
Setelah 30 menit kemudian mereka pun menyudahi kegiatan makan siang mereka karena Radian sudah menunggu Vanya untuk mengadakan meeting dengan klien yang menyukai desain Vanya tempo hari.
"Fajar temani Thomas dan Vanya ikut denganku."
"Ba baik Bos Siap Bos laksanakan Bos."
"Yah nggak kira-kira nih orang siapa yang ngajak siapa yang bawa pulang gue nggak percaya nih bos lo kalau nggak suka ama tu cewek tingkahnya aneh tahu nggak lo padahal Nia seumur-umur Si Alda buka dada sampai segitunya Dia nggak pernah ngelirik sama sekali nah nih sama si bocil malah sensi banget posesif emangnya dia bapaknya?" Galuh Thomas yang melihat Richard dan Vanya berjalan dari belakang Thomas pun tidak bisa melarang Richard karena Richard berhak atas fanya yang notabene karyawan magang di perusahaan Richard.
"Yuk Pak sini kunci mobilnya saya yang nyetir sudahlah Pak memang Pak Richard rada aneh sih mungkin juga menaruh hati dengan nona Vanya mengapa tidak Pak Thomas juga bersaing aja kan keduanya sama-sama belum diterima? Fajar pun memberi semangat Fajar tidak mau Thomas menaruh curiga pada Fajar atas hubungan Vanya dan bosnya itu.
*****
🚘
🚘
🚘
setelah Richard dan Vanya berada di mobil Richard Richard kemudian menelpon Radian.
...Outgoing Call...
"Halo Radian apa nggak bisa ditunda klien lo itu memang Vanya harus hadir di dalam meeting Lo dan klien lo begitu? kan desainnya sudah cukup harus arsiteknya datang langsung ya bukannya nanti kalau proses pembangunannya sudah akan dimulai arsitek bisa datang ke proyeknya langsung tidak perlu sekarang kan?"
"Emangnya kenapa sih Lo ada urusan sama Vanya mau lo bawa pulang sekarang dia? masih siang bro aduh tunggu sore kenapa sih udah nggak tahan ya lo?"
"Ada yang harus gue beresin ama Vanya sebentar."
"Baiklah baiklah Siapa sih yang bisa ngelawan Bos satu ini mau dipecat gue ya sudah bawalah tapi rupanya harus kembali dengan keadaan aman men jangan sampai lecet."
"Iya bawel kayak bapaknya aja lo!"
Call ended..
"Dih sensi amat main tutup telepon seenaknya dasar bucin!" Radian pun mengumpat Richard dan berbicara dengan dirinya sendiri.
✨
✨
✨
"Dad kita mau ke mana sih jangan marah dong kan Daddy tahu sendiri Pak Thomas tuh niatnya nggak macam-macam dad kan juga siang aku tadi mau menolaknya juga nggak enak karena kita ketemunya di depan lobby."
"Tunggu dulu di depan lobby emangnya apa yang kamu lakukan di depan lobby."
"Jadi begini dad tadi tuh baby tiba-tiba dipanggil sama seseorang untuk masuk ke dalam mobilnya dan di dalam mobil itu ternyata sudah ada Nyonya Vero istri Daddy Dia menyuruh baby untuk meninggalkan Daddy.
"Hah Veronica menemuimu lalu apa yang dia katakan apa dia melukaimu?"
"Yah biasalah dad baby kan udah merebut Daddy dari dia tentu saja istri mana yang tidak sakit hati kalau suaminya selingkuh dari dia."
"Oh God Vanya kenapa kamu nggak cerita ke Daddy, maafkan Daddy sayang Daddy tiba-tiba melukai perasaan mu karena daddy cemburu maafkan Daddy ya?" Richard pun menyesali perbuatannya yang tadi sudah marah-marah kepada Vanya dan meledak-ledak tak jelas. Richard lalu menggenggam tangan Vanya kemudian mencium tangan itu sambil tangan kanannya masih memegang kemudi mobil.
"Iya dad mana bisa sih baby marah terlalu lama kepada Daddy. Beby tu sayang banget sama Daddy nggak mungkin lah baby itu menduakan perasaan baby untuk pria lain percayalah dad rasa cinta baby hanya untuk Daddy seorang."
"Lalu Veronica menanyakan apa lagi padamu sayang?"
"Hahaha ada-ada saja, lalu kamu melawannya kan kamu nggak terima begitu saja kan sayang jadi cewek harus tangguh ya jangan mau ditindas oleh perempuan seperti dia."
"Ya dad baby melawannya maaf dad baby pernah mencuri dengar saat Dad berbicara dengan Pak Ramai di Penthouse Tempo hari. Jadi baby sedikit tahu bagaimana cerita tentang Nyonya Veronica yang selingkuh dari Dedi itu pun bukan hanya dengan satu orang tapi dengan banyak pria. lalu hal itu baby jadikan senjata tadi melawannya abisnya dia sudah melarang melarang baby untuk berhubungan dengan Daddy."
"Bagus sayang itu baru kekasih Daddy, tapi bisakah setelah itu kalau ada yang mencarimu atau apapun bisakah kamu memberitahuku terlebih dahulu sayang jadi aku tidak khawatir Tolong beritahu aku siapapun yang mengajakmu dan siapapun yang kamu temui oke aku tidak mau terjadi apa-apa denganmu karena semua yang mencarimu adalah salah satunya adalah seseorang yang membenci hubungan kita."
"Baik dad, ini kita mau ke mana dad?"
"Rahasia dong."
"Dad ini bukan jalan ke apartemen baby atau ke penthouse Daddy mau ke mana kita dad?"
Richard pun akhirnya membelokkan mobilnya ke salah satu butik ternama di kota itu.
"Ke butik dead Siapa yang mau beli baju Dad?"
setelah Richard memarkir mobilnya di depan salah satu butik ternama di kota itu Richard membukakan pintu penumpang agar Vanya turun lalu mereka berdua pun berjalan beriringan masuk ke dalam butik terkenal itu.
"Hai hai siapa yang datang ini? Bagaimana kabarmu Richard?"
"Baik Mom, Mommy gimana kabarnya Kok mommy nggak pernah main lagi ke rumah Nyonya Thompson?
"Hahaha Richard kamu masih saja memanggil ibumu dengan panggilan nyonya sedangkan kalau bersamaku kamu seperti anak kandungku sendiri Richard, hei siapa sih cantik yang bersamamu ini kemarilah sayang mami punya koleksi terbaru yang pasti cocok untuk kamu kenakan. Bagaimana Richard beberapa pasang dress untuk ke kantor dan juga sehari-hari lalu untuk pergi ke kampus mungkin Apa kamu masih kuliah sayang karena kelihatannya kamu masih sangat muda."
"Iya tante saya masih kuliah dan juga sedang magang di kantornya Pak Richard."
"Hei panggil saja aku mommy, namaku Margareth, no tante sayang, panggilah mommy seperti Richard memanggilku Richard sudah sering sekali bercerita tentangmu, ssst kalau curhat dia selalu datang ke sini, Laras bawa semua koleksi terbaru kita yang untuk remaja ya."
pinta Margaret kepada karyawannya di butik itu.
15 menit kemudian Laras sudah membawa beberapa koleksi madam Margaret CD sainer terkenal ini yaitu 10 pasang pakaian kantor dan 10 piece dress untuk pergi.
"Bagaimana cobalah atau kita bungkus aja semuanya ya Kamu suka nggak?"
"Suka sekali mom Vanya mau semua, boleh ya Dad?"
"Boleh dong apa yang nggak buat baby Oke bungkus semua pasti cocok kan pasti cukup kan?"
"Hahaha lucu sekali panggilan kalian baby dan Daddy mommy gemes deh Ama kamu cantik banget."
Sementara itu Thomas dan Naura tunangannya juga terlihat masuk ke butik Madam Margareth.
"UPS mom aku Ama Vanya sembunyi dulu di ruangan mommy, ada keadaan darurat."
"Ada apa sih Richard kamu bikin kaget mommy aja."
"Boleh ya mom yuk sayang, yuk cepet."
"Ya udah sana gih."
Vanya dan Richard pun bergegas untuk pergi ke ruangan Margareth di lantai 2 untuk bersembunyi dari Thomas.
To be continued..