You're always my mine...

You're always my mine...
Part 27



Setelah beberapa saat, aku pun sudah selesai membersihkan diri dan mau keluar dari toilet. Namun disaat sampai di depan pintu toilet, mas Angga sudah ada di pintu toilet


“Sudah selesai cuci mukanya?” tanyanya


“Sudah.” Jawabku singkat sambil berjalan melewati mas Angga


Tapi tiba-tiba mas Angga menarik tanganku lalu ..


‘Cup..’ dikecupnya diriku yang semakin lama semakin hangat dan bergairah. Namun tak lama kemudian, akupun tersadar bahwa ini di kantor dan ayah bunda sedang menunggu kami.


“Mas, jangan. Ini di kantor.” Ucapku sambil mendorong badan Mas Angga


“Memangnya kenapa kalau ini di kantor?” tanya mas Angga


“Ya tidak enak saja. Kalau sampai orang yang tahu.” Ucapku


“Oh.. Siapa juga yang mau seenakanya masuk ruanganku tanpa permisi?!” ucap mas Angga


“Ya benar juga sih. Tapi tetap saja tidak enak mas.” Ucapku


“Oh jadi kalau di kantor tidak enak, tapi di rumah enak?” goda mas Angga


Aku pun terdiam dan tiba-tiba saja wajahku memerah. Namun hal ini tak dihiraukan oleh mas Angga. Dia tetap melanjutkannya


“Di kantor ya di kantor, di rumah ya di rumah.” Ucapnya di sela-sela aktifitasnya dan diciuminya diriku


“Ah mas.. Ini masih pagi.” Ucapku sambil mendesah


“Kenapa memang kalau masih pagi?!” ucapnya sambil memutar tubuhku yang kini posisinya mas Angga ada di belakangku


Diciuminya aku dengan hangat


“Mas...!!” desahku


“Sudah tidak apa-apa sayang. Bersuaralah. Ruangan ini kedap suara kok.” Ucapnya sambil terus dengan aktifitasnya


Aku pun menggeliat. Nafasku memburu begitu juga mas Angga.


‘Argh..’ teriakku


Mendengar teriakku, mas Angga pun tersenyum


Setelah kami melakukannya, dia pun mengecup keningku.


“Makasih, sayang.” Ucapnya


Lalu kami berdua pun membersihkan diri kami dan keluar dari kantor


Di luar kantor, aku mendengar ada yang sedang membicarakanku.


Mas Angga pun tiba-tiba menghentikan langkahnya


“Dek, maafkan mas.” Ucap mas Angga dan aku tidak mengerti apa maksudnya


“Perhatian semuanya.. Dengarkan saya baik-baik. Kalian tentu saja sebagian sudah ada yang tahu siapa wanita di samping saya ini. Ya, dia memang benar pernah menjadi sekretaris pribadi saya dan itu hingga sampai saat ini. Dan kalian tahu apa makudnya itu?” ucap mas Angga dan mereka nenggeleng tidak tahu


“Baik. Saya akan beritahu ke kalian semua. Dia dari awal ada di sini, adalah istri saya. Dan mulai hari ini, istri saya ini akan menjadi pengaudit internal keuangan perusahaan. Jika terjadi kesalahan lagi dalam pelaporan perusahaan, maka saya tidak akan segan-segan memberikan kalian sanksi atau mungkin surat pemberhentian atau yang paling parah, saya akan melaporkan orang-orang yang sudah berani bermain curang di perusahaan ini ke kantor polisi. Apa kalian semua paham?!” ucap mas Angga dengan suara tinggi dan tegas.


Kejadian ini membuat seluruh orang yang ada di kantor hening. Tak ada yang bersuara satu pun


“Pak Jodi, tolong beri sanksi kepada semua orang yang telah menjelek-menjelekkan Kania tadi. Terserah bapak saja mau di beri sanksi apa. Yang penting mereka harus jera.” Ucap mas Angga tegas


“Baik, pak.” Jawab pak Jodi


“Ayo sayang!” ajak mas Angga sambil menggandeng tanganku


"O.." sahutku singkat karena masih terkejut dengan apa yang aku lihat dan dengar barusan


.


.


.


.


.


Bersambung..


Jangan lupa comen dan likenya..🙏