YOUR SECRET SUGAR BABY

YOUR SECRET SUGAR BABY
Tahan Dong Boss!



"Halo Nya Gue kangen berat sama lo gimana kabar lo?" kedatangan Nadia dengan sangat gembira ria dan sukacita langsung saja memeluk tubuh ramping Vanya dan menc ium pipi kanan kiri Vanya


"Mmmuuahh ahahahaha." mereka berdua pun tertawa bersama betapa kerinduan yang begitu dalam masuk hingga ke relung hati masing-masing hanya dana dia karena sekian lama sudah tidak pernah bertemu sejak liburan semester ini.


"Oh ya Nya ini kenalin cewek gue Rosita." ucap Norman memperkenalkan pacarnya yang bernama Rosita kepada Vanya Rosita yang juga magang di sekitar perusahaan Richard.


"Dan ini cewek gue Dinda," ucap Ferry dengan memperkenalkan ceweknya yang bernama Dinda dan juga magang di satu perusahaan bersama dengan Rosita.


"Jadi pacar Norman dan Ferry juga seangkatan juga ya terus kalian juga satu jurusan Kok bisa magang di satu perusahaan yang sama?" tanya-tanya ingin mengakrabkan diri.


"Iya Nya boleh ya gue juga manggil Nya Vanya kan, makasih loh udah mau traktir kita akhirnya kita bisa kenalan ya Nya?"


” Iya sama-sama kalau nggak begitu gue nggak akan dikenalin sama kalian mereka tuh takut gue nih bakalan jadi penghalang hubungan kalian coba lucu banget gak sih padahal kita tuh udah temenan dari semester 1 masih aja curiga-curigai ya ampun please deh yang pasti lo berdua tuh bukan tipe gue."


Vanya pun nyerocos tak karuan karena kecurigaan Ferry dan Norman yang terlampau tinggi. Ketakutan mereka akan memperkenalkan Vanya kepada pacar-pacarnya karena pastinya pacarnya akan cemburu melihat kecantikan Vanya yang begitu paripurna dikhawatirkan akan mengakibatkan putusnya hubungan mereka berdua yang sudah terjalin dengan serius.


"Ah nggak juga sih Nya lagian nih orang berdua nih terlalu parno tau nggak sih." jawab Dinda menyela.


"Yuk Yuk makan yang banyak guys habiskan."


Mereka berenam pun bercanda bergurau bersama sembari makan makanan Jepang yang membuat mereka berselera sehingga tiga hari pun mungkin makanan di dalam perut mereka tidak akan berkurang karena saking banyaknya makanan minuman dan juga ice cream yang masuk ke dalam perut mereka untuk bekal di pihak 3 hari ke depan tanpa makan pun mungkin mereka tidak akan kelaparan.


3 jam yang sudah izin dengan atasan mereka masing-masing menuntaskan makanan mereka yang begitu banyak dan begitu mengenyangkan hingga mereka berenam pun tidak bisa berjalan tiba-tiba tagihan untuk membayar makanan keenam orang itu sampai habis 3 juta rupiah.


Kemudian otomatis si empunya ATM pun mendapat notifikasi bahwa ATM tersebut telah digunakan.


New Message Just Now


Inbox


Transaksi sebesar Rp. 3 000 000 di Restoran Shabu-shabu On Yasai. Terima kasih atas kehadiran anda di restoran kami.


"Hmmm," selama dua bulan dia tidak pernah memakai ATM Ini akhirnya ATM ini pun berguna juga.


New Message Just Now


Me


Selamat makan sayang😘😘😘


*****


Nadia, Rosita dan Dinda pun berpisah dari Ferry Norman dan Vanya yang terlebih dahulu mengucapkan terima kasih banyak kepada apanya karena telah mentraktir mereka dan juga untuk mengakrabkan diri dengan pacar-pacar sahabat Vanya yaitu Norman dan Ferry.


🏬 Thompson Corp.


setelah sampai di pintu lobi Norman Ferry dan Vanya pun bersiap untuk masuk ke dalam lift dan berpapasan dengan Richard dan Fajar Yang sepertinya akan keluar entah keluar ke mana. Norman dan Ferry pun mengucapkan hormat kepada Richard tak terkecuali Vanya.


Richard dengan wajahnya yang begitu dingin pun hanya menganggukkan kepalanya saja. Lalu pergi dari hadapan ketiga mahasiswa magang itu. Vanya yang tanpa di sadari oleh Richard, merasa geram dan menghentak-hentakkan kakinya ke lantai kantor itu saking kesalnya.


...Oke kalau itu memang mau Daddy Oke aku akan mengibarkan bendera perang sekarang juga...


Semantara itu..


🏬Kantor Pengacara


"Ini berkasnya Udah ready semua tinggal tunggu persidangan tetapi dari pihak Bu Veronica masih belum mempersiapkan apapun sehingga saya masih menunggu kabar dari pengacara Bu Veronica mengenai hal ini." ucap Athar pengacara yang mengurusi perceraian Richard dan Veronica.


"Kalau memang dia nggak ready dengan pengacaranya Bagaimana kalau kita langsung lanjut saja ke persidangan toh dia kan pihak yang dituntut mungkin hanya butuh kehadirannya saja kalaupun dia nggak berniat untuk hadir kan langsung saja bisa dilewatkan berarti kalau dia nggak hadir kan dia mengakui bahwa dia selingkuh dan tidak menuntut gono gini dari aku?" ucap Richard panjang lebar sambil meminum kopi yang telah disuguhkan oleh sekretaris dari Athar.


"Bagaimana kalau kita tunggu saja satu minggu dari sekarang bos kalau memang pihak Bu Veronica tidak ada reaksi dan tidak ada komentar biar Pak Atar yang melanjutkan ke langkah selanjutnya." usul Fajar


"Kamu tega ya kepadaku Jar puasa dong aku selama satu minggu gila ya kamu?"


Richard pun bereaksi akan pendapat dari asisten dan tangan kanannya itu karena harus memundurkan waktu persidangan perceraiannya menjadi satu minggu ke depan. Bagaimana mungkin Richard bisa menahan untuk tidak bertemu dengan sugar baby-nya sedangkan sugar baby-nya sudah mulai bertingkah dan marah-marah tidak jelas karena merasa tidak diperhatikan oleh Richard.


Sedangkan Richard pun menahan hal yang sama dikarenakan wartawan yang sudah menyamar menjadi paparazzi siap memantaunya dari sudut terjauh sekalipun.


"Bos ditahan dulu lah Bos ini juga kan untuk kebaikan bos juga kalau Bos buru-buru ini itu nanti batal dong bubar deh semuanya gagal di rencananya bos kedepannya."


”Ya sebaiknya Pak Richard tidak memunculkan hal-hal yang bisa menimbulkan rumor yang akan mempengaruhi jalannya proses perceraian Pak Richard dan Bu Veronika nantinya sehingga dapat menguntungkan pihak Veronica.


Jadi kalau boleh saya sarankan benar yang katanya Mas Fajar tadi untuk ya lebih sabarlah menunggu proses ini sampai 7 hari ke depan kalau memang sudah final dan Bu Veronica tidak bisa memberikan apa yang kita mau langsung saja kita tingkatkan ke persidangan.


Karena sampai saat ini Bu Veronica sepertinya menolak untuk bercerai dari Pak Richard, walaupun bukti-bukti yang kita punya sudah sangat cukup untuk membuat hasil persidangan itu dimenangkan oleh Pak Richard."


Richard pun letih lesu dengan mengusap wajahnya kasar dan membatin di dalam hatinya.


...Vanya sayang ternyata kita masih harus menunggu beberapa waktu lagi untuk bersama tolong bersabarlah dan jangan gegabah tubuhku jiwa dan ragaku ini hanyalah untukmu Sayang...


To be continued..