You're always my mine...

You're always my mine...
Part 9



Satu hari telah berlalu, dan hari ini adalah hari terakhir pembalasan. Mas Angga sudah tidak sabar untuk menghukum mereka.


*****


‘tok.. tok.. tok..’ bunyi pintu di ketuk


“Masuk..” perintah mas Angga


“Ini pak, bukti rekaman yang kemarin Bapak minta. Jadi saya sudah di maafkan, kan?” tanya OB itu dengan hati-hati


“Ok, kamu, saya maafkan. Tapi kamu tetap saya beri sanksi.” Ucap mas Angga tegas


“Iya pak, tidak apa-apa. Asal saya jangan diberhentikan dari pekerjaan ini.” Ucap OB itu


“Baik, mulai hari ini, kamu harus gantikan Kania untuk membersihkan semua toilet di perusahaan ini. Kamu paham?” ucap mas Angga


“Paham, pak.” Jawab OB itu


“O ya satu lagi, jika kamu suatu saat nanti bertemu dengan Kania, maka kamu harus minta maaf dan kamu juga harus patuh padanya. Kamu mengerti?” tanya mas Angga dengan suara tinggi.


“Saya mengerti, pak.” Jawab OB itu


“Ya sudah kamu boleh keluar sekarang.” Perintah Angga dingin


“Baik, pak.” Jawab OB Itu


Kemudian, mas Angga pun menelepon ke kepala bagian keuangan tempat Sinta bekerja.....


‘Tut.. Tut.. Tut...’ suara sambung telepon


“Hallo..” ucap orang dari sebrang telepon


“Suruh Sinta datang ke ruangan saya sekarang.. !!” perintah Angga ke kepala bagian keuangan


“Baik, pak.” Jawab kepala bagian


Tak selang berapa lama, sinta pun datang.


“Pagi, pak. Bapak memanggil saya? ..” ucap Sinta


“Iya. Silahkan duduk.” Ucap mas Angga masih sopan


Sinta pun duduk. Dalam hati Sinta dia sangat senang sekali karena rupa-rupanya recananya sepertinya berhasil.


“Ada apa, pak? Apa ada yang bisa saya bantu?” tanya Sinta sok perhatian


“Begini, rasanya saya tidak perlu banyak bicara lagi ya. Kamu, saya pecat hari ini. Cepat kemasi barang-barang kamu dan pergi dari perusahaan ini.” Ucap Angga tegas


Bagai petir menyambar di pagi buta. Sinta terkejut setengah mati dan tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.


“Atas dasar ini..!! Kamu dengarkan baik-baik .” ucap mas Angga tegas sambil memutarkan bukti rekaman tadi


Setelah sinta mendengar bukti rekaman itu, mendadak raut wajahnya berubah menjadi pucat dan gemeteran


“Pak, ini sama sekali tidak benar. Saya bisa jelaskan.” Sanggah Sinta


“Memang apalagi yang mau kamu jelaskan hah? Semua bukti sudah ada. Tidak perlu ada alasan apa-apa lagi.” Jawab Angga tegas


“Pak, Bapak tidak adil. Kenapa bapak bela perempuan kampung itu terus sih? Apa lebihnya dia?” tanya Sinta akhirnya


“Oh.. Kamu jadi meragukan sikap saya ini. Karena menurut kamu, saya ini pilih kasih. Iya..?” ucap Angga tidak mau kalah


“Lalu siapa kamu hah yang sok mau mengatur-ngatur keputusan saya ini?” lanjut Angga lagi dan kali ini sambil menggebrak meja


“Maaf pak, bukan saya mau meragukan keputusan Bapak, tapi saya sudah lama bekerja di sini dan saya tidak rela kalau jabatan sekretaris ini diserahkan kepada orang yang tidak berkompeten seperti Kania?! Jelasnya


“Terus jika tidak berkompeten, lalu kamu berhak ngebuly dia, iya?” ucap mas Angga


“Kamu sudah saya kasih kesempatan berulang kali tapi masih saja tidak berubah.” Ucap mas Angga


“Maksud Bapak, apa?” tanya Sinta bingung


“Sin, saya sudah tahu semua kelakuan kamu dari waktu pesta, kemarin di ruangan pak Jodi, dan juga sekarang. Sudah cukup Sin. Sudah tidak ada kesempatan lagi. Lebih baik kamu keluar sekarang atau saya akan memanggil scurity untuk menyeret kamu keluar.” Ucap Angga tegas


Sinta pun terdiam beberapa saat.


“Baik, saya keluar. Tapi saya ingin tahu, sebenarnya siapa Kania itu? Sampai-sampai bapak membelanya seperti ini?” tanya Sinta


“Dia adalah keluarga saya, Dia adalah orang yang saya cintai. Sekarang kamu mengertikan kenapa saya seperti ini?” ucap mas Angga datar


Setelah mendengar jawaban Angga, Sinta menjadi lemas. Karena dia sudah memusuhi orang yang salah..


.


.


.


.


.


Bersambung..


Jangan lupa coment dan likenya ya.🙏