You're always my mine...

You're always my mine...
Part 10



Hari ini, Aku sudah merasa jauh lebih baik dan aku teringat kalau aku harus membersihkan toilet sebelum jam masuk kantor.


“Gawat, kemarin aku kan tidak masuk kerja. Gimana nih? Gimana kalau aku disuruh traktir semua OB di sana? Uangku kan tidak cukup.” Fikirku yang sedikit panik


Lalu aku pun memutuskan untuk berangkat ke kantor.


“Kamu mau kemana, Kania?” tanya mas Angga yang ternyata sudah ada di depan pintu kamarku


“Aku mau kerja mas.” Jawabku


“Jam segini? Mau ngapain kamu di sana pagi-pagi begini?” selidiknya


“Tidak ngapa-ngapain mas. Cuma pingin berangkat pagi saja.” Jawabku lagi


“Masa’? Bukan untuk membersihkan toilet lagi kan?” sindirnya


“Eh.. Tidak kok mas. Mas ini ada-ada saja. Masa’ iya aku membersihkan toilet. Memangnya aku ini cleaning servis?!” Ucapku menutupi


“Ya sudah, kalau memang kamu di sana tidak ngapa-ngapain, mending nanti berangkatnya bareng mas saja.” Ucapnya


“Tapi mas..” ucapanku terpotong


“Sudah tidak ada tapi-tapian. Pokoknya kamu berangkat bareng mas. Tidak ada bantahan.” Ucap Angga tegas


Aku yang tahu sekali sifat mas ku itu, akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa. Cuma bisa menurutinya saja.


******************************


Setelah sampai di depan kantor. Aku inginnya turun duluan supaya tidak ada yang curiga


“Eh.. Mau kemana?” tanya mas Angga sambil memegang tanganku yang hendak membuka pintu mobil


“Mau turunlah mas. Kan sudah sampai. Lagipula tidak mungkin kan kalau kita masuk bersamaan?” ucapku


“Kenapa tidak mungkin?” tanya Angga yang terlihat sedikit emosi


“Maksud mas apa, ya? Kan sesuai perjanjian kalau aku tidak mau sampai ada orang yang tahu tentang identitasku.” Ucapku coba untuk mengingatkan


“Memangnya hal yang mencurigakan ya kalau ada sekretaris jalan dengan bosnya?” jawab mas Angga ketus


“Ya tidak juga sih? Lagian mas ini kenapa sih. Kok dari tadi bawaannya emosi begitu.” Tanyaku heran


“Tanya saja ma diri kamu sendiri.” Jawab mas Angga singkat sambil keluar dari mobil


“Hah..? Ini perasaanku saja atau mas Angga itu seperti sedang menyimpan sesuatu ya?” gumamku sambil turun dari mobil


“Mas Angga...tunggu aku !!” teriakku sambil berlari mengejar mas Angga


******************************


Namun saat hendak masuk ke toilet, aku bertemu dengan OB yang memaksaku membersihkan toilet


“Maaf mba, bukannya mba yang tempo hari menyuruhku membersihkan toilet ?” tanyaku memastikan


“Iya. Maaf non atas kelakuan saya waktu itu. Saya khilaf dan saya di suruh bu sinta untuk membully non.” Jelasnya


“Lalu sekarang apa yang terjadi ?” tanyaku heran


“Sebenarnya beberapa hari yang lalu, pak Angga memergoki saya sedang marah-marah pada non di telepon. Tapi ternyata hp non ada ditangan Pak Angga. Jadi otomatis pak Angga tahu semuanya.” Jelas OB itu


“Terus..” ucapku


“Terus untungnya pak Angga hanya memberi saya sanksi untuk menggantikan non membersihkan toilet. Tapi dengan satu syarat bahwa saya bisa membuktikan kalau bu Sintalah di balik ini semua.” Jelas OB itu lagi


“Lalu bagaimana dengan bu Sinta?” tanyaku penasaran


“Bu sinta di berhentikan dari pekerjaan saat itu juga.” Jawab OB itu


“Diberhentikan? Maksudnya bu Sinta tidak lagi bekerka di sini? Iya?” tanyaku lagi.


“Iya, non.” Jawabnya


“Oh iya non, kalau memang sudah tidak ada yang mau dibicarakan lagi, saya mau meneruskan pekerjaan saya.” Ucap OB itu


“ Oh iya, mba. Silahkan.” Ucapku sopan.


“Ternyata ini masalah yang membuat mas Angga Bad Mood dari pagi?!” gumamku di depan cermin


“Waduh.. Gawat nih. Aku harus gimana menghadapi mas Angga.” Gumamku lagi..


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa comen dan likenya ya..🙏