali sih kisah daddy, baby nggak perduli akan masa lalu daddy yang kelam, asal jangan terus menoleh ke belakang, boleh sesekali melihat ke belakang untuk introspeksi diri, tapi kalo terus menerus melihat ke belakang tanpa melihat ke depan  maka akan tertabrak dan kondisi sekitar kita akan hancur berantakan. Jadi  Dad sampe sekarang masih keinget mantan gitu padahal udah 12 tahun berlalu?"


"Nggak sayang aku hanya menceritakan kisah kenakalan remaja yang aku buat sebagai hobby, yang diantaranya tersirat hubunganku dengan mantan pacarku itu sekaligus cinta pertamaku."


"Lalu apa daddy pernah mendengar tentang kabarnya lagi setelah daddy kembali dari Amerika?"


"Aku kembali dari Amerika waktu usiaku 26 tahun dan tentu saja aku sangat penasaran tentang kabarnya dan ternyata dia sudah sangat bahagia sepertinya karena dia sudah di karuniai seorang putra dari pernikahannya itu.


"Dad meskipun daddy jujur menceritakan kisah kelam daddy tentang masalalu daddy tapi kenapa rasanya masih ada kisah kelam yang daddy sembunyikan dari baby?"


"Nggak ada sayang semua sudah aku ceritakan padamu sampai ke akar-akarnya, percayalah, sekarang Istirahatlah."


"Dad baby  pengen mangga dad."


"Mangga, bentar lagi aku telponkan pak Bagus ya agar dibelikan di supermarket terdekat."


"Nggak harus daddy yang petik dari pohonnya sekarang! huek huek huek hmmm daddy jangan dekata-dekat ama baby dulu huekk."


"Sayang kamu nanti sendirian dong nggak ada yang ngejagain kamu appartment hhmm?"


"Nggak apa bayi kita yang akan menjaga baby, udah buruan gih dad, pokoknya harus daddy yang ambil dari pohonnya nggak boleh curang dan harud di rekam ya, huekk huekk hmmm baby ke kamar mandi dulu dad!"


Vanya pun berlarian menuju kekamar mandi untuk mengeluarka lagi salad buah yang terakhir dia makan saat perjamuan makan di lantai bawah appartmentnya tadi. Vanya tidak bisa mencerna makanan apa pun semuanya di muntahkannya.


"Sayang aku nggak tega ninggalin kamu, kebetulan di Mansion mama ada pohon mangga, nanti agar aku suruh sopir mama untuk mengantar mangga itu kemari, bagaimana sayang hmm?"


"Hmmm hmmmm iya kali ini boleh di wakilin kalo besok nggak dad, besok harus dad sendiri yang ambilin."


"Baiklah sayang apa pun buat istri cantikku ini hmmm, apa masih bau? aku udah berganti baju apa aku perlu mandi lagi?"


"Hmmm huek huek daddy jangan deket-deket baby huek hmmm kenapa daddy bau parfum perempuan lain!"


"Aapa benar daddy abis bermesraan dengan wanita lain dad? hiks ayo jawab dad? siapa wanita itu."


"Yah wanita itu mencoba menempel padaku tapi bukan bermesraan lebih tepatnya dia yang sengaja menempelkan tubuhnya padaku, siapa lagi kalo bukan Veronica, hmmm masih nggak mau dekat-dekat apa perlu aku mandi lagi sayang? Aku ingi memelukmu malam ini?" Richard menjawab rengekan Vanya dengan santainya.


"Baiklah daddy aja yang menempel padaku."


"Beginikah? apa kamu nyaman jika aku menempel di pa yu da ra mu seperti ini? hmm?"


"Iya sepertinya begini lebih baik hmm, nyamannya udah nggak bau, ternyata tadi baju daddy terkena aroma nenek sihir."


"Pffftt hahaha pengennya aku makan aja kamu sekarang sayang, apalagi posisiku yang berbahaya sekali, hmmm ini empuk sekali, apa boleh hanya me lu mat nya saja?"


"Hmmm ya dad, lakukanlah," jawab Vanya dengan wajahnya yang pucat karena kebanyakan mengeluarkan muntahan.


"Hmm ppff slu rp slu rp," hi sapan demi hi sapan pun Rich berikan pada pu ting Vanya yang sudah menegang apalagi karena kehamilannya sehingga pa yu da a Vanya semakin mon tok meng kal  sin tal sangat menggoda sekali.


"Ssshh sshh daddy, aww jangan digi git please, hmm a a a hh."


"Kamu suka?" tanya Richard yang di jawab anggukan saja oleh Vanya sambil gai ahnya yang sudah bangkit sambil de sahan dan le nguhan keluar dari bibir mungil nan cantik itu.


Setelah itu se sapan itu tidak berhenti di sana kepala Richard masih berputar-putar di area da da Vanya lalu turun ke area yang paling di sukainya yaitu letak hidangan utama berada. Richard semakin menjadi jadi dan tidak mendengarkan pesan dari dr Sheila tadi bahwa boleh ber cin ta 1 minggu sekali saja. Mata keduanya pun sudah sayu tertutup kabut ga irah yang tak terbendung lagi lalu saat li dah Richard sudah menari nari di va gi na lembab Vanya. terdengan bel pintu appartment yang menjeda adegan pra ber cin ta yang mulai memanas.


Ting..tong..ting..tong..


DEG


"A h no dad teruskan nggak udah dihiraukan."


"Nggak bisa sayang, ada pesanan mangga kamu dan obat yang harus di beli dari resep dr Sheila tadi,"


"Baiklah tapi nggak pakai lama dad."


"Iya sayang, i love you my little wife, mmmuuahh."


Kemudian Richard pun turun untuk membuka pintu appatmentnya tapi tiba-tiba Richard di kejutkan dengan siapa pengantar mangga dan juga obat pesanan Richard bukanlah pak Bagus.


Cek..klekk..


"Apa yang kamu lakukan disini?"


"Gitu ya kamu kawin nggak bilang-bilang dasar cowok tak tahu diri, main kawin aja nggak pake permisi!"


DEG


To be continued..


Hayoo siapa tamu tak diundang ini guys?