YOUR SECRET SUGAR BABY

YOUR SECRET SUGAR BABY
Porsi Kuli



Mall Xxx


...🌁Restoran Ala Vietnam...


Vanya yang sudah mengorder setiap makanan favoritnya yang ada di restoran Vietnam itu, tiba-tiba seperti kemasukan roh halus hingga memakan makanan itu sampai habis 2 porsi. Betapa perubahan yang terjadi setelah dia hamil memang begitu drastis. Hari ini nggak mau makan besok beda lagi.


Vanya tidak perduli dengan sorotan mata orang-orang yang melihatnya dengan pandangan aneh karena memakan makanan sebegitu banyak dan dihabiskan sendirian tanpa teman satu pun.


"Hey Nona pelan-pelan kalau makan, Nona hei kamu seperti 10 hari tidak makan saja?" tanya seorang pemuda yang juga makan di restoran itu, yang juga sedang sendirian menikmati makanannya. Pemuda itu sepertinya sedang menunggu seseorang yang sedang diundangnya makan di restoran itu. Seketika pandangannya miris terhadap Vanya karena seorang gadis cantik seperti Vanya seharusnya mempunyai table manner tetapi sebaliknya Vanya memakan makanan itu dengan cara serabutan seperti kuli bangunan yang sudah tidak makan 10 hari lamanya.


"Maafkan saya urusilah urusan Anda sendiri karena saya makan dengan uang-uang saya sendiri tidak merepotkan anda! Pergi sana jangan ganggu saya! Saya sudah kelaparan memangnya kenapa kalau 10 hari saya tidak makan masalah buat Lo!"


Vanya pun mengomel dan marah-marah dengan makanan di dalam mulutnya yang masih berusaha dia kunyah dengan sekuat tenaga. Betapa selama hidup di dunia ini Vanya tidak pernah makan selahab itu.


Dikarenakan bentuk tubuh Vanya yang juga sangat ramping dan kecil tidak mungkin untuknya bisa memakan makanan sekaligus 2 sampai 4 porsi sekaligus seperti sekarang.


"Hai Nona dengar aku ini peduli padamu, Aku orang lain yang memperhatikanmu dari tadi tapi tingkahmu lucu sekali, kamu makan seperti orang kesetanan sayangilah perut kamu, perut kamu itu tidak mungkin kuat mencerna makanan sebanyak itu, dengan tubuh sekecil itu kamu makan makanan sebegini banyak sekaligus sendirian, dasar cewek aneh!"


"Urusi saja urusan anda jangan mengganggu saya pergi sana!"


Vanya seperti orang kesetanan dan juga mengamuk karena caranya makan dikomentar dari pemuda itu.


"Oh jadi Anda pengen membantu saya makan? sini bantu sini kalau kamu nggak tahu malu!"


"Cih nggak sudi ya makan makanan bekas kamu seperti itu, makan seperti orang kesetanan padahal sayang ya cantik-cantik makannya seperti itu, mana sudi lelaki baik-baik mau mendekati kamu!"


"Biarin lelakiku lebih tampan dan lebih kaya daripada kamu!"


"Cih mimpi dengan tingkah lakumu seperti itu yang tidak mempunyai table manner dan sopan santun mana mungkin lelaki yang lebih tampan dariku mengejarmu, mimpi kok ketinggian, berisik ke laut dana!"


"Yee kalau tidak suka nggak usah dilihat, ini juga uang-uang ku sendiri makan makananku sendiri apa urusannya sama kamu!"


Vanya pun tidak memperdulikan ocehan pemuda itu lalu berbalik membelakangi pemuda itu hingga pemuda itu hanya bisa melihat bagian punggung dan rambut Vanya saja.


"Cih benar-benar mimpi kali ada lelaki super tampan dan super kaya naksir padanya? kelakuan seperti itu mau memikat pria tampan dan kaya hahaha pergi sono ke laut sendiri."


Vanya pun makin membuat panas pemuda itu dengan memesan lagi 5 porsi menu makanan yang berbeda-beda.


"Wuih nambah lagi, cewek ini benar-benar gila ya, CK ck gila nih cewek, eh hidup masih panjang non sisain apa buat besok lagi mau dimakan semua sendirian? gak abis pikir gue!"


Vanya pun menelpon Pak bagus karena perutnya udah kekenyangan dan agar Pak Bagus juga makan di situ menemaninya. Pak Bagus pun datang berbondong-bondong setelah ditelpon oleh Vanya.


"Ya ada apa Non?"


"Pak duduk pak yuk pak makan pak?"


"Ta tapi non saya nggak berani non?"


"Udah makan aja Pak ini udah kebanyakan perutku udah kenyang banget pak."


"Ba baik Non baik kalau non maksa bapak juga makan deh tapi nanti kalau Tuan datang saya bungkus aja ya Non takut Tuan marah."


Vanya masih dengan tingkah konyolnya berbicara sambil di dalam mulutnya masih penuh dengan makanan.


Lalu tiba-tiba terdengar suara tertawa seperti mengejek dari ujung sana. Ternyata pemuda tadi yang yang mengomel hebat yang beradu mulut dengan Vanya menertawakannya perihal Vanya yang mempunyai kekasih tampan dan super kaya ternyata yang muncul adalah Pak bagus lelaki tua dan berumur dengan semburat keletihan di wajahnya dan lebih pantas menjadi ayahnya daripada kekasihnya.


"Hahaha ternyata ini kekasihnya yang super tampan dan super kaya hahaha sungguh konyol gadis itu sayang cantik-cantik tapi rada oon."


"Non sepertinya pemuda itu mengejek non apa bapak samperin aja ya non kata-katanya sudah keterlaluan."


"Udah biarin aja Pak nggak usah dipeduliin enakan juga makan kenyang."


"Hahaha perutku masih geli melihat gadis itu mending juga sama gue super tampan dan super kaya mana ada super tampan dan super kaya versi dia versi seumur bapaknya hahaha."


"Non pemuda itu masih juga ngomongin enon sambil ketawa-ketawa sama temennya non."


"Udah Pak biarin aja ayo makan nggak usah peduliin enak juga makan Pak kenyang daripada ngomongin orang makin laper jatuhnya."


Semenjak hamil sepertinya terjadi perubahan yang drastis dari tingkah laku kebiasaan dan juga sifatnya. Sekarang tingkah laku gadis itu seakan suka terus terang blak-blakan frontal seenaknya sendiri dan juga makin berani.


"Halo sayang udah lama ya? maaf ya macet banget aku jadi telat deh."


"Ma maafkan saya tuan saya bungkus aja tuan makanan saya tuan silakan tuan duduk aja."


"Nggak usah Pak Bagus pindah meja aja." ucap Richard kepada Pak Bagus agar berpindah meja untuk melanjutkan menyantap makanannya dan tidak perlu dibungkus.


"Dad ayo makan, enak banget nih."


"Sayang kamu menghabiskan segini banyak sudah habis 7 porsi sendirian?"


"Iya enak banget dad rasanya satu bulan lamanya mual-mual pusing muntah terbayarkan hari ini."


Richard pun menunjukkan kemesraannya dengan membelai rambut Vanya dan menguncir rambutnya yang hampir bercampur dengan sup di makanannya Richard dengan begitu perhatian mengikat rambut Vanya ke belakang agar istri cantiknya itu bisa leluasa makan tidak bercampur dengan rambutnya.


"Heh Steven tuh lihat tuh kayaknya tuh lakinya deh yang tadi itu sopirnya kayaknha tuh pindah tuh mejanya tuh rasain lo mulut lo pedes banget ngatain dia."


Seketika pemuda tadi diam seribu bahasa saat melihat laki-laki yang memperlakukan Vanya dengan mesra adalah seorang Richard Thompson pengusaha pebisnis muda terkenal seantero negeri ini, yang beritanya selalu diburu oleh wartawan karena mengandung pundi-pundi uang yang berlimpah apabila memuat berita tentangnya.


"Hah nggak percaya gue coba kita taruhan ya motor sport lo yang baru Lo beli kemaren gue ambil kalau gue menang tapi kalau gue kalah emang ternyata itu lakinya mobil sport gue jadi milik lo.


"Hah oke siapa takut? menarik banget tawaran lo Steve."


"Hai Nona sekarang udah ada temennya makan ya apalagi yang nemenin pak Richard Thomson memang Anda siapanya Nona Ini dari tadi makannya seperti orang kesetanan udah gitu dia bilang kalau kekasihnya super tampan dan super kaya lebih tampan daripada saya hah Siapa yang percaya hahaha." Steven pun dengan kepercayaan diri yang tinggi menyerang Vanya dengan kata-kata yang lebih menyakitkan lagi di depan Richard.


"Siapa kamu berani beraninya mengganggu pacarku?


...DEG...


To be continued