YOUR SECRET SUGAR BABY

YOUR SECRET SUGAR BABY
Lunch Together



"aku angkat telepon dulu ya pak permisi."


...Incoming Call...


❤️R❤️


"Halo Dad"


"Kamu lagi di mana Vanya." tanya Richard dengan nada ketus.


"Aku lagi berada di kantor Dad, tunggu dad sebenarnya Pak Thomas mengajakku makan aku tidak bisa menolaknya Dad i'm sorry I dont wanna let you down, i don't mean to dissapoint you, I don't wanna make you jealous please understand. (aku nggak mau membuatmu sakit hati bukan maksudku untuk membuatmu kecewa kepadaku dan aku tidak bermaksud untuk membuatmu cemburu dad, tolong mengertilah)."


"Karena aku melihatmu dengannya makan di restoran Jepang iya kan?" Ya sudah!


Call ended..


Richard pun menutup sepihak telepon itu.



Penampakan visual Vanya yang terkejut karena Richard tiba-tiba menutup teleponnya.


"Dad halo dad dad please jangan marah halo."


"Yah ditutup sih gitu aja kok marah, kan gue cuma makan nggak ngapa-ngapain dih bete gue." Vanya pun berbicara dengan dirinya sendiri kesal karena Richa tiba-tiba menutup teleponnya sepihak lalu menghentak-hentakkan kakinya ke lantai resto itu.


*****


"Ada apa kok sepertinya kesal setelah menerima telepon."tanya Thomas saat Vanya kembali ke tempat duduknya dengan muka yang sudah ditekuk.


"Ah nggak apa-apa Pak ada yang lagi datang bulan tiba-tiba nyemprot nggak jelas."


"Hahaha ternyata kamu suka bercanda juga ya Vanya."


"Jadi mood saya hilang nih pak Apa bapak sudah makannya? yuk balik yuk?"


Vanya pun mengajak Thomas untuk segera kembali ke kantornya karena sudah tidak berselera makan tiba-tiba sugar daddy-nya marah-marah tidak jelas karena cemburu.


"Hei duduklah dulu tenangkan dirimu apa pacarmu yang menelponmu dan cemburu? apa dia mengetahui tentang kita yang berduaan makan di sini?"


"Iya Pak tiba-tiba marah nggak jelas kan jadi nggak mood nih."


"Aku tidak tahu ternyata karyawan magang juga bebas keluar-keluar kantor ya?" Richard tiba-tiba memotong pembicaraan Thomas dengan Vanya dan membuat suasana semakin tegang.


"Aduh beruntung sekali nih bisa ketemu pak CEO di sini, suasana makan siang kita menjadi semakin ramai nih Vanya. Pak CEO juga belum makan ya lebih baik kita jadi satu aja mejanya Yuk makan sama-sama biar Vanya juga berselera lagi untuk makan." Thomas mencoba mengimbangi suasana tegang itu lalu mengalihkan perhatian Richard agar Richard tidak marah kepada Vanya karena Vanya tiba-tiba keluar tanpa izin dari atasannya secara langsung.


Thomas berpikiran Richard pasti marah karena karyawan magang kan tidak boleh bebas keluar kantor seenaknya sendiri. Padahal kemarahan Richard akibat kecemburuannya terhadap dirinya dan Vanya yang tiba-tiba jalan berdua pergi untuk makan siang.


"Mbak Tolong pesankan satu menu dua menu lagi seperti ini untuk Pak Richard dan Pak Fajar ya di sini dan minumnya Tolong mbak tanyakan langsung ke orangnya nih." Thomas pun memanggil waiter resto masakan Jepang itu agar segera melayani kedua orang tamu tak diundang itu.


Kedua orang itu pun akhirnya memesan makanan sesuai yang mereka mau. Vania kemudian sedikit lega karena Richard datang dan mengetahui bahwa Vanya dan Thomas memang tidak ada niat apa-apa hanya sekedar makan siang biasa.


"Vanya apa Pak Thomas mengganggumu, karena kalau dia macam-macam denganmu Jangan takut untuk bilang kepadaku ya?" ucap Richard kepada Vanya.


"Pak Thomas jinak kok pak." jawab Vanya yang sedikit menyindir Richard bahwa Thomas tidak berlaku seperti dia yang tiba-tiba meledak-ledak karena cemburu yang tak berdasar.


"Oh ya Bro ngomong-ngomong Ada acara apa nih kalian berdua ke mall ini?


"Tapi beneran Bro kamu itu aneh sekali padahal dengan karyawan lain kamu tidak seperhatian itu kenapa dengan Vanya kamu terlalu sensitif Apa kamu mempunyai perasaan juga terhadapnya seperti yang aku rasakan?"


Wajah Vanya seketika berubah merah seperti tomat Karena malu dengan perkataan Thomas yang tiba-tiba mengungkapkan perasaannya di depan Richard. Sungguh Thomas sangat blak-blakan dengan perasaannya itu.


"Sayang sekali Bro tapi Vanya sepertinya sudah punya pacar jadi jangan coba-coba mendekatinya oke?" jawaban Richard itu agaknya membuat Thomas sedikit curiga Vanya yang punya pacar mengapa Richard yang melarang-larang.


"Hahaha kamu seperti ayahnya saja Bro mengapa kamu ikut mengatur kehidupan Vanya kan katanya belum menjawabku Aku akan tunggu agar tanya berpikir Siapa yang dia pilih dengan pacarnya atau denganku?"


"Bos sudah Bos lapar nih bos Yuk makan lagi lanjut makannya non, Pak Thomas yuk yuk kita makan lagi." Fajar pun membuat suasana agar tidak terlalu tegang betapa kedua rival cinta itu sepertinya ingin sekali bergulat karena berebut cinta Vanya.


...Incoming Call...


Norman


"Permisi Pak Richard Pak Thomas dan Mas Fajar saya menerima telepon dulu ya." pamit tanya menepi sebentar untuk menerima telepon dari Norman.


"Halo Ya Man."


"Nya lu di mana?"


"Gue lagi di luar nih lagi makan siang, emang ada apa sih Man?"


"Pak Radian nyariin loh karena kliennya milih desain lo untuk pembangunan rumahnya."


"Wow benarkah?" wajah Vanya pun berubah gembira setelah mengetahui bahwa desainnya disukai oleh klien dari Pak Radian.


"iya lebih baik buruan deh lo cepetan balik nanti langsung ngadep ke Pak Radian ya."


"Siap gue habis ini kelar kok ntar gue langsung ngadep ke pak Radian langsung."


Call ended..


"Sepertinya ada kabar bahagia nih?" tanya Thomas yang melihat raut muka Vanya yang berubah menjadi senang setelah mendapat telepon dari Norman tadi.


"Kamu dipanggil Radian Vanya?"


"iya pak pak Radian memilih desain saya karena kliennya menyukai desain saya." jawab Richard kepada Vanya atas pertanyaannya itu tadi.


"Wow selamat ya Vanya boleh nih aku juga mau membangun sebuah rumah kecil untuk kita nanti hidup bersama, Aku mau nanti kamu yang membuat desainnya sayang Vanyaku."


"Pfftt hahaha, wah Pak Thomas nih sepertinya sudah nggak tahan untuk nembak Nona Vanya nih!" tawa Fajar itu tadi membuat Richard geram dan menginjak kaki Fajar dari bawah meja itu sekeras-kerasnya.


"Aww..aduh sakit," Fajar pun mengadu karena kakinya diinjak sekeras-kerasnya oleh Richard.


"Kenapa lo jar kok tiba-tiba kesakitan?" tanya Thomas yang kaget setelah Fajar tertawa sedetik kemudian mengeluh sakit


"tahu nih Pak ada kucing keluyuran di mall."


"Ada-ada aja mas mas mana ada kucing keluyuran di mall, yang ada mah kucing kepala hitam." Vanya dan Fajar pun saling sahut-menyahut menyindir Richard.


...Awas gadis kecil setelah sampai di penthouse nanti malam akan ku buat kau tidak berjalan...


To be continued