You're always my mine...

You're always my mine...
Part 20



Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya makanan yang dipesan tadi pun tiba.


“Mas, aku makan duluan ya.” Ucapku


“Iya. Makanlah. Tapi pelan-pelan jangan sampai tersedak.” Ucapnya


“Iya mas. Mas sendiri tidak makan?” tanyaku


"Tidak, nanti aja. Kerjaan mas masih tanggung. Kamu duluan saja.” Ucap mas Angga


Setelah mendengar ucapan mas Angga, aku pun makan duluan sambil memperhatikan mas Angga diam-diam


“Ternyata mas Angga tampan juga ya?!” gumamku dalam hati sambil melihat ke arah mas Angga


“Dek, kenapa melihat mas seperti itu?” tanya mas Angga


“Tidak.. tidak apa-apa. Cuma aneh saja.” Jawabku


“Aneh? Aneh kenapa?” tanyanya bingung


“Ya aneh, mas itu tampan, pasti banyak perempuan di luar sana yang suka sama mas. Tapi kenapa mas malah pilih aku yang seperti ini?” tanyaku


Mas Angga yang mendengar ucapanku itu, akhirnya memutuskan untuk berhenti mengerjakan pekerjaannya dan menghampiriku yang sedang asyik makan


“Kania..!” ucapnya


“Hmm..” ucapku


“Kania, dengarkan aku baik-baik. Aku sama sekali tidak peduli dengan perempuan di luar. Aku hanya peduIi padamu dan cinta padamu. Apa kamu mengerti?” Tanyanya tegas


Setelah mendengar perkataan mas Angga, tiba-tiba..


"Uhuk.. uhuk.. uhuk..." aku tersedak


aku pun memutuskan untuk menghentikan makanku dan minum segelas air


"Kania, kamu tadi dengar ucapanku tidak?" ucap mas Angga


"Oh begitu. aku dengar kok." sahutku singkat dan terkesan santai padahal hati ini dag dig dug ga karuan berisiknya mendengar ucapanku yang seperti itu, membuat mas Angga menjadi gemas padaku dan tiba-tiba...


“Kania..!” ucap mas Angga singkat dan langsung menggendongku ke kamar lalu meletakkan ku di atas tempat tidur.


Aku yang panik, mencoba untuk bangkit, namun gagal. Tubuhku di tahan oleh mas Angga


“Mas mau apa?” tanyaku bingung sekaligus takut


“Mas lapar.” Ucapnya sambil melihat ke arahku


“Kalau lapar ya makanlah mas. Ngapain ke sini? Makanannya kan ada di bawah.” Ucapku yang ingin sekali cepat keluar dari kamar itu


Seketika setelah mendengar ucapanku, mas Angga langsung menciumku dengan lembut. Namun lama kelamaan ciuman itu menjadi sebuah dorongan gairah yang aku sendiri tidak mengerti apa itu.


Tanpa disadari, akhirnya kamipun melakukan malam pertama kami.


******************************


Keesokan paginya, aku merasa badanku sakit semua dan aku melihat kesampingku, ternyata mas Angga tidur di sampingku.


“Ah iya, kemarinkan kami sudah menikah dan semalam kami juga sudah melakukannya. Hedauh...” gumamku sambil menepuk jidat


Aku pun pelan-pelan turun dari tempat tidur, tapi aku merasa sangat perih sekali di bagian bawahku.


“Tidak.. Tidak.. aku harus kuat.” Ucapku dalam hati karena ingin segera mandi.


“Argh..” meringisku pelan karena kesakitan


Sedikit demi sedikit aku mencoba melangkah pelan-pelan. Akhirnya sampai juga di kamar mandi.


******************************


Setelah beberapa saat, mas Angga pun terbangun dan seperti biasa mencariku.


“Kania, kamu dimana sih?” gumamnya


Dan disaat yang bersamaan aku pun selesai mandi dan keluar dari kamar mandi.


“Mas sudah bangun?” tanyaku


“O kamu tadi mandi? Disangkain kemana.” Ucapnya


“Semalam sakit tidak?” tanyanya kemudian sambil turun dari tempat tidur


“Semalam sakit, tapi sekarang sudah mendingan.” Jawabku


“Oh syukurlah. Kalau begitu aku juga mau mandi.” Ucapnya sambil mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan lupa comen dan likenya ya..🙏