You're always my mine...

You're always my mine...
Part 17



“Kania, maukah kamu memberiku kesempatan untuk aku bisa menikahimu?” ucap Mas Angga


Aku seketika terdiam. Aku tidak tahu harus bilang apa dan harus jawab apa. Ini terlalu mendadak untukku


“Kania?” ucap mas Angga


“Mas, ini sangatlah mendadak. Aku.. Aku.. Aku bingung mas.” Ucapku


“Maafkan aku sayang karena terburu-buru. Aku hanya ingin kamu tahu kalau aku sangat serius padamu.” Ucap mas Angga yang seolah-olah mengerti dengan keraguanku


“Kania, tolonglah. Beri aku kesempatan.” Pinta mas Angga memohon


“Mas, sebelum aku menjawab, apakah mas tidak apa-apa jika aku suatu saat nanti labil?” tanyaku


“Bagaimanapun keadaanmu, aku akan terima dan tidak akan meninggalkanmu. Aku pastikan itu kania. Aku mohon padamu. Terimalah aku dan menikahlah denganku.” Ucap mas Angga


“Baiklah mas. Aku akan coba untuk menerima lamaran mas ini.” Jawabku


“Benarkah sayang?” ucap mas Angga sambil memelukku dan aku hanya mengangguk


“Makasih, sayang.” Ucap mas Angga sambil mengelus rambutku dan mengecup keningku


“Hayo sekarang kita pulang. Katanya kamu tadi sudah mengantuk.” Ucap mas Angga sambil menggandeng tanganku


“Iya, mas. Tapi aku kok ingin makan dulu ya. Aku lapar.” Ucapku yang entah mengapa menjadi sedikit manja.


“Ya sudah, kita makan dulu. Setelah itu, kita baru pulang. Ok?!” ucap mas Angga lembut dan aku pun lagi-lagi hanya mengangguk


******************************


Sesampainya di rumah makan, kami pun memesan makanan.


“Makanlah Kania. Tapi pelan-pelan.” Ucap mas Angga ketika makanan yang dipesan sudah datang.


Aku pun memakan semua hidangan yang ada di atas meja makan.


“Kamu makannya banyak juga ya, Kania? Pantesan badan kamu gemuk.” ucap Mas Angga menggodaku


“Kalau aku ini gemuk, kenapa mas suka?” tanyaku sambil melahap makanan


“Iya ya?! Tapi kalau suka mau gimana lagi?!” Jawab mas Angga santai


Kami pun akhirnya melanjutkan makan dan menghabiskan semuanya.


“Kenyangnya perutku ini.” Ucapku sambil mengelus-ngelus perutku


Mas Angga yang melihat tingkahku pun hanya bisa geleng-geleng dan tersenyum


******************************


Sesampainya di rumah, aku pun langsung masuk ke dalam kamar dan tertidur. Sementara mas Angga yang masuk belakangan pun mencariku.


“Kania, kamu dimana?” teriak mas Angga mencariku


“Kania.. Kania.. Bangun sayang. Ganti bajunya dulu dan cuci muka.” Ucapnya membangunkanku


Setelah membangunkanku cukup lama tapi aku tidak juga bangun, akhirnya mas Angga menggantikan bajuku pelan-pelan


“Kania, tidurlah. Terimakasih kamu sudah mau menerimaku dan juga bersedia menikah denganku.” Ucapnya lirih sambil mengecup keningku


******************************


Pagi-pagi sekali aku bangun pagi dengan niatan ingin membuatkan mas Angga sarapan. Tapi saat aku terbangun, aku mendapati bajuku sudah ganti. Lalu aku coba mengingat-ngingat kembali apakah aku semalam mengganti pakaian atau tidak.


“Oh tidak.” Ucapku sambil menepuk jidat


“Aku ingat kalau aku itu langsung tidur. Tapi.. Kenapa pakaianku bisa berubah begini?!” gumamku


“Hadeuh.. Ini pasti kerjaannya mas Angga.” Ucapku yang tiba-tiba teringat dan langsung ke kamar mas Angga


******************************


“Mas, kamu ya yang mengganti pakaianku semalam ?!” tanyaku langsung


“Mas, mas dengar tidak sih?” tanyaku lagi karena tidak dapat respon


“Mas..!” ucapku sambil menggoyang-goyangkan badannya.


Seketika mas Angga menarik tanganku dan aku jatuh di tempat tidur mas Angga.


“Berisik sekali sih?!” gumamnya sambil memeluk tubuhku yang tadi terjatuh di sampingnya


“Mas..! Tadi dengar tidak ucapanku?” tanyaku lagi sambil berusaha melepaskan diri dari pelukannya mas Angga.


“Ststtst... Diamlah disini sebentar saja.” Ucap mas Angga sambil masih memelukku


Aku pun akhirnya menuruti maunya.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa comen dan likenya 🙏