You're always my mine...

You're always my mine...
Part 14



Hari ini aku ke kantor seperti biasa. Hanya saja, aku kali ini berangkat sendiri tanpa mas Angga.


Sesampainya di kantor, aku langsung ke ruangan pak Jodi.


‘tok.. tok.. tok..’ aku mengetuk pintu ruangan pak Jodi.


“Masuk !” ucap pak Jodi


Setelah mendengar perkataan pak Jodi, aku pun langsung masuk ke ruangannya


“Permisi pak.” Ucapku sopan


“Oh kamu Kania. Ada apa pagi-pagi sekali kamu ke sini ?” tanya pak Jodi heran


“Begini pak, saya hari ini ke ruangan bapak mau minta bantuan bapak.” Ucapku


“Minta bantuan? Minta bantuan apa?” Tanya pak Jodi bingung


“Pak, tolong ajarkan saya semua pekerjaan yang harus saya kerjakan sebagai sekretaris.” Ucapku


“Ajarkan pekerjaan sekretaris?” ucap pak Jodi semakin bingung


“Iya, pak.” Ucapku


“Kania, bukan saya tidak mau mengajarkan apa-apa yang harus kamu kerjakan, tapi semua yang menyangkut pakerjaan sekretaris Direktur itu adalah hak mutlak pak Angga sebagai Direktur untuk mengaturnya.” Jelas pak Jodi


“Sekarang saya mau tanya sama kamu Kania, apa pak Angga selama ini tidak memberitahumu tentang apa saja yang harus kamu lakukan?” tanya pak Jodi


“Dia sudah memberitahukan semuanya ke saya.” Ucapku


“Nah, kalau begitu, itu berarti apa yang dia bilang adalah hal yang seharusnya kamu lakukan. Karena itulah pekerjaanmu.” Jelas pak Jodi


“Oh begitu ya, pak?!” tanyaku


“Iya, Kania.” Ucap pak Jodi singkat


“Kalau begitu saya ucapkan terimakasih dan juga maaf karena pagi-pagi sudah mengganggu bapak.” Ucapku


“Tidak apa-apa Kania. Saya tidak merasa terganggu kok.” Ucapnya


“Kalau begitu saya balik dulu ke meja kerja saya.” Ucapku


“Ya, silahkan.” Ucap pak Jodi


Setelah mendengar semua penjelasan pak Jodi, aku pun kembali ke meja kerjaku. Dan tak selang berapa lama, mas Angga datang di kantor.


“Ingat Kania, mas menunggu jawaban dari kamu setelah pulang kantor. Kalau kamu menghindar, kamu akan terima hukumannya.” Ucap mas Angga sebelum masuk kedalam ruangannya.


Aku yang mendengar apa yang barusan dia katakan, mendadak menjadi dag dig dug. Belum pernah selama ini aku merasakan detak jantung yang seberisik ini.


******************************


Jam pulang kantor pun tiba. Para karyawan sudah mulai bersiap-siap untuk pulang.


“Hallo..” ucapku


“Hallo.. Jangan lupa kamu masih punya hutang jawaban ke aku. Kamu jangan menghindar.” Ucapnya


“Baiklah.” Jawabku pasrah


“Sekarang tunggu aku. Kita pulang bareng. Dan sampai di rumah kita akan membahas ini.” Ucap mas Angga


Setelah mengatakan itu, telepon pun terputus


******************************


Setelah sampai di rumah, mas Angga menarik tanganku untuk duduk dan mas Angga ada di depanku duduk di bawah


“Kania, aku mohon berikan aku jawaban.” Pinta mas Angga sambil memegang ke dua tanganku


“Mas Angga, jangan seperti ini kenapa?” ucapku yang jadi serba salah


“Tidak dek, mas akan tetap seperti ini sampai kamu memberikan mas jawaban.” Ucap mas Angga


“Mas Angga, mungkin sebagai seseorang yang sudah tahu masalah ini dari awal, mas Angga sudah terbiasa dengan perasaan mas sendiri. Sedangkan aku, aku baru saja kemarin tahu tentang hal ini. Sekarang aku tanya sama mas. Kalau mas jadi aku, bagaimana cara mas menghadapi situasi ini? Sementara mas hanya tahu dari awal kalau hubungan ini adalah hubungan saudara.” Ucapku


Mas Angga hanya bisa terdiam mendengarkan ucapanku


“Mas Angga, dengarkan aku baik-baik ya.” Pintaku


“Mas Angga, sebelum aku jawab, aku mau tanya sesuatu dulu. Tapi mas jawab yang jujur. mungkin butuh proses yang panjang untuk bisa merubah perasaan ini, tapi apakah mas mau membantuku membuatku merubah perasaanku?” tanyaku serius


“Iya Kania, aku akan berusaha untuk membuatmu jatuh cinta padaku.” Jawab Mas Angga


“Baiklah kalau begitu, kasih aku waktu tiga bulan untuk aku mencoba mendalami perasaanku padamu. Bagaimana?” ucapku


“Ini berarti kamu dalam tiga bulan ini bersedia mencobanya dulu?” tanya Mas Angga dan aku pun mengangguk


“Terimakasih Kania. Dalam tiga bulan ini, akan aku tunjukkan betapa aku mencintaimu.” Ucap mas Angga sambil memelukku.


.


.


.


.


Bersambung..


Bagaimana kisah selanjutnya? Ditunggu ya episode yang akan datang..😉


Jangan lupa comen dan likenya ya..🙏