
Setelah beberapa hari dari datangnya polisi mencari ayah, kini polisi itu pun datang lagi.
“Permisi, kami boleh masuk?” tanya polisi itu
“Ya silahkan masuk, pak.” Ucap mas Angga
“Apa pak Galihnya ada?” Tanya polisi itu
“Ayah saya belum datang, pak. Mungkin sebentar lagi. Ada apa ya pak?” tanya mas Angga
“Begini pak Angga, kami dari kepolisian sudah menemukan siapa pelaku dibalik kecelakaan yang menimpa keluarga bapak.” Ucap polisi itu
“Benarkah pak? Kalau boleh saya tahu, siapa orangnya pak?” tanya mas Angga penasaran
“Dia saudari Clarita, pak.” Sahut polisi itu
“Apa? Clarita?” ucap mas Angga terkejut dan tidak habis pikir
“Iya.. Dia Clarita, pak. Dia yang sudah membuat rem mobil bapak sekeluarga menjadi blonk.” Jelas polisi itu
“Tapi apa motifnya pak?” tanya mas Angga yang masih tidak percaya
“Dari penjelasan yang dia akui, sepertinya alasannya karena cinta dan juga ada rasa dendam pada keluarga bapak. Khususnya pada Kania. Katanya, jika dia tidak bisa mendapatkan cinta bapak, maka siapapun juga tidak boleh mendapatkan cinta bapak.” Jelas polisi itu
“Oh begitu. Jadi itu alasannya.” Ucap mas Angga
Ketika sedang berbicara mengenai Clarita, beberapa saat kemudian, Ayah datang bersama bunda
“Permisi pak. Apa ada perkembangan tentang penyelidikan bapak kemarin?” tanya Ayah saat tiba dan bertemu dengan polisi
“Iya pak, kami sudah mengamankan orang yang telah membuat bapak sekeluarga kecelakaan.” Jelas polisi itu
“Benarkah itu, pak?” tanya ayah penasaran
“Iya, pak.” Sahut polisi itu
“Lalu siapa pak orangnya?” tanya ayah lagi
“Dia, Clarita.” Ucap polisi itu
“Clarita? Kok bisa?” ucap ayah heran
“Iya ayah. Clarita pelakunya. Dia melakukan ini semata-mata karena dia ga rela kalau aku dimiliki oleh kania.” Jelad mas Angga
“Ternyata sampai segitunya dia melakukan ini semua. Hanya karena rasa cintanya ke kamu, Angga?!” ucap ayah tidak habis pikir dan mas Angga pun mengangguk
“Lalu apa Kania sudah tahu tentang masalah ini?” tanya ayah
“Belum ayah. Karena dari tadi, Kania sedang tertidur.” Jelas mas Angga
“O ya pak, apa boleh saya melihat Clarita?” tanyaku
“Ya, boleh. Klo emang ingin menjenguk, silahkan.” Ucap polisi itu.
“Makasih, pak.” Sahut mas Angga
“Ayah, aku titip Kania ya. Aku mau melihat Clarita dulu.” Ucap mas Angga
“Ya baiklah. Tapi jangan lama-lama ya. Kasihan kania. Takut mencari kamu.” Ucap ayah
“Iya, ayah. Cuma sebentar saja kok.” Sahut mas Angga
Setelah menitipkanku pada ayah, mas Angga pun pergi bersama polisi itu untuk melihat Clarita
Sesampainya di LP, mas Angga diminta untuk menunggu sebentar. Karena akan di panggilkan.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Clarita pun keluar
“Mas Angga, mau apa mas Angga datang ke sini?” tanya clarita
“Ta, kamu kenapa sampe setega itu terhadap kami?” tanya mas Angga
“Tega? Justru kalian yang tega terhadapku. Khususnya kamu, mas.” Ucap Clarita
“Aku?” tanya mas Angga bingung
“Iya. Semua ini bisa terjadi karena kamu mas. Mas kenapa lebih memilih Kania di banding aku?” tanya Clarita
“Memang ada yang salah ya, kalau aku lebih memilih kania di banding kamu?” tanya mas Angga
“Ya jelas saja salah. Kalian kan saudara. Dia itu sudah cukup dapetin kasih sayang saudara darimu mas. Tapi kenapa malah mas berikan ke dia, kasih sayang yang lebih lagi?! Sedangkan aku? Aku juga mengharapakan kasih sayang dan juga cinta darimu mas.” Jelas Clarita
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa like dan Comentnya ya...🙏