You're always my mine...

You're always my mine...
Part 36



Keesokan harinya, sesuai instruksi dari mas Angga, aku pun pura-pura sedang ada masalah dengan mas Angga. Dan saat ini, orang yang pertama kali menanyakan kabarku adalah Clarita


“Hai kania, kamu kenapa? Kusut benar.” Ucap Clarita


“Aku lagi berantem sama mas Angga.” Sahutku


“Berantem? Masa’ baru nikah kemarin, sudah berantem saja sih?” ucap Clarita


“Tidak tahu lah, ta.” Ucapku seperti orang yang sedang putus asa


“Memang gara-gara apa, Kania?” Tanya Clarita


“Gara-gara foto.” Jawabku singkat


“Foto?” ucapnya bingung


“Iya. Foto.” Ucapku


“Gimana ceritanya?” tanyanya lagi


“Jadi gini, kemarin itu ada yang kirim foto ke kantornya mas Angga. Foto-foto itu semuanya tentang aku yang lagi bersama cowo’ lain. Aku sendiri tidak tahu cowo’ itu siapa?” jelasku


“Terus mas Angga percaya begitu saja?” tanya Clarita dan aku pun mengangguk


“Ya sudah sabar saja Kania. Paling mas Angga cuma emosi sesaat saja. Nanti kalau sudah reda marahnya, coba kalian ngomong baik-baik.” Ucap Clarita


“Hmm...” ucapku singkat


Sementara di tempat lain ternyata mas Angga mengecek CCTV perusahaan dan kampus, sedangkan ayah menyuruh orang untuk menyelidiki siapa dalang dari semua ini.


***********************************


Saat ini, sudah waktunya untuk istirahat. Aku pun ke kantin. Di kantin, masih saja ada yang menggosipkan aku.


“Ya sudahlah.. Mau diapakan lagi. Biarkan saja.” Gumamku sambil mengambil makanan


Namun saat aku hendak mengambil makanan, kakiku tersandung oleh salah satu mahasiswa di sana. Lalu aku pun jatuh tersungkur dan mereka menertawakanku dan mengataiku.


Sesaat setelah itu, datang seseorang yang membantuku berdiri.


“Terimakasih.” Ucapku singkat


“Sama-sama.” Sahutnya


Setelah mendengar suaranya, sepertinya aku mengenalnya.


“Santo?” ucapku terkejut


“Kamu tidak apa-apa, Kania?” tanya santo


“Aku tidak apa-apa.” Ucapku


“Kamu tidak usah dengerkan omongan mereka ya.” Ucap Santo


“Hmm..” jawabku singkat dan langsung pergi meninggalkan dia sendirian


“Hadeuh mas, mau sampai kapan aku harus disiksa seperti ini?” gumamku lirih


Disaat yang bersamaan, mas Angga meneleponku


“Panjang umur nih orang.” Gumamku saat tahu siapa yang telepon.


“Hallo.” Jawabnya


“hmm.. Ada apa?” tanyaku jutex


“Kamu kenapa, sayang?” tanyanya


“Hmm.. Aku habis di bully di kantin.” Jelasku


“Apa?” ucapnya sedikit kencang


“Hadeuh.. Bisa tidak sih kalau tidak teriak. Bisa-bisa aku jadi tuli nih dengar suara mas.” Protesku


“Hehehe... Sori.. Sori..” ucapnya


“Ada apa?” tanyaku yang masih dengan nada jutex


“Eh ini dek, mas mau kasih tahu, kamu bertahan sebentar lagi ya.” Ucapnya


“Sampai kapan? Masalahnya mereka parah sekali kalau lagi ngatain orang.” Ucapku kesal


“Iya.. Iya dek. Sebentar lagi.” Ucap mas Angga


“Kalau sudah tahu, jangan lupa kasih pelajaran ke mereka biar mereka jera.” Pintaku


“Rebes bos.” Sahut mas Angga singkat


Setelah ngobrol beberapa saat, telepon pun aku tutup


“Sebentar.. Sebentar... Dia tidak tahu apa kalau aku sudah tidak tahan diperlakukan kaya’ gini?!” gumamku kesal sambil memakan makananku


Disaat yang bersamaan, datanglah Clarita


“Hai kania? Kenapa kamu kelihatan kucel begini?” tanya Clarita


“Biasa.. Pada kemakan gosip murahan.” Ucapku agak sinis


“Hah ? Maksud kamu gosip murahan apa?” tanya Clarita.


“Sudah tidak apa-apa. Sudah ya, aku ke kelas duluan ya.” Pamitku


“Ya sudah.” Sahutnya


Sebenarnya aku sih malas meladeni Clarita dan juga Santo. Tapi mau apa lagi. Ya sudahlah.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa comen dan likenya..🙏