
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya mas Angga kembali dengan membawa seseorang yang mengakunya sih tukang buah
“Kania, ini tukang buahnya sudah mas dapatkan. Kamu mau dibuatkan kapan, rujaknya?” tanya mas Angga
“Mas, mas lama banget sih?” ucap Kania
“Memangnya kenapa, Kania? Kan cari tukang buah malam-malam begini susah.” Ucap mas Angga
“Aku sudah tidak ingin rujak lagi, mas. Aku maunya kue serabi. Buruan mas cariin.” Ucap Kania
“Apa kania? Sekarang kamu minta yang lain lagi?” tanya mas Angga
“Iya, mas. Aku pingin banget serabi. Belikan mas.” Ucap Kania
“Hadeuh... Malam-malam begini harus nyari serabi dimana?” gumam mas Angga sambil melangkah ke luar rumah.
“Mas, gimana? Jadi tidak ini di buatkan rujaknya.” Tanya orang yang ngaku tukang buah
“Tidak jadi, pak. Ayo saya antar bapak pulang. Sekarang istri saya inginnya sih serabi.” Ucap mas Angga
“Yang sabar ya mas. Kalau lagi hamil muda memang biasa kalau suka minta yang aneh-aneh.” Ucap orang itu
“Iya, pak.” Sahut mas Angga
Tak selang berapa lama, mas Angga pun sudah mengantarkan pulang orang itu ke rumahnya. Sekarang tinggal mencari kue serabinya.
“Hadeuh Kania, harus cari kemana ini tukang serabi?” gumam mas Angga sambil melajukan mobilnya
Tak lama kemudian, akhirnya mas Angga menemukan yang di cari. Dia pun langsung membeli kue serabi itu dan pulang
Sesampainya di rumah, ternyata..
“Mas, aku udah ga ingin kue serabi lagi. Aku pinginnya nasi goreng yang ada di pengkolan depan itu lho mas.” Ucap Kania
“Ya ampun, Kania. Kenapa kamu harus berubah-rubah terus begini sih ke mauannya?!” ucap mas Angga kesal
“Terus klau aku sudah belikan nasi gorengnya, kamu mau minta yang lain lagi?” tanya mas Angga sudah mulai jengkel
“Dih mas. Ini tuh bukan kemauanku. Ini yang mau anaknya.” Ucapku
“Ada apa ini?” tanya bunda
“Ini, bun. Si kania maunya berubah-rubah terus dari tadi. Sekarang minta nasi goreng di pengkolan depan. Habis itu, tidak tahu lagi minta apa. Nimbun nih makanan. Mau di apakan coba makanan sebanyak ini?!” ucap mas Angga kesal
“Iya, bun. Maafkan, aku.” Ucapku
“Ya sudah sana, beli nasi gorengnya.” Ucap bunda
“Awas kalau kali ini tidak dimakan?!” ucap mas Angga greget dan aku pun diem saja
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya mas Angga pun datang dengan membawa nasi goreng. Sesuai janjiku, aku pun akhirnya memakan nasi goreng itu tanpa minta di belikan yang lainnya lagi.
***********************************
Tak terasa, 9 bulan pun akhirnya terlewati. Dan masa-masa ngidam sudah dilewati olehku. Khususnya masa yang menyiksa buat mas Angga
Dan pagi ini, tiba-tiba saja entah kenapa aku mulas sekali. Perut rasanya tidak karuan
“Bun, perutku sakit.” Ucapku sambil menahan sakit yang luar biasa
“Sayang, kamu akan melahirkan. Ayo sekarang kita ke rumah sakit.” Ucap bunda dan aku pun pasrah hanya bisa mengangguk
Sesampainya di rumah sakit, aku pun langsung dibawa ke ruang bersalin
“Bun, mas Angga mana?” tanyaku
“Masmu lagi ada di perjalanan menuju ke sini.” Sahut bunda
“Bun, aku ingin mas Angga yang menemani aku.” Pintaku
“Iya sabar ya sayang. Sebentar lagi mas Anggamu sampai.” Ucap bunda
.
.
.
.
.
Bersambunga....
Jangan lupa like dan coment nya ya...🙏