You're always my mine...

You're always my mine...
53. akhir yang bahagia (END)



Tak selang berapa lama, akhirnya mas Angga pun tiba.


“Bun, gimana keadaannya Kania?” tanya mas Angga khawatir


“Dia sedang menunggumu di dalam. Dia tidak mau di temani oleh bunda. Dia maunya kamu yang menemani dia di dalam.” Jelas bunda.


“Tapi, bun...” ucapan mas Angga terpotong


"Sudah, tidak ada tapi-tapian. Cepat sana masuk. Kasihan Kania.” Perintah bunda


“Ya sudah deh, bun. Aku masuk dulu.” Ucap mas Angga dan bunda pun mengangguk


Setelah melalui proses melahirkan yang cukup lama, akhirnya buah hati kami pun lahir. Dia seorang bayi mungil perempuan yang sangat cantik sekali.


“Lihat Kania, anak kita cantik sekali.” Ucap mas Angga dengan nada bahagia masih di dalam ruangan bersalin


“Iya mas. Dia cantik.” Sahutku


Tak selang berapa lama kemudian, aku pun dipindahkan ke ruang perawatan


Ternyata di sana sudah ada bunda dan juga ayah yang menunggu kami.


“Kania, selamat ya. Anak kamu cantik sekali kaya kamu.” Ucap bunda


“Ya jelas donk, bun. Siapa dulu donk ayahnya, Angga.” Ucap mas Angga yang membanggakan diri sendiri


“Iya, tidak sia-sia kamu berkorban waktu kemarin saat kania ngidam. Ternyata, semua lelahmu saat itu terbayarkan juga ya dengan kehadiran anakmu ini.” Ucap bunda


“Iya, bund. Bunda benar. Semuanya sudah terbayarkan dengan kehadiran putri kecilku ini.” Ucap mas Angga


“Gimana? Apa kalian sudah menyiapkan nama untuk putri kecil kalian?” tanya ayah


“Sudah, Ayah. Kami sudah mempersiapkan namanya.” Sahut mas Angga


“Kalau boleh tahu, siapa namanya?” tanya bunda penasaran


“Namanya...” ucapan mas Angga terpotong


“Iya, siapa namanya?” tanya ayah yang penasaran banget


“Namanya Vilia, ayah.” Ucap Kania


Tak selang berapa lama, vilia pun dibawa ke ruangan perawatanku


“Sungguh lucunya putri kalian ini.” Ucap ayah


“Iya yah.. Dia cantik. Kulitnya bersih, matanya sipit, hidungnya mancung, bibirnya mungil dan merah.” Jelas bunda menambahkan


“Gimana? Apa setelah ini kalian ingin tambah momongan lagi?” goda ayah


“Hadih ayah.. Yang ini saja baru lahir dan masih berasa perih, masa’ udah ditanya masalah tambah momongan lagi.” Ucapku


“Tahu nih, si ayah. Memang dikiranya tidak sakit kali orang melahirkan tuh.” Ucap bunda sewot


“Iya... Iya.. Bun.. Ayahkan tadi cuma bercanda saja.” Ucap ayah


“Bercanda sih bercanda tapi tidak segitunya juga kali, yah.” Ucap bunda yang masih saja sewot


“Sudah.. Sudah.. Kalian jangan bertengkar lagi. Tidak malu apa sama cucu kalian.” Ucap mas Angga


“Ayahmu tuh.” Ucap bunda dan kami pun tersenyum


Begitulah hari-hari kami. Kehidupan kami pun lengkap dengan kehadiran Villia di tengah-tengah keluarga kami.


**************** END ************


✏️ author...


Author ucapkan banyak terimakasih atas dukungan para pembaca semuanya. Author minta maaf, kalau cerita di novel yang author buat ini tidak semenarik di banding novel yang lainnya. maklum, author masih amatiran dalam menulis dan harus banyak belajar lagi


Author juga minta maaf, karena novel author ini, author buat singkat. Karena author masih harus menyelesaikan novel author yang lainnya.


Sekali lagi author minta maaf dan terimakasih atas dukungannya selama ini...🙏


Author berharap, para pembaca tidak bosan ataupun kapok membaca novel-novel yang author buat.


Kalau ada pembaca yang ingin tahu novel author yang lainnya, bisa kok kepoin di profil author.😉


Author tunggu ya....😙


*The End*