
"Walaupun kamu mengusirku sampai kamu membunuhku sekalipun Aku tidak akan pernah meninggalkanmu dari sini puas? usir saja aku usir!"
"Yang aku mau hanya Richard bukan kamu pergi kamu dari sini pergi! Aku malas bicara denganmu."
"Setelah aku memuaskanmu, begitukah rasa terima kasihmu kepadaku atau aku putar saja rekaman adegan mes um kita barusan karena aku sudah merekamnya, merekam semua percakapan kita. Karena aku yakin setelah tahu kamu bercinta denganku pasti kamu akan menyesalinya maka dari itu aku sudah merekamnya terlebih dahulu maafkan aku tapi ini untuk koleksi pribadiku Aku tidak akan pernah membukanya untuk khalayak ramai."
"Kenapa kamu tega melakukan ini semua kepadaku?"
"Aku hanya heran mengapa orang bisa bercinta berkali-kali tanpa ada rasa suka karena terus terang aku sudah mencintaimu setelah beberapa kali kita melakukan hal itu setelah beberapa kali kita bercinta dari awal aku sudah menyukaimu setelah kita sering bercinta Aku lebih mencintaimu itu perasaan yang normal tidak mungkin seseorang melakukan se k s tanpa cinta se ks itu didasari dengan rasa suka dan rasa cinta kita tidak akan pernah melakukan hal yang tidak kita sukai berulang-ulang kecuali Kamu seorang pelacur seorang pelac ur tidak akan pernah memiliki perasaan apapun karena dia bercinta untuk uang sekarang apa yang kamu dapatkan hanya kepuasan itukah yang kamu inginkan.
Karena Aku memiliki perasaan terhadapmu aku rela menunggumu selama ini walaupun orang tuaku mengejarku untuk segera menikah tetapi Aku tetap menunggumu tidak mengerti kakak kau bawa Richard tidak mencintaimu Richard ingin segera menceraikanmu apalagi bukti-bukti tentang perselingkuhanmu dengan beberapa pasangan tetapi aku tetap masih mau menerimamu.
Walaupun selama ini pasangan berc intaku adalah kamu, kamu seorang Veronica tidak seperti kamu, kamu bisa bercinta dengan berbagai pria dalam satu bulan tapi aku tetap mau menerimamu karena perasaanku tulus kepadamu."
"Hiks hiks hiks begitu tega kamu kepadaku teganya kamu menyebutku pela cur."
"Karena kamu sudah keterlaluan Veronica sudah tahu Richard tidak akan mau kembali kepadamu tetapi kamu masih memaksanya. Richard sudah bertemu dengan wanita yang dicintainya bukalah matamu Vero! bukalah matamu untuk melihat kebenaran dan bukalah hatimu untukku."
"Tidak aku tidak bisa aku tidak bisa Panca pergilah sekarang pergi dari sini aku tidak mau melihatmu kamu tolong pergi selama aku masih memberikan maaf untukmu, maka pergilah!"
"Baiklah oke aku akan pergi sekarang juga! tapi aku akan kembali, hmpp ffhh," Panca pun pamit dengan terlebih dulu meraup kasar bibir menggoda milik Veronica dan memasukkan lidahnya, memaksa Veronica untuk membalas ciuman penuh nafsunya itu, lalu Veronica pun memukul-mukul dada bidang Panca keras untuk menolak pertukaran saliva yang tidak dia inginkan itu.
Tetapi lambat laun Veronica pun mengikuti permainan lidah Panca matanya berubah sayu dan mulai mengaitkan kedua tangannya ke leher tegap pria tampan itu. Panca pun tersenyum sinis kala merasakan Veronica mulai membalas ciuman panasnya.
"Katakan kamu tidak menyukainya Vero, katakan kamu membenciku Ayo sekarang katakan hmm ppfhh," diserangnya lagi bibir menggoda Fero lalu Vero pun membalasnya lagi Dan lagi Dan lagi pertukaran saliva pun terjadi lama sekali.
"A a a hh Panca a a hh," Vero tidak ingin mengakui perasaan yang sebenarnya terhadap Panca karena begitu gengsi walau ambisinya untuk memiliki Richard tidak akan pernah terwujud.
Ciuman panas itu pun turun ke leher turun dan turun terus sampai ke payudara Vero karena masih polos dan hanya tertutup selimut tipis Panca pun membukanya perlahan.
"Katakan kamu membencinya Vero tendang aku sekarang tampar aku sekarang usir aku sekarang katakan kamu membenci sesa pan yang kuberikan kepadamu saat ini katakan hisa pan dan gigi tan ini apakah kamu membencinya?"
"A a a hh kamu menang Panca aku juga menyukaimu hiks puas kamu sekarang hiks hiks."
"Sekarang mau ku teruskan Hmmm? mau dilanjut atau stop sampai di sini?"
Panca pun menggoda Vero Dengan mengatakan
"Apakah mau dilanjutkan ataukah berhenti sekarang juga?"
Tangan dan jari telunjuk serta jari tengah Panca pun menerobos masuk ke dalam liang vag ina Veronica ternyata permukaan vagi na itu pun sudah basah dan banjir dengan hanya bertukar sali va beberapa menit tadi.
"Lanjutkan Panca aku menginginkannya lagi, Iya lanjutkan Panca lanjutkan terserah mau kamu apakan aku pasrah karena aku sudah menginginkanmu lagi."
"Apakah itu artinya kamu mau berhubungan kembali denganku kamu mau perasaan kita berdua dilanjutkan? berilah aku jawaban yang pasti jangan menggantung perasaan ku lagi."
Panca pun mengurungkan niatnya untuk meninggalkan Veronica dari apartemennya karena serangan lidah yang dia berikan tadi berhasil membuat Vero bertekuk lutut kepadanya. Vero pun akhirnya mengakui perasaannya terhadap Panca hingga membuat Panca yakin bahwa virus juga memiliki perasaan yang sama terhadapnya.
"A a hh jangan pergi Panca temani aku malam ini maafkan aku karena selama ini aku mengingkari perasaanku terhadapmu karena aku tidak rela melihat Richard berpisah denganku nantinya tapi mau bagaimana lagi dia memang tidak pernah mencintaiku dari awal."
"Jadi bagaimana mau kamu gimana sekarang? aku akan siap menemanimu kapanpun kamu membutuhkanku Vero aku akan selalu berada di sisimu Aku mencintaimu Vero sangat mencintaimu."
"A a a hh Panca hiks..hiks..hmpp ffhh." lalu Vero pun berinisiatif untuk menyerang bibir menggoda Panca sekali lagi dengan menaiki tubuh tegapnya menindihnya di atas tempat tidur king size miliknya.
Pergumulan itu pun dimulai kembali betapa keduanya sudah mengungkapkan perasaan masing-masing maka Pancasila pun semakin menjadi-jadi semua tanda cinta telah disematkan untuk membuktikan bahwa Panca memiliki perasaan yang dalam terhadap Vero dan tidak mau berpisah lagi.
...Flashback Off...
🏬 Thompson Corp.
Meeting di lantai 15 pun selesai semua divisi kembali ke ruangan masing-masing setelah makan siang selesai dilaksanakan.
"Vanya Vanya kamu Vanya kan anak magang? ada tamu mencarimu di lobby."
"Hmmm siapa ya mbak?"
"Aku kurang tahu aku hanya menyampaikan apa yang dikatakan oleh security."
"Baiklah terima kasih mbak."
❤️Daddy❤️
Baby makanlah di lantai 7 ya? menu makan siangnya udah sama sekertaris Fajar.
Me
Daddy dimana?
❤️Daddy❤️
Aku sedang meeting di Mall XX dengan para kontraktor.
Me
Baiklah selamat bekerja..
❤️Daddy❤️
Kenapa?
Me
Nggak nggak apa-apa, pengen di kelo nin Daddy lagi.
❤️Daddy❤️
Oh God si Rocky bangun nih sayang kamu tega ya, nanti ya di penthouse.
Me
Ya udah..minta cium aja deh..
❤️Daddy❤️
😘😘 mmuah
Me
Gak terasa dad gak ba sah
❤️Daddy❤️
Baby kamu menggodaku di depan semua orang😡😡😡
Me
Ahahahaha I love u sayang🤗
❤️Daddy❤️
Love u even more🤗
"Aku tidak berani bilang aku takut mengganggunya siapa sih tamu itu buatku deg-degan aja." gerutu Vanya dalam hatinya,
Vanya pun akhirnya turun menuju lobi untuk mengetahui Siapa tamu yang mencarinya itu.
*****
"Dengan nona Vanya silahkan ikuti saya, Nyonya saya ingin bertemu."
Vanya pun dituntun untuk mengikuti lelaki itu menuju ke mobil mewah di depan area parkir Thompson Corp.
"Jadi kamu jala ng kecil pengganggu rumah tangga orang!"
DEG
To be continued