
Setelah yakin bahwa aku sudah baik-baik saja, mas Angga pun langsung pergi lagi ke kantor. Seperti biasa, dia selalu menggunakan CCTV untuk mengetahui segala hal yang terjadi di perusahaan.
Di sana dia melihat seorang OB sedang bicara kasar pada Kania. Tapi dia tidak yakin siapa OB itu.
Dari info yang di dapat dari CCTV, dia tahu bahwa aku selalu membersihkan toilet 3x dan seharusnya besok pagi, orang yang sama yang menyuruhku pasti sudah menungguku.
“Ok kalau begitu, besok adalah hari pembalasan.” Gumamnya
******************************
Pagi-pagi sekali mas Angga datang terlebih dahulu sebelum karyawan yang lainnya. Begitu dia sampai di kantornya dia langsung memperhatikan CCTV.
Seperti yang diduga, orang yang memerintahkan agar aku mengerjakan ini semua pun mengecek hasil kerjaku pagi ini.
Tapi sangat disayangkan aku memang tidak diperbolehkan masuk untuk hari ini dikarenakan kondisinya yang belum kuat.
‘drrt.. drrt.. drrt..’ HP ku bergetar.
HP ku memang sengaja di bawa oleh mas Angga. Saat ini mas Angga mengetahui kalau ternyata orang yang menelepon adalah orang yang sama seperti yang meneleponku kemarin.
“Hallo.. Kania, kamu gimana sih? Dari kemarin kerjamu tuh apa sih? Masa’ kerjaan begini saja tidak becus. Jangan mentang-mentang kamu sekretaris Direktur jadi kamu sombong. Ingat.. Kamu jangan lupa kalau kamu cuma gadis kampung.” Cerocos OB itu
Mas Angga yang mendengar semua itu, tanpa pikir panjang langsung mendatangi OB itu.
“Sudah bicaranya?” tanya mas Angga sinis
“Pak Direktur??” sontak OB itu gemeteran
“Maksud Bapak apa ya?” tanya OB itu pura-pura tidak mengerti dengan yang dimaksud mas Angga
“Jangan pura-pura tidak mengerti deh. Kamu tadi habis telepon siapa hah?” suara Angga meninggi
“Jawab..!!” perintahnya
“Ka.. Ka.. Kania, pak.” Jawab OB itu ketakutan
“Kamu.. Tahu siapa Kania itu?” tanya mas Angga masih dengan suara tinggi
“Dia katanya cuma seorang gadis kampung saja, pak.” Jawabnya
“Apa kamu bilang? Gadis kampung?” ucap mas Angga semakin emosi
“Atas dasar apa kamu bilang dia itu gadis kampung? Dan juga atas perintah siapa kamu menyuruh kania melakukan ini semua hah?” ucap mas Angga
“Pak, itu.. itu.. Aku di suruh oleh bu sinta. Katanya aku harus memberi pelajaran pada gadis kampung, Kania, agar dia tidak betah bekerja di perusahaan ini.” Jelasnya
“Maaf, pak. Saya tidak akan mengulanginya lagi. Saya janji.” Ucapnya memohon
“Ok kamu akan saya maafkan, tapi kamu harus bisa membuktikan kalau semua yang kamu katakan pada saya ini adalah benar.” Ucap mas Angga
“Baik, pak.” Ucap OB itu
“Dan satu lagi, batas waktunya itu hanya hari ini. Besok, saya sudah harus terima buktinya. Jika tidak, maka ini adalah sepenuhnya kesalahanmu dan kamu akan saya keluarkan. Kamu paham?” ucapnya dingin
“Baik, pak. Terima kasih.” Jawab OB itu.
“Ya sudah, kamu kerja lagi sana. Jangan lupa, toilet ini juga bersihkan.” Perintah Angga
“Oh ya, jangan sampai Sinta tahu kalau saya sudah tahu masalah ini.” Sambung mas Angga lagi
“Baik, pak.” Jawab OB itu lagi
"Akhirnya... aku tidak sabar lagi untuk membalas mereka semua yang menyakitimu, sayang." gumam mas Angga
Setelah semua sudah selesai, akhirnya mas Anggapun memulai pekerjaannya seperti biasa. Tentunya tanpa aku disisinya hari ini.
"Kania, maaf .. !!" sesalnya
.
.
.
.
Kira-kira seperti apa pebalasan lanjutan yang akan Angga lakukan pada OB itu dan juga Sinta?
lalu bagaimana keadaan Kania setelah ini? apakah masih di bully ataukah tidak?
Tunggu kelanjutannya di cerita selanjutnya.
ok
..
Bersambung...
Jangan lupa comen dan likenya ya 🙏