
Sesampainya di kamar, mas Angga langsung merebahkanku di atas kasur.
“Mas.. Mas mau ngapain?” tanyaku
“Menurutmu...?! Ucap mas Angga sambil tersenyum
“Mas..??” ucapku terpotong karena mas Angga sudah terlebih dahulu menciumku dengan lembut
“Dek, ini adalah hukuman kamu karena sudah menyodorkan suamimu sendiri ke sahabatnya.” Ucap mas Angga lalu melanjutkan lagi ciumannya
“Iya mas, maaf. Bukan aku mau menyodorkanmu pada Clarita, tapi aku bingung cara kasih tahu ke dia tentang statusku saat ini.” Jelasku
“Aku tidak peduli. Pokoknya sekarang ini kamu harus dihukum.” Ucap mas Angga kekeh
Setelah bicara seperti itu, mas Angga pun langsung melepaskan seluruh pakaianku dan pakaiannya.
Mas Angga yang dari tadi sudah menginginkannya, akhirnya memulai aksinya. Di ciuminya aku.
Menerima semua itu, aku pun menggeliat.
Melihat responku yang seperti itu, mas Angga pun langsung melakukannya
“Lain kali, jangan pernah kamu menyodorkan suamimu sendiri ke perempuan lain. Karena itu tidak akan mungkin.” Ucapnya sambil membelai rambutku dan aku pun mengangguk
Setelah melakukannya, kami pun tertidur
******************************
Tak terasa haripun sudah malam. Entah sudah berapa lama kami tertidur
“Mas, aku lapar.” Ucapku sambil membangunkan mas Angga
“Hmm..apa dek? Kamu tadi ngomong apa?” tanya mas Angga
“Aku lapar mas. Mas tidak ingat ya kalau kita belum makan siang.” Ucapku mengingatkan
“Oh iya ya. Mas lupa. Habis tadi mas sudah kenyang sih makan kamu.” Ledek mas Angga
“Si mas ini. Cepetan donk pesen makanan. Aku sudah lapar nih.” Rengekku
Setelah mendengar rengekanku, mas Angga pun mengambil Hpnya. Lalu memesan makanan
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya makanan yang dipesan tadipun datang.
“Mas, aku makan duluan ya.” Ucapku karena aku memang sudah sangat lapar
“Ya sudah makan pelan-pelan. Jangan sampai tersedak.” Ucapnya
“Mas tidak makan juga?” tanyaku
“Karjaan kantor? Memang kerjaan apaan?” tanyaku
“Ini lagi memeriksa laporan keuangan perusahaan.” Jawabnya
“Emangnya ada masalah dengan laporannya?” tanyaku
“Ada sedikit masalah dek. Tapi tidak apa-apa kok.” Jawab mas Angga
“Mas kalau ada yang mas mau tanyakan, mas tanya saja. Siapa tahu aku bisa bantu.” Ucapku
“Benarkah? Hmm.. Rasanya memang mas masih perlu bantuan kamu deh.” Ucapnya dengan senyum licik
“Apa itu mas?” tanyaku serius
“Nanti setelah kelar kerjaan mas, kita lanjutkan yang tadi gimana?” ucapnya
“No way.. Tidak ah. Aku mau langsung tidur begitu perutku kenyang.” Jawabku spontan dan mas Anggapun tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
Seperti yang tadi aku katakan, akhirnya aku pun selesai makan.
“Mantap.. Aku kenyang.. Mas.. Aku tidur duluan ya, mas.” Ucapku
Mas Angga tidak menjawab. Dia terlihat sangat serius dengan laporannya.
“Mas.. Mas ada apa? Ada masalah?” tanyaku
Namun mas Angga tak juga menjawab. Lalu aku beranikan diri mendekatinya dan melihat laptopnya.
“Mas.. Ini.. Disini ada kesalahan. Mas coba perhatikan deh baik-baik kenapa ini bisa tidak balance. Pasti ada kesalahan penginputan. Lagipula mas, sebelum mas memeriksa laporan yang sekarang, mas juga harus periksa laporan yang sebelumnya. Karena biasanya antara yang lalu dan yang sekarang itu ada hubungan continue.” Jelasku
“Sudahlah... Aku mau tidur duluan ya.” Ucapku sambil melangkah meninggalkan mas Angga yang masih serius dengan laporannya.
.
.
.
.
.
Bersambung..
Jangan lupa comen dan likenya ya..🙏