YOUR SECRET SUGAR BABY

YOUR SECRET SUGAR BABY
Ketemu Kakak Ipar



"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Richard kasar pada Simon dan Jovanka yang tidak pernah akur karena Miranda yang selalu membeda-bedakan nasib rumah tangga kedua pasangan itu yang berbeda 180 derajat. Simon dengan Jovanka yang juga di jodohkan berakhir dengan kehidupan rumah tangga yang benar-benar harmonis karena keduanya yang saling merasakan sayang satu sama lain. Sebaliknya nasib rumah tangga Richard dan Veronica yang juga harmonis didepan media saja sedangkan kenyataannya tak semanis apa yang diberitakan media.


"Gitu ya kamu kawin nggak bilang-bilang dasar adik tak tahu diri kamu! main kawin aja nggak pake permisi!"


"Lebih baik kakak tidak usah masuk kalo hanya mau menentang pernikahanku yang sudah terjadi."


"Pffftttt  buahahhaha, tuh kan dia emosi lagi sayang, ya udah yuk nggak usah di peduliin mending kita masuk kenalan ama adik ipar." Ucap Simon yang tiba-tiba mengajak Richard bercanda dan menggandeng istri cantiknya menuju ke dalam appartment itu dengan tujuan memberikan mangga muda dan juga obat yang di belikannya di apotek hasil resep dari dr Sheila yaitu dr kandungan yang dulu juga membantu persalinan Jovanka.


10 menit kemudian sampailah pasangan tampan dan cantik itu ke dalam kamar Vanya yang  sedang rebahan di tempat tidur yang beruntungnya sudah membenahi kancing piyama tidurnya saat sesi be cin tanya tertunda karena gangguan yang silih berganti.


"Haloo, maaf gangguin istirahat kamu," Ucap Jovanka yang membuyarkan lamunan Vanya karena sudah tidak tahan menunggu mangga mudanya sampai dengan selamat untuk siap dia santap.


"Haloo, ah ada tamu ya? hmmm ini pasti kak Simon dan kak Jovanka ya? hmm maaf kak kamarnya berantakan yuk, dibawah aja, duh jadi nggak enak sampe nyamperin ke dalam kamar, kok daddy nggak bilanh-bilang kalo ada tamu."


"Eh kok tau sih kalo kita kakak ipar kamu?" tanya Jovanka penasaran.


"Udah kamu istirahat aja tadi mangganya udah siap santap udah di potong-potong ama maid di Mansion, iihhh aku sampe ikut geli ngeliatnya pasti asem," ucap Simon yang ternyata pembawaannya yang lebih ceria dari pada Richard yang garang dan sangat cuek.


"Hahhaha aku nggak nyangka kalo kak Simon tuh ceria banget orangnya beda banget ama daddy, iya kak Jo mama kan sebenernya ngajak aku untuk menginap di Mansion aja, tapi aku menolak takut kak Simon dan kak Jovanka terganggu ama kehadiranku."


"Owww kok gitu sihh sini kasihan banget sih kamu, kamu akan selalu di terima di mansion Thompson Nya, aku manggilnya Nya aja ya? mau manggil Vanya kepanjangan, Yeee welcome to Thompson Family." Jovanka pun memeluknya dan meyakinkan Vanya untuk tidak terlalu berpikiran negatif karena nanti akan berakibat fatal pada kehamilannya.


"Hmmm makasih kak, makasih udah datang kemari, hmm aku coba mangganya ya?"


"Ihh aku ngeri ngeliat Vanya makan mangga itu, sebaiknya aku temui adek durhakaku itu di bawah sayang."


"Hmmm enak kak mau coba? nggak asem sama sekali, baisanya aku tuh nggak doyan buah apalagi yang asem begini."


"Ahahha ya itu bawaan bayi kamu Nya, aku coba satu ya, hmm sshhh aduuhh Nya kayaknya aku mau ambil minum dibawah."


"Eh kak aku ikut yuk."


"Pelan-pelan Nya awas, aduh mending kamu di kamar aja deh, aku ambilin dibawah kamu mau apa?"


"Hmm minum aja kak, hmm huek,,huek,,huek." Alhasil setelah makan mangga muda 2 potong perut Vanya mulai merasa mual kembali.


"Aduh aku nggak tega ninggalin kamu nih, kayaknya kamu nggak kuat berdiri gini Nya?" ucap Jo sambil mengerutkan kedua alisnya hingga alis tebal nan indah itu menyambung menjadi satu.


New message just now


Me


Sayang ambilin minum buat kita berdua yang rada banyakan ya, Vanya muntah muntah lagi


Simon


Siap tuan puteri


Setelah membaca pesan dari Jovanka itu seketika Richard yang sudah menyelesaikan kesalahpahaman selama ini dengan kakak kandungnya itu akhirnya ikut naik ke kamar utama karena khawatir dengan kondisi gadis cantik yang kini sudah menjadi istrinya itu.


"Dia lemas banget dan nggak mau aku bawa ke tempat tidur, jadi dia masih terduduk di closet, ini lebih baik beri dia minum dan segera minumkan obat anti mual dari dokter Sheila."


Richard pun langsung menuju ke kamar mandi setelah menerima beberapa butir obat untuk Vanya minum segera.


"Sayang minumlah hmm biat tidak lemas."


"Hmm dad lemes banget," jawab Vanya manja.


"Iya sayang ayo diminum dulu, seandainya aku bisa menggantikan deritamu ini, aku bersiap menggantikan posisimu sayang."


"Beneran dad siap menggantikan baby?


"Ehem bernar sayang, seandainya bisa akku ingin memukul bebab seorang ibu seorsng ibu deperti ksmu.


Lalu Vanya pun meminum obat anti mual, penguat kandungan dan juga multivitamin lainnya.


"Yuk kita kembali ke tidur dan besok jangan masuk magang dulu ya sayang, aku takut kamu pingsan, hmmm?"


"Terus baby sama siapa di Mansion dad?"


"Kalian berdua menginap saja di Mansion, kalo ada apa-apa banyak maid yan bisa diandalkan." saran Simon agaknya di dengar oleh Richard.


"Baiklah kak, besok biar aku antar Vanya ke Mansion mama, sekarang aku akan persiapkan segala keperluannya untuk dibawa kesana."


"Oke deh ayo sayang kita tinggalkan pasangan pengantin untuk meneruskan memadu kasih.'


"Baiklah Nya aku pamit dulu, besok aku tunggu di Mansion ya, syukur-syukur kamu datang sebelum jam 9 malam jadi kita bisa bertemu dulu nanti."


"Iya kak Jo kak Simon trimaksih udah perhatian banget ama aku."


"Trimakasih sama-sama cup cup, maka yang banyak biar ibu dan bayinya sehat."


Ucap Jo pamit sambil memberi kecupan di pipi kanan kiri Vanya sambil memeluk erat tubuh mungil gadis itu.


"Ya sudah kita berdua pergi dulu, bye Vanya dan kamu Rich masih banyak hal yang belum selesai diantara kita, aku akan menagih janjimu."


"Yee udah pergi sana, lama amat!"


Kedua kakak beradik itu memang selalu seperti kucing dan anjing kalo bertemu karena usia mereka hanya terpaut 2 tahun saja Richard berusia 35 tahun sedangkan Simon berusia 37 tahun. Simon menagih  cerita mengenai kisahnya dengan Veronica yang tiba-tiba harus bercerai. Karena selama ini Simon ingin mendengar langsung persoalan pelik rumah tangga Richard dari bibir Richard sendiri.


Walau Miranda sudah menceritakan persoalan rumit yang dialami adiknya tersebut  dengan panjang lebar pada Simon dan Jovanka, tetapi rasanya tidak afdol kalo bukan si empunya kisah sendiri yang menceritakan kisah pilunya pada Simon, dan Simon akan menunggu Richard menceritakan semuanya padanya besok saat pasangan pengantin baru itu menginap di Mansion Thompson.


"Ih iya iya bawel!"


To be continued