
"Sudah pak,, Hiks..hiks.. daddy jahat pak, daddy jahat, aku benci daddy." Tak terasa air mata berlinang membasahi pipi mulus Vanya meratapi kisah percintaannya dengan Rich yang harus melalui sekian banyak kelokan-kelokan tajam.
"Non sabar ya non, Tuan Richard mungkin punya alasan yang tepat untuk menjaga jarak dengan enon, semua akan indah pada waktunya non, percaya ama bapak." ucap pak Bagus menenangkan agar emosi Vanya bisa mereda.
"Iya pak, terimakasih, maaf pak, saya sudah bikin malu, pasti daddy kesusahan menghadapiku, yuk deh pak nggak usah dipikirin lagi, pasti daddy udah mikirin ini matang-matang."
1 jam kemudian Vanya sampai di appartmentnya, rasanya begitu nyaman setelah 3 hari Vanya meninggalkannya itu, terbersit kerinduan yang mendalam pada ran jang yang biasanya dia tiduri.
Vanya pun melemparkan tubuhnya langsung ke atas ran jangnya merebahkan tu buhnya dan memejamkan matanya tanpa mengganti bajunya. Vanya terkapar tak berdaya lelahnya hari ini dia habiskan diluar kantor dengan dua pria yang berbeda. Yang satu udah punya tunangan tapi masih jelalatan yang satu pria yang di cintainya.
Huft.. aku mau tidur aja hmmm gud bye my bad boyfriend." Vanya pun bicara pada dirinya sendiri.
Setelah Vanya pergi setelah makan siang kemarin Vanya seolah menhilang tanpa bekas. Namun Richard yang mengijinkannya pergi pada Radian sehingga amanlah posisi Vanya sekarang.
"Selamat pagi pak Radian," ucap Vanya pada Radian yang di balas ucapan salam yang sama masih dengan senyum pepsodent khas Radian.
"Pagi juga cantik, oh iya jangan lupa nanti saat pengerjaan rumah client yang suka dengan desain kamu kemarin, usahakan sesekali hadir ya? nanti biar salah satu staf disini yang menemani," ucap Radian dengan sedikit menggoda namun Radian tidak ada maksud apapun, Radian memang mengagumi kecantikan Vanya tapi apalah daya Radian sudah punya istri yang normal.
"Siap pak, seneng banget kalo ada yang suka ama desain saya, syukurlah, kalo boleh tau kapan itu pak pengerjaannya?" tanya Vanya penasaran.
"Kira-kira 2 hari lagilah, nanti pasti aaku beritahu terlebih dahulu."
"Yeeyy baiklah pak Radian terimakasih."
"Sama-sama cantik."
*****
"