
"Eh maaf mengganggu sebentar, tapi handphone tunanganku tertinggal di sini madam Margaret apakah menemukan handphone tunanganku di sini?"
Sudah terlanjur ketahuan Richard dan Vanya akhirnya bersikap seolah tidak terjadi apa-apa diantara mereka berdua.
"Vanya, Richard? Thomas terkejut sambil menatap nyalang dua sejoli yang sedang di mabuk asamara itu. Kaliaelann juga ada keperluan dengan madam ya?"
"Ya aku mereferensikan butik mommy karena Vanya mau membeli setelan untuk kerja, Oh iya mgomong-mgomong kita tunggu undangan pernikahanmu bro, sepertinya lancar-lancar aja nih." Richard memberikan Thomas serangan telak,dengan membahaas tunangan Thomas.
DEG
Sialan ada Vanya tadi kenapa aku kenapa membahas tentang tunangan.
"Aaa ya ya ha ha iya lancar ha ha," jawab Thomas sambil matanya melirik ke kiri lalu tangannya menggaruk pipinya sebelah kanan yang sepertinya tak gatal. Thomas bertingkah seolah-olah menutup urat malunya yang sedang di uji oleh Richard bahwa Thomas memang sudah mempunyai tunangan.
Beruntungnya Rich dan Vanya karena ternyata Thomas tidak curiga padanya sebaliknya Thomas yang sekarang pasti sudah merasa sangat keki dan malu sekali kepada Vanya. Bagaimana tidak pastinya Vanya sudah menganggap Thomas layaknya pria yang suka mempermainkan wanita, sudah punya tunangan kok masih jelalatan.
Saat ini Vanya pasti sudah illfeel melhatku argggghh s h i **! Apa yang harus ku lakukan supaya Vanya tidak menganggapku buaya darat uh, duh kok bisa jadi begini sih sial!
"Mom kita udah selesai, kita pamit dulu ya," pamit Vanya karena Rich sudah kelihatan lelah.
"Baiklah sayang, hati-hati ya dan terimakasih banyak."
"No mom aku yang terimakasih banyak, terimakasih karena mommy udah mau aku anggap sebagai ibuku," ucap Vanya sambil memeluk erat tubuh ramping Margareth.
"Hmmm sama-sama sayang, Rich jaga dia baik-baik jangan bisarkan pria seperti Thomas merebutnya darimu.
"Okay mom, thats easy."
"Dih pede sekali dia," Margareth pun meremehkan Rich dengan memutar bola matanya searah jarum jam.
Setelah kepergian Rich dan Vanya para karyawan Margaret pun berkumpul di meja kerja Margaret untuk membahas perihal siapa gadis cantik yang dibawa oleh hot daddy idaman mereka itu. Mereka heran mengapa Rich malah memperlakukan Vanya layaknya kekasihnya. Apakah ada hubungan antara mereka berdua lalu bagaimana dengan Veronica.
"Madam tadi itu siapanya mas Richard? kok mesra banget ya, dengan mbak Vero saja mas Richard dingin banget, bahkan dengan gadis lain juga tidak pernah bertingkah se imut itu," ucap Tyas sang karyawan.
"Hahahha oh iya, kalo aku sih sebagai mommynya selalu mendukung siapa pun gadis yang menjadi pasangan terakhir Rich kelak, karena pasangannya yang sekarang mungkin tidak pernah membuat Rich sebahagia seperti yang Rich rasakan pada gadis itu."
"Oh jadi mereka pacaran madam? ceweknya masih muda banget ya madam, terus cantik banget, semoga aja mereka berdua berjodoh ya madam."
"Ya aku harap juga begitu, semoga Rich bisa merasakan kebahagiaan yang tidak pernah Rich rasakan dengan Veronica."
Dalam perjalanan ke Penthouse.
"Sepertinya Thomas udah jera sayang dia nggak akan ganggu kamu lagi sekarang," ucap Rich sambil tangan kirinya membelai Rambut indah nan panjang Vanya yang tadi di ikat sekarang digerai saja karena semburat tanda cinta yang tersebar di tengkuk belakang Vanya.
"Yah baby lega jadinya dad," Vanya yang terlena dengan belaian itu pun tak kuasa menahan lelah kantuk yang lalu membuatnya memejamkan matanya pelan.
"Baby..babe lucu sekali sih gadis cantik ini tiba-tiba tertidur karena belaian tanganku, ya tidurlah sayang nanti aku bangunkan kalo kita sudah sampai."
"Bangun yuk sayang hmmm baby, yuk bangun," ucap Rich pelan sambil membelai pipi mulus kekasih cantiknya itu pelan.
"Hmmm, nanti dad," jawab Vanya dengan mata yang masih terpejam malah menepis belaian Rich dan tidur miring ke kiri untuk menghindari suara berisik Rich.
"Heyy mulai nakal ya," ucap Rich lagi lalu terbersit pikiran jahil Rich, bagaimana cara yang tepat untuk membuat sugar babynya itu terbangun dari tidur lelapnya.
Tangan Rich mulai masuk ke dalam dress diatas lutut gadis cantiknya itu, lalu membelai kaki jenjang Vanya yang tertutup Rok itu hingga si empunya kaki me lenguh pelan.
"A a hh daddy, aww dadd, iya iya baby bangun," seru Vanya yang terkejut saat tiba-tiba tangan Rich menerobos masuk kedalam ce la na da lam Vanya dan memberi sen tuhan sedikit ke cli to Vanya hingga membuat Vanya men de sah sejenak lalu terbangun.
Agaknya sekaran Rich sudah menemukan cara ampuh untuk membangunkan gadis cantik itu agar tidak mengulangi untuk tertidur di sembarang tempat dengan menggunakan rok.
***Appartment Veronica ***
Outgoing Call
PANCA
Ya Ver ada apa sayang?
"Panca aku merindukanmu, bisakah kamu kemari?"
"Hmmm malam ini nggak bisa sayang, ada acara blind date yang harus aku hadiri,"
"Apa kamu bilang blind date? coba ulangi sekali lagi?"
"Iya sayang blind date, ibuku memaksaku untuk mendatangi blind date dengan wanita yang dipilihkan oleh ibu, aku udah nolak tapi ibu tetap meminta wanita yang kucintai untuk dibawa kerumah, ya kan kamu tahu sendiri, apa yang akan terjadi pada ibuku jika wanita yang kucintai adalah Veroniica Thompson, jantungan pasti beliau."
"Hah apa kamu nggak bisa beralasan lain? bagaimana jika kamu suka pada wanita yang nanti akan kamu temui itu dan sebaliknya bagaimana jika wanita itu juga suka padamu hah? apa kamu akan menjalin hubungan dengannya dan melupakanku begitu saja begitu? katakan Panca?"
"Hei aku hanya akan menemuinya dan bilang padanya kalo aku ini udah punya wanita lain yabg kucinta, kuharap dia juga udah punya seseorang yang dia suka, tenanglah Ver memangnya perasaanku bisa tiba-tiba berubah ama kamu begitu? aku serius ama kamu makanya aku harus membereskan blind date ini secepatnya."
"Bisakah kamu tidak usah pergi saja Ca, aku takut kamu akan berpaling dariku jika wanita yang kamu temui nanti lebih muda dan lebih menggoda dariku,"
"Sayang dengar kan udah aku bilang perasaanku padamu tidak akan berubah, aku harus membereskan hal ini terlebih dahulu karena aku udah capek mendengar ibuku mengomel terus menerus, aku kapan menikah, ibu sudah tua waktunya meminang cucu dariku, padahal kakak sudah memberi ibu 4 cucu yang lucu-lucu, kata ibu kalo beliau keburu mati maka aku yang akan menyesal seumur hidup kenapa tidak segera menikah."
"Ya sudah pergi sanah dasar pria dimana-mana sama saja!"
Call ended..
DEG
To be continued