
Vanya
Dad, baby udah sampai, oh god dad ada Thomas disini dad, baby harus gimana?
Me
Tenang sayang, apa kamu punya teman yang bisa di mintai tolong?
Vanya
A hh ada dad memangnya mau minta tolong apa?
Me
Apa temanmu dekat? kalo dekat minta tolong temui Thomas beri dia surat atau apa dari siapa saja untuk mengalihkan perhatiannya, jadi Teman kamu pura-pura menjadi kurir pesan begitulah, gimana adakah teman yang bisa kamu mintai tolong babe?
Vanya
Ada Dad sudah
Vanya pun minta tolong pada Clara untuk menulis surat di secarik kertas yang berisi alamat palsu apa saja, seolah olah surat itu dari Vanya tanpa memberi nama pengirim, nanti Thomas pasti akan menyimpulkan sendiri.dari siapa surat itu berasal. Setelah itu Clara pun turun dari appartment nya dengan memakai masker agar penyamarannya sempurna
"Ah tuan yang pakai kemeja biru, ini pesan untuk Tuan." ucap Clara yang memakai outfit serba tertutup lengkap dengan hoodie untuk menutupi rambut merahnya.
"Dari siapa ya?"
"Tidak tau tuan orangnya hanya menitipkan sebuah amplop kepada saya permisi." pamit Clara segera bergegas pergi dari halaman depan parkir gedung appartment yang tinggi menjulang itu, takut Thomas menahannya untuk bertanya yang macam-macam.
15 menit kemudian
Me
Sudah dikirim suratnya? kalo sudah tunggu sampai Thomas meninggalkan tempat itu, lalu suruh pak Bagus mengantarmu ke penthouseku.
Vanya
Iya Thomas udah pergi lalu apa tidak sebaiknya aku pulang saja tinggal beberapa langkah ini."
Me
No no no, berangkat kemari sekarang juga!
Vanya
Tapi baby nggak bawa apa pun dad?
Me
Ya sudah malah itu yang aku mau kalo perlu tidak usah pakai apa pun, lebih yummy hmmm lezat sepertinya 😡😡
Vanya
Issshh mesumnya 😛🤤😡😡
Me
Daddy tunggu sayang
1 jam Kemudian
Penthouse Richard
Ting..tong..ting tong..
Bel pintu pun berbunyi tanda sang sugar baby cantiknya sudah berada tepat di depan pintu penthousenya . Richard yang melihatnya melalui layar TV untuk melihat tamu yang datang yang dihubungkan melalui camera CCTV yang berada persisi di depan pintu Penthouse itu. Otomatis pintu besar Penthouse itu pun terbuka setelah Rich menekan remotenya.
Penampakan Penthouse mewah Richard.
"Dad, Im scared?" ucap Vanya yang langsung memeluk erat tubuh bidang sudar daddynya sambil ton jol an payu da ra mon toknya menempel indah di antara dada dan perut Rich.
untuknya yang berubah menjadi daddy dan bukan Rich lagi
"Hmmm boleh nggak?" tanya Vanya manja.
"Terserah kamu sayang, panggil aku apapun asal yang manggil masih tetap berwujud kamu, udah laper?"
"Heem laper."
"Yang laper mu lut atas apa bawah?" tanya Rich yang terus-terusan menggodanya.
"Hmmm maksudnya?"
"Apa perlu aku sen tuh mu lut bawahnya, biar kamunya ingat?"
"What, no ampun," teriak Vanya yang akhirnya mengerti apa yang di maksud Rich tentang mu lut bawah tadi.
"Hahhaha, ayoo aku tunjukan kamarmu." Rich menarik tangan lentik nan kecil milik Vanya lalu menuju ke kamar tamu untuk berganti pakaian disana.
"Okay, hmmm adakah baju wanita disini dad?" tanya Vanya penasaran.
"Pakailah bajuku dulu karena aku belum mempersiapkan semuanya.'
"Hmmm dad boleh baby tanya sesuatu?"
"Hmmm ya."
"Hmmm kalo istri daddy apa juga pernah tinggal disini?"
"Tidak-tidak ini tempat tinggal pribadiku, kamu wanita pertama yang masuk ke penthouse ini."
"Hmmm benarkah, hmm dad baby ganti baju dulu." Vanya pun berlalu dari hadapan Rich dan langsung masuk ke kamar mandi yang ada di kamar itu.
...Ya tuhan kenapa aku suka dengan panggilan Daddy bukankah aku menjadi sepert ayahnya bukan kekasihnya, mengapa aku malah nyaman, mungkin aku sudah di butakan oleh cinta pada gadis kecil ini...
"Hmmm Dad bisakah daddy membantu membuka tali bagian belakang kemejaku?" pinta Vanya pada Rich segera Rich menghampiri Vanya yang sudah melepas celananya hingga terlihat pahatan kaki jenjang nan mulusnya terpampang indah sangat menggoda penglihatan mata Rich serta celana da lam se xy serupa ling erie yang membuat keadaan Rocky sekarang sudah semakin membesar.
"Lalu tadi siapa yang mengaitkan tali kemejamu?" tanya Rich penuh curiga karena teman-teman disekeliling Vanya yang notabene berkuliah di jurusan teknik arsitektur sangat jarang ditemukan teman wanita melainkan penuh dengan teman laki-laki. Apalagi ditambah dengan tempat magang yaitu kantor Rich yang juga di penuhi dengan laki-laki membuatnya langsung memberi pertanyaan seperti itu.
"Tadi ada mbak Rini kan office girl yang membersihkan lantai 9, dih pertanyaannya ketus gitu sih dad, bikin gak mood tauk." kesal Vanya karena Rich selalu saja curiga padanya, bi bir Vanya pun di mon yongkan 5 cm tanda saking dongkol hatinya.
"Imut banget sih kalo monyong gitu, coba lihat, hmmm ppffh," Setelah tali kemeja itu berhasil di lepas sekarang giliran Rich meminta pertanggung jawaban Vanya atas bangkitnya si Rocky.
Penampakan Rich yang sudah nggak tahan ingin menelan Vanya hidup-hidup.
"A a hh dad tunggu, baby mau mandi dulu gerah nh lengket, dad please jangan ganggu dulu."
"Aku ingin memandikanmu, ayo mandi sama-sama, sinih aku bantu melepaskan kaitan b r a nya."
"Hmmm dad tapi..tapi dad, janji cuma mandi aja?" tidak pakai ba bi bu be bo Rich dengan cekatan me lu cu ti semua kain yang menempel di tu buh Vanya hingga tidak tersisa sehelai benang pun.
"Nggak janji sayang, hmmm hmmmpp ffhh," Rich langsung menyerang tu buh mungil menggemaskan dengan pa yu da ra sin tal yang langsung di lu mat nya kasar hingga Vanya men de sah hebat dan mele nguh saking nikmat nya permainan li dah pria matang dan tampan itu di pu ting pink milik Vanya.
"A a hh hngh ha hngh dad..kapan mandinya kalo daddy men yu su ku begini, aku kan bau dad, ini memalukan dad."
celoteh Vanya karena risih dan malu betapa keringat bercampur dengan aroma tu buh Vanya malah membuat R
ich semakin ter rang sang.
Rich yang sudah tidak tahan pun akhirnya melepaskan pakaiannya sendiri hingga tak satupun helai benang yang menempel di tu buh tegapnya. Vanya yang melihat penampakan si Rocky yang sangat perkasa pun membelalakkan matanya karena tak percaya bahwa ukuran Rocky yang begitu be sar itu lah yang sering memasukinya selama ini. Lalu Vanya pun menelan ludahnya kasar dan melotot.
DEG
To be continued..
Yuk ramaikan komen di bab ini juga ya zeyeng, vote mingguan udah terbit kembali berharap zeyengnya ippiie bersedekah untuk Vanya n Richard mmmuuuahhh