YOUR SECRET SUGAR BABY

YOUR SECRET SUGAR BABY
Nemplok Sana Sini



"Lo Vanya ya, ya tuhan apa ini jodoh dari tuhan hingga kita di pertemukan dengan tidak sengaja disini, ternyata kamu pindah bekerja disini, pantas padahal tiap malam aku menunggumu di cafe pool and bar tempatmu bekerja dulu, kamunya nggak pernah nongol, a hh aku seneng sekali akhirnya kita di pertemukan kembali, oh iya aku belum memperkenalkan diri namaku Thomas pengagum rahasiamu."


"Ohhh halo iya pak Thomas, saya magang disini, mau ketemu pak CEO ya?"


"Oh jadi kamu anak kuliahan to?


"Iya saya kuliah jurusan arsitektur semester 6 dan di waktu libur kuliah ini waktunya magang pak."


"Kamu juga dari ruangan Richard ya?"


"Iya saya dari ruangan Rich upps pak Richard tadi minta tanda tangan," Vanya jadi gugup karena salah sebut nama Rich saja tanpa embel-embel pak.


"Oh iya waktu itu aku telpon ke ponsel kamu, tapi yang angkat sepertinya ayah kamu jadi aku minta maaf karena menelponmu terlalu malam kepadanya, lalu dia menutup ponsel kamu begitu saja hahha, salahku juga sih setelah dapat nomor ponsel kamu dari salah satu teman kamu di cafe, saking senangnya aku langsung menelponmu tanpa tahu waktu."


Pfttt pasti Rich yang mengangkat telpon dan tidak jadi pulang ke rumahnya padahal istrinya sudah menyuruhnya pulang waktu itu. Biar saja dia menganggap suara Rich adalah ayahku agar dia tidak macam-macam.


"Iya mungkin daddy marah,hmmm kalo gitu saya permisi takut atasan saya mencari saya, mari," pamit Vanya pada Thomas sambil menekan tombol untuk membuka pintu lift karyawan menuju ke lantai 9.


"Vanya tunggu, apa boleh aku antarkan pulang setelah kamu selesai bekerja?" Thomas begitu gencar melakukan pendekatan. Beruntung Rich yang sangat perhatian dan super kaya sehingga Vanya pembelian mobil dan sopir pribadi pun dengan begitu mudah dia penuhi. Sehingga tidak ada alasan lagi baginya untuk nemplok sana sini mencari tumpangan lelaki lain yang bisa saja memanfaatkan situasi itu.


"Oww maaf pak Thomas saya sudah punya sopir pribadi yang menjemput saya tiap hari."


A hh  aku benci di tolak, jadi gadis ini anak orang kaya?? tapi mengapa dia bekerja sebagai waiter di pub malam sebelumnya? sungguh membingungan, hmm aku harus menyelidikinya.


Gerutu Thomas dalam hatinya. sementara itu di ujung sana, Alda yang melihat hal itu pun bersuara dalam hatinya.


Dasar kecil-kecil sudah jadi ja lang lihat saja aku adukan kamu ke Richard agar dia juga ill feel padamu, semua pria tampan dan kaya mau kamu embat dan kamu habiskan sndiri hah? ooohh No tidak akan ku biarkan hal itu terjadi.


"Oww maaf aku tidak tahu, okelah kalo begitu, tapi apa malam ini setelah pulang kamu ada waktu aku ingin mengajakmu ke suatu tempat yang pasti kamu suka bla bla bla," celoteh Thommas hingga di rasakan oleh Rich di dalam ruangannya, karena Alda melaporkan kepada Rich bahwa Vanya sedang asyik menggoda lelaki CEO lain. Tanpa menghiraukan hujatan Alda, Rich langsung saja keluar dari ruangannya untuk melerai perlakuan Thomas yang sudah sangat membuat Vanya tidak nyaman.


Rich tidak begitu saja percaya dengan ucapan Alda yang cemburu dengan kecantikan Vanya tidak ada beda dengan kemarahan Kemi pada Vanya hingga meledak-ledak hingga berbuah pemecatannya.


Rich yang begitu marah hingga dengan tegas memberi peringatan pada rekan bisnisnya yang sudah seperti temannya itu, karena Rich sangat tau apa yang akan dilakukan Thomas selanjutnya bila sudah tertarik pada satu wanita, apalagi wanita itu juga gadis simpanannya.


"Baiklah tenang-tenang bro, ayo kita bicara di ruanganmu."


Breng sek aku harus memperketat penjagaan pada Vanya, pasti laki-laki ini dengan mudah bisa mengendus keberadaan Vanya setelah ini. Dia akan sering mendekati Vanya dengan tiap hari datang ke perusahaanku.


Rich harus memasang sinyal waspada agar kekasihnya tidak di goda lagi oleh Thomas.


"Heii bro jangan emosi dulu, sekarang akan aku  ceritakan, iya dialah gadis itu, itu tadi gadis cantik yang bekerja sebagai waiter di bar yang tempo hari aku ceritakan, sekarang kamu tahu kan bagaimana seleraku tentang wanita, tadi aku mau antarkan dia pulang tapi katanya dia sudah diantar sopir pribadi, yang buat aku heran kalo memang dia anak orang kaya mengapa orangtuanya tega membiarkan anak gadisnya yang secantik itu sampai bekerja sebagai waiter di sebuah club malam yang notabene banyak bertebaran pria pria hidung belang yang siap melahap gadis secantik itu bro, kamu setuju nggak ama pendapatku?" ujar Thomas dengan wajah yang berbunga-bunga yang sudah di penuhi kupu-kupu yang beterbangan di sekelilingnya.


"Yah mungkin orangtuanya sudah bangkit dari keterpurukan, lagian kamu kan udah punya tunangan kenapa masih menggoda gadis belia seperti dia, aku nggak akan biarin kamu berbuat macam-macam padanya."


Rich menunjukkan keposesifannya terhadap Vanya, dengan tanpa disadari oleh Rich, Thomas sedikit merasakan ada hal yang mencurigakan.


"Tunggu-tunggu bro, hei  tumben sekali kamu peduli dengan karyawan wanitamu? biasanya kamu tidak pernah peduli dengan penampakan karyawan wanitamu yang lain, walau sudah mengumbar belahan pa yu da ra nya untuk menarik perhatianmu. contohnya si Alda, kalo aku jadi kamu sudah habis tu sekertaris aku makan dengan lahap di dalam private roomku tiap hari hahhahaha." ujar Thomas menggodanya, Rich yang tidak pernah memperhatikan pakaian yang dikenakan Alda yang terkadang terlampau kurang bahan itu.


Rich tidak pernah memperhatikan aksesori wanita, Rich lebih memilih kecantikan alami bukan kecantikan karena make up yang berlebihan dan balutan pakaian yang apabila di lepas akan kelihatan semua keaslian dari wanita itu benarkah dia benar-benar cantik atau hanya sekedar di buat-buat, hingga menjadi terpaksa cantik.


"Hmmm aku tidak pernah tertarik dengan Alda atau wanita lain yang terang-terangan mengejarku, aku muak dengan wanita seperti itu, maka ku tekankan padamu jauhi Vanya kalo kamu tidak mau rencana pertunanganmu berantakan."


"Heii itu baru tunangan bro, makanya aku mau menyelidiki lebih dalam tentang Vanya, ooohh god aku nggak bisa berhenti memikirkannya, tubuhnya yang ideal putih, mulus walau tidak pernah memakai pakaian se xy aku sangat yakin dibalik baju sopannya tersimpan kemolekan tu buhnya yang luar biasa, aku sampai pusing memikirkannya siang dan malam, apalagi pakaian se xy waiter yang dulu dia kenakan sangat menggoda sekali bahkan escort lady disana tidak ada yang  se cantik Vanya, maka ijinkan aku untuk mendekati karyawan magangmu itu hmmm, kamu seperti bokapnya saja Rich posesif sekali."


DEG


To be continued


yuk tinggalkan komen di tiap babnya dan beri hadiah bunga. kopi dan vote untuk ippiiee agar semangat update