
"Sudah pak,, Hiks..hiks.. daddy jahat pak, daddy jahat, aku benci daddy." Tak terasa air mata berlinang membasahi pipi mulus Vanya meratapi kisah percintaannya dengan Rich yang harus melalui sekian banyak kelokan-kelokan tajam.
"Non sabar ya non, Tuan Richard mungkin punya alasan yang tepat untuk menjaga jarak dengan enon, semua akan indah pada waktunya non, percaya ama bapak." ucap pak Bagus menenangkan agar emosi Vanya bisa mereda.
"Iya pak, terimakasih, maaf pak, saya sudah bikin malu, pasti daddy kesusahan menghadapiku, yuk deh pak nggak usah dipikirin lagi, pasti daddy udah mikirin ini matang-matang."
1 jam kemudian Vanya sampai di appartmentnya, rasanya begitu nyaman setelah 3 hari Vanya meninggalkannya itu, terbersit kerinduan yang mendalam pada ran jang yang biasanya dia tiduri.
Vanya pun melemparkan tubuhnya langsung ke atas ran jangnya merebahkan tu buhnya dan memejamkan matanya tanpa mengganti bajunya. Vanya terkapar tak berdaya lelahnya hari ini dia habiskan diluar kantor dengan dua pria yang berbeda. Yang satu udah punya tunangan tapi masih jelalatan yang satu pria yang di cintainya.
Huft.. aku mau tidur aja hmmm gud bye my bad boyfriend." Vanya pun bicara pada dirinya sendiri.
*
Thompson Corp.
Setelah Vanya pergi setelah makan siang kemarin Vanya seolah menhilang tanpa bekas. Namun Richard yang mengijinkannya pergi pada Radian sehingga amanlah posisi Vanya sekarang.
"Selamat pagi pak Radian," ucap Vanya pada Radian yang di balas ucapan salam yang sama masih dengan senyum pepsodent khas Radian.
"Pagi juga cantik, oh iya jangan lupa nanti saat pengerjaan rumah client yang suka dengan desain kamu kemarin, usahakan sesekali hadir ya? nanti biar salah satu staf disini yang menemani," ucap Radian dengan sedikit menggoda namun Radian tidak ada maksud apapun, Radian memang mengagumi kecantikan Vanya tapi apalah daya Radian sudah punya istri yang normal.
"Siap pak, seneng banget kalo ada yang suka ama desain saya, syukurlah, kalo boleh tau kapan itu pak pengerjaannya?" tanya Vanya penasaran.
"Kira-kira 2 hari lagilah, nanti pasti aku beritahu terlebih dahulu."
"Yeeyy baiklah pak Radian terimakasih."
"Sama-sama cantik."
*****
"Boss ngeliatin CCTV lantai 9 terus sih bos?"
"Nggak kok, kamu yang salah lihat kali," ucap Richard mengelak."
"Udahlah Bos, Bos nggak usah mengelak saya itu tahu kalau emang Bos nggak tahan ajak ketemu aja non Vanyanya tapi ya kan ini belum satu hari Bos gimana satu bulan ya?"
"Ah kamu ngaco aja Jar, sudah ah Sanah! berkasnya udah ku tanda tangani semua"
"Permisi boss ada Bu Bianca wartawan senior dari Majalah Bisnis yang mencari boss."
"Ya suruh masuk," ucap Richard yang memang sudah di jadwalkan bertemu dengan wartawan yang mengancam akan mempublikasikan affairnya dengan Vanya.
"Selamat siang pak Richard."
"Selamat siang, silahkan duduk."
"Membahas tentang isu kedekatan bapak dengan mahasiswi cantik di salah satu kampus yang sama dengan pak Richard apakah itu benar?"
"Bagaimana penjelasan anda dengan foto-foto yang beredar, kami mendapatkan bukti-bukti ini dari sumber yang dapat di pertanggungjawabkan.
"Bolehkah aku tahu siapa Nara sumber yang anda maksud?"
"Maaf pak Richard tapi memang kami harus melindungi privasi dari narasumber kami," jawab Bianca dengan penuh kecurigaan bagaimana orang sedingin Richard bisa bertekuk lutut dengan gadis belia yang usianya terpaut jauh darinya.
"Saya kira Bu Bianca sudah cukup mendapat informasi dari saya bukan? tunggu apalagi silahkan ibu segera pergi karena saya ada urusan lain, yang harus saya selesaikan!"
"Heh, saya sebenarnya tahu bagaimana cantiknya para orang terkenal menutupi rahasia tentang perselingkuhan mereka."
"Yah sebaiknya anda tidak perlu mencampuri urusan mereka terlalu dalam, jangan mentang-mentang anda wartawan jadi anda bisa seenaknya meneror orang itu dengan berbagai macam ancaman."
"Baiklah pak Richard saya undur diri terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk menemui saya, saran saya sebaiknya Pak Richard mulai sekarang hati-hati karena paparazzi ada di mana-mana kami juga menyebar informan dari majalah kami untuk membuntuti Pak Richard karena Pak Richard selalu saja mengingkari bahwa bukti-bukti ini adalah benar adanya Jadi kami akan cari tahu sampai kami membuktikan dengan bukti kami sendiri."
...DEG...
Jantung Richard berdetak kencang karena maksudnya nanti malam dia akan berkunjung ke apartemen sugar baby-nya itu tetapi setelah mendapat ancaman dari Bianca sepertinya niatnya itu diurungkan olehnya.
Richard dengan segala kegundahan hatinya masih merasakan sakit sesakit yang Vanya rasakan. Bagaimana tidak Vanya pasti sangat terpukul karena tiba-tiba sang sugar Daddy memutuskan sepihak untuk tidak bertemu untuk sementara waktu, Vanya yang tidak siap menghadapi hal itu merasa sangat terpukul dan menjalani hari-harinya dengan malas.
*****
"Yuk Nya makan lo nggak dipanggil ama Pak CEO lagi kan nya, eh dia melamun, Nya Nya?"
"Eh iya Man Fer yuk makan siang di mana kita keluar aja yuk bosen nih?" ucapannya sambil terbangun dari lamunannya karena biasanya sebelum makan siang tepat Richard selalu menyiapkan menu makan siang yang istimewa tetapi mulai sekarang mungkin hal itu tidak akan pernah terjadi lagi. Hidup tetap terus berjalan dengan atau tanpa Richard batin Vanya bergejolak.
"Hahahaha kita cari uang sesuai kantong pelajar ya Nya?" tanya Ferry meyakinkan.
"Ngapain cari yang mahal sekalian kita cari yang all you can eat deket-deket sini kita jalan aja alright? gue yang traktir!"
"Buset dah serius lu nya tumen-tumbenan nih?" tanya Norman penasaran.
"Udah jalan aja yang penting perut lo berdua kenyang ya nggak? nggak usah nanya uangnya dari mana yang penting siang ini kita happy, makan kenyang makan kenyang." Vanya sengaja untuk mengerjai Richard dan mulai menguras isi dari ATM yang diberikan Richard karena selama ini hanya tidak pernah menggunakannya untuk belanja ataupun untuk beli makanan sekalipun karena Vanya masih mempunyai sedikit simpanan dari hasil dia bekerja dulu lagi pula untuk bensin dan lain sebagainya serta keperluan sopir sudah dijamin oleh Richard.
*
...Resto Shabu-shabu On Yasai...
Resto ini merupakan restoran Jepang bercampur Korea yang menyajikan menu barbecue dan menu hotpot khas Korea dan Jepang.
"Udah lo berdua sekarang ambil sebanyak-banyaknya sampai perut lu meledak atau kalau perlu lo undang cewek-cewek lu berdua kemari ikut makan bersama kita cewek lu juga makan kan Oke buruan undang kemarin nama gua toh kita kan berteman nggak boleh dong jealous-jealous lagi.
Mulai sekarang lo berdua harus jujur sama cewek lu tentang gue jadi gue harap lu berdua ngenalin gue ngenalin cewek lo ke gue hari ini juga Oke buruan ntar gue yang izin ke Pak radian biar kita agak telatan dikit makannya, nah sekarang gue undang Nadia Nadia kan juga magang nih deket-deket sini oke guys tancap gas habiskan."
45 menit kemudian Nadia dan kedua gadis kekasih dari Ferry dan Norman yang keduanya juga seangkatan dan seumuran pun datang ke resto shabu-shabu on yasai atas undangan traktiran dari Vanya.
To be continued..