YOUR SECRET SUGAR BABY

YOUR SECRET SUGAR BABY
Rival Cinta



Ruang Arsitektur lantai 9


"Nya lama banget sih lo? sini lo di beri tugas membuat rancangan rumah minimalis mewah berukuran luas bangunan 15 m x 25 m untuk client." Ucap Norman pada gadis cantik itu.


"Yee gini dong, kan gue jadi semangat magang kalo di kasih tugas sesuai dengan kemampuanku, akan aku rancang rumah mewah minimalis yang terbaik untuk client ituhehehe, tapi sepertinya hasil rancangan gue entar pasti masih dibandingin dengan hasil rancangan arsitek lain ya gak, secara beliau kan juga salah satu arsitek terbaik yang dimiliki Thompson Corp."


"Ya iyalah so pasti, tapi pak Radiant tadi juga bilang akan memberikan hadiah kepada pemenangnya, kalo client memilih salah satu dari hasil rancangan staf arsitek disini tak terkecuali karyawan magang Nya, jadi kita semua berkesempatan mendapatkan hadiah bonus menarik itu, jangan kuatir makanya elo buat aja gambar rancangan rumah minimalis itu siapa tahu client itu tertarik ama hasil rancangan elo."


Vanya pun segera mengarsir gambar sedemikian rupa dan menyelesaikannya tepat sebelum jam 7 malam. Pak Bagus yang sudah setia menunggunya di Basement paking area perusahaan itu pun dengan sigap membukakan pintu mobilnya kala sang majikan sudah mendekat kearah mobilnya. Kemudian mobil itupun melaju langsung ke arah appartment Vanya.


2 jam sebelum jam pulang.










Ruang CEO


"Heii itu baru tunangan bro, makanya aku mau menyelidiki lebih dalam tentang Vanya, ooohh god aku nggak bisa berhenti memikirkannya, tubuhnya yang ideal putih, mulus walau tidak pernah memakai pakaian se xy aku sangat yakin dibalik baju sopannya tersimpan kemolekan tu buhnya yang luar biasa, aku sampai pusing memikirkannya siang dan malam, apalagi pakaian se xy waiter yang dulu dia kenakan sangat menggoda sekali bahkan escort lady disana tidak ada yang  se cantik Vanya, maka ijinkan aku untuk mendekati karyawan magangmu itu hmmm, kamu seperti bokapnya saja Rich posesif sekali."


"Iya itu bentuk tanggung jawabku sebagai senior walau sebagai alumni aku pantas di panggil paman olehnya, aku nggak mau perusahaanku tercoreng dan di masukkan ke dalam daftar hitam oleh kampusku jika suatu saat nanti ada apa-apa dengan gadis itu."


"Aku curiga nih, jangan-jangan perhatian kamu pada gadis itu bukan karena tanggung jawab seorang alumnus melainkan perhatian seorang pengagum rahasia sepertiku."


Rich seperti tersentil hatinya mendengar perkataan Thomas barusan. Bagaimana pun Thomas juga mengenal Veronica walau tidak begitu dekat. Rich tidak ingin Thomas menyebarkan rumor yang tidak-tidak tentang Vanya karena bisa saja suatu hari pihak media akan menyerang Vanya apabila hal itu terjadi.


"Aku tidak munafik, aku juga pria normal, tapi disamping kekagumanku akan kecantikannya aku juga bertanggung jawab untuk menjaganya so saranku, kamu cari saja gadis lain yang bisa membuatmu jatuh cinta seperti perasaanmu pada Vanya sekarang."


"Nada bicaramu seperti ancaman bagiku Rich, i cant believe this, oke oke untuk saat ini aku akan menjauhi gadis itu saat jam kerja tentunya, kalo dia sudah pulang kan itu sudah bukan tanggung jawabmu Rich, ahhaha oke bro, aku ada proyek baru untukmu, segera kerjakan aku suka kinerja team Thompson yang selalu memuaskan, oke bye Richard." Thomas pun pergi dari ruangan Richard kemudian memakai kembali kaca mata hitamnya.


"Hai se xy dapat salam dari bos kamu tuh katanya hari ini kamu cantik dan sangat menggoda." ucapan Thomas yang menggoda Alda Thomas memanfaatkan suasana hati Richard yang sedang memanas agar Alda segera masuk ke ruangan Richard sekarang juga.


"A hh benarkah pak? Pak Richard membutuhkanku sekarang?" tanya Alda spontan.


"Ssst saranku kancing kemejamu di buka sedikit agar boss kamu itu langsung meleng siapa tahu perasaanmu berbalas," Thomas berbisik sambil mendekatkan bibirnya ke telinga Alda.


"Hmmm bagaimana pak Thomas tahu kalo saya punya perasaan kepada boss saya selama ini?"


"Hahahaha gimana nggak tahu, kelihatan banget lagi, ya sudah lebih baik kamu buatkan dia kopi manis sambil beri pijitan mesra agar doi gak naik darah, oke bye!"


Richard rasakan pembalasanku makan tuh sekertaris bi nal, pake bawa-bawa nama almamater segala supaya aku ngejauhin Vanya, sorry Rich emangnya kamu siapanya Vanya? kita lihat saja nanti apa yang aku lakukan pada gadis itu kalo kamu mencoba menghalang-halangiku


Gemuruh kesal hati Thomas, lalu meninggalkan Alda dengan senyum smirknya.


15 menit kemudian Alda sudah siap dengan coffee manis dan kancing kemejanya yang sudah dibuka 3 buah hingga mempertontonkan pa yu da ra sintal serta rambut yang tadinya di ikat ke atas sekarang sudah tergerai.


Tok..tok..tokk


Cekk..klek..


"Siapa yang minta kopi? aku mau pergi Alda apa-apaan itu kancing kemeja kamu, kamu kegerahan? agendaku apa setelah ini Alda?"


Reaksi Richard saat Alda berusaha merayunya yang ternyata sudah dipatahkan terlebih dahulu di tengah jalan oleh Richard.


"Hmm agenda pak Richard sudah selesai pak, hmm apa pak Richard sedang tidak enak badan saya bersedia memberikan pijatan pak, kalo pak Richard berkenan."


"Ta tadi pak Thomas bilang bapak membutuhkan pelayanan saya, maaf pak saya permisi!"


"Arggghh Thomas breng sek! sial!"


New Message Just Now


Me


Sayang sudah pulang?


Vanya


Yes Im on my way home


Me


Hati-hati ama Thomas, aku nggak tenang.


Vanya


Mau mampir?


Me


Oh god, bagaimana aku bisa tenang kalo ada lelaki itu mengejarmu sekarang.


Vanya


Aku sudah menolaknya tadi


Me


Vanya Thomas bukan orang yang mudah menyerah.


Vanya


Ihh takut, aku mau kamu malam ini


Me


Benarkah? tadi katanya udah capek?


Vanya


Coba daddyku yang nggak mudah nyerah, tiap hari tinggal di sini nge lonin aku tiap malam nanti kan daddy nggak akan merasa khawatir walau ada 1000 Thomas yang mendekat percayalah hati baby hanya untuk daddy seorang.


Me


Oh daddy juga ingin selalu nge lonin baby tapi situasi yang tidak memungkinkan, ingin sekali daddy mengurungmu semalaman menyimpan baby hanya untuk daddy seorang. Daddy sudah nggak kuat menahan rindu pada baby.


( "Non sepertinya ada yang menunggu non di depan mobil non, itu laki-laki dari tadi ngikutin kita sejak dari kantor," ucap pak Bagus di tengah-tengah Vanya dan Richard yang sedang berkirim pesan.


"Aduh itu teman daddy pak gimana ini, aku juga takut turun pak," tubuh Vanya seketika gemetar karena takut nanti Thomas mengetahui letak tempat tinggal Vanya adalah di appartment tempatnya parkir sekarang)


Vanya


Dad, baby udah sampai, oh god dad ada Thomas disini dad, baby harus gimana?


DEG


To be continued


Yuk like coment dan hadiah bunga, kopi dan vote nya agar ippiiee semangat upnya mmmuuuahh