You're always my mine...

You're always my mine...
Part 13



Setelah sarapan, aku pun ikut bunda ke kamarnya


“Sini duduk sayang.” Panggil bunda menyuruhku duduk di sampingnya


“Sayang ada yang bunda ingin sampaikan padamu sebelum kami berangkat.” Ucap bunda lembut


“Memang apa yang mau bunda sampaikan ke aku?” tanyaku


“Sayang, sebelumnya bunda dan juga ayah minta maaf karena baru bisa mengatakannya sekarang. Bunda mau bilang ke kamu kalau kamu itu sebenarnya calon istri Angga.” Ucap bunda menjelaskan


“Tapi bun, aku dan mas Anggakan saudara. Jadi bagaimana mungkin aku ini bisa jadi calon istrinya mas Angga.” Sanggahku


“Sayang, dengarkan bunda baik-baik. 18 tahun yang lalu, kamu diangkat anak oleh kami karena kedua orang tuamu meninggal di tempat kejadian saat kecelakaan itu terjadi. Dan sebelum meninggal, kedua orang tuamu menitipkan pesan agar jika kamu sudah dewasa, kamu harus menikah dengan Angga, putra kami.” Jelas bunda


“Tidak.. Tidak.. Tidak mungkin, bun. Bunda pasti bohong kan?” ucapku ga percaya


“Benar sayang. Bunda tidak bohong. Kalau kamu tidak percaya, ini bukti tulisan tangan mamamu sebelum dia meninggal.” Ucap bunda sambil memberikan secarik kertas kepadaku dan akupun membukanya.


‘untuk kania,


Kania sayang, mungkin disaat kamu membaca surat ini, mama sudah tidak bersamamu lagi. Maafkan mama sayang. Tapi mama berpesan, baik-baiklah kamu dengan keluarga yang membesarkan kamu. Dan mama juga berpesan padamu, jika kamu sudah dewasa nanti, menikahlah dengan Angga, putra sahabat kami, pak Galih. Sekali lagi.. Mama minta maaf karena tidak bisa menemanimu selama ini.


Salam sayang selalu dari kami. Mama dan papa..


Setelah aku membaca surat itu, aku langsung menangis. Bunda pun memelukku. Seakan dia tahu apa yang sedang aku rasakan saat ini.


“Sayang, jangan sedih. Biar bagaimanapun, selama ini, kami sudah menganggapmu seperti anak kami sendiri. Terutama Angga. Walaupun 18 tahun lalu dia masih kecil, tapi dia sudah menaruh rasa suka padamu sayang.” Jelas bunda


“Apa kamu mau menerima Angga, anak kami?” tanya bunda


“Bun, maaf. Aku masih butuh waktu untuk bisa menerima kenyataan ini. Jika ini semua benar apa adanya, maka aku tidak bisa berbuat apa-apa. Dan untuk menerima mas Angga, rasanya aku butuh waktu untuk itu. Dan itu juga tergantung dari mas Angga ke aku.” Ucapku


“Oh ya sudah kalau itu keputusan kamu. Tapi kamu harus beri Angga kesempatan untuk membuktikan cintanya ke kamu. Ya ?!” pinta bunda


“Iya, bun.” Jawabku


“Nah, ini cincin untukmu. Jangan sampai hilang ya.” Ucap bunda sambil mengenakan cincin itu ke jari tanganku


“Sekarang ayo kita keluar. Mungkin ayah dan juga Angga sudah lama menunggu.” Ajak bunda dan aku pun mengangguk


******************************


Setelah mereka selesai bicara, akhirnya ayah dan bunda berangkat. Dan kini tinggallah kami berdua saja saat ini.


Sesampainya di rumah, aku langsung masuk ke kamarku dan mengunci pintunya dari dalam. Takut-takut mas Angga masuk lagi ke dalam tanpa permisi.


“Tok.. Tok.. Tok.. Kania. Tolong buka pintunya. Ada yang harus kita bicarakan.” Pinta Angga


“Besok saja, mas.” Jawabku dari dalam kamar


“Tidak bisa besok kania, harus sekarang.” Ucap Angga sedikit memaksa


Akhirnya aku pun membukakan pintu kamar.


“Ada apa, mas?” tanyaku datar


“Kania, aku yakin kamu pasti udah tahu semua. Jadi aku mohon sama kamu, beri aku kesempatan.” Pinta Angga


“Aku tidak tahu mas harus bilang apa. Semua kejadian ini terlalu mendadak buatku. Tolong kasih aku waktu untuk bisa mencerna ini semua.” Ucapku


“Baiklah, aku beri waktu sampai besok pulang kerja. Jangan sampai tidak di jawab. Ok ?!” ucap Angga dan Aku pun hanya mengangguk lalu masuk ke dalam kamarku lagi.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Kira-kira jawaban apa yang kania berikan untuk Angga ya?!


Tunggu kisahnya di episode selanjutnya..😉


Jangan lupa comen dan likenya..🙏