
Tak terasa sudah dua hari setelah kejadian itu, aku pun sudah waktunya untuk berangkat kuliah lagi.
Disaat aku hendak memasuki kelas, terdengar seseorang sedang membicarakan tentang aku
“Hai, itu kan perempuan yang menikah dengan kakaknya sendiri.” Ucap mahasiswi A
“Oh itu dia? Ih tidak tahu malu banget ya, kok nikah ma kakaknya sendiri. Kaya’ sudah tidak ada laki-laki lain saja.” Ucap mahasiswi B
“Mungkin karena tidak laku kali ya?!” ucap mahasiswi A
Aku yang mendengar cibiran mereka, cuma bisa cuek saja. Karena tujuanku kuliah cuma ingin belajar
“Hai Kania..!!” sapa Clarita
“Hai..” sahutku
“Kamu kenapa?” Tanya Clarita
“Oh.. tidak kenapa-napa. Emangnya kenapa?!” tanyaku ganti
“Kok wajah kamu kusut kaya’ benang ruwet.” Ucap Clarita
“Ah biasa saja. Perasaanmu saja kali.” Sahutku
“Oh iya, nanti kamu di jemput ga?” tanya Clarita
“Tidak. Aku tidak di jemput.” Jawabku
“Kok tidak di jemput?” tanya Clarita
“Memang kenapa kalau aku tidak di jemput?” tanyaku balik
“Ya tidak kenapa-kenapa sih.” Sahut Clarita
“Oh..” ucapku singkat
Beberapa jam telah berlalu, aku pun hendak pulang karena terlalu lelah. Namun di perjalanan aku bertemu dengan Santo.
“Hai kania..” sapa Santo
“Mau apa lagi kamu?” ucapku ketus
“Di sapa baik-baik kok kamu malah ketus kaya’ gitu sih?” ucap Santo kesal
“Lha kamu memang mau ngapain hah?” tanyaku yang masih saja dengan nada ketus
“Kania, aku tahu posisiku. Tapi asal kamu tahu saja, aku tidak akan menyerah begitu saja. Aku bakalan rebut kamu dari tangan Angga.” Ucap Santo serius dan langsung pergi
Aku yang mendengar ucapan santo pun hanya bisa diam
Setelah sampai di rumah, aku pun masuk ke dalam kamar. Aku tidak ingin memikirkan apa-apa. Aku hanya lelah dan ingin tidur
“Sayang... Kania sayang..” bisik mas Angga di telingaku
“hmm.. Apa sih? Jangan ganggu ah. Sana. Aku masih mau tidur.” Ucapku
“Woi bangun..!!” teriak mas Angga dan seketika aku langsung duduk karena kaget
“Mas Angga...!!” teriakku setelah sadar kalau itu ulahnya mas Angga
“Kamu ya kalau sudah tidur, susah banget di bangunin.” Ucap mas Angga
“Oh.. Aku terlalu lelah mas. Banyak kejadian di kampus tadi.” Jelasku
“Kejadian?? Kejadian apa?” tanya mas Angga
“Tadi ada beberapa teman kampus yang menggosipkan aku perempuan tidak tahu malu. Terus ada juga yang bilang kalau aku ini perempuan tidak laku. Terus tadi si Clarita juga coba deketin aku dan menanyakan tentang mas. Oh ya satu lagi, si santo juga bilang katanya dia bakal merebut aku dari tangan mas Angga.” Jelasku
“Waduh, memang ada ya kejadian begitu?” ucap mas Angga setengah tidak percaya dan aku cuma bisa mengangguk
“Oleh sebab itu, aku lelah sekali. Ingin tidur.” Ucapku sambil mencoba merebahkan badan lagi
“Eitss... Hadeuh... Jangan tidur lagi. Sudah sore. Sana cepat mandi.” Perintah mas Angga
“Ah males ah.” Ucapku
“Hadeuh.. Kok aku ini bisa suka sama perempuan kaya’ kamu sih?!” gumam mas Angga. Tapi aku masih bisa dengar
“Salah sendiri. Nyesel ya?!” ucapku
“Tidak tuh..” ucap mas Angga yang tiba-tiba langsung peluk aku hingga aku terbaring lagi di tempat tidur
“Mas...!!” teriakku
“Gimana? Mau bangun atau mau lanjut nih?” ucap mas Angga sambil tersenyum licik.
“Iya.. Iya.. Aku bangun. Huh..” ucapku yang membuat mas Angga tertawa dan spontan aku melepar bantal lalu melarikan diri.
“Hai.. “ teriak mas Angga yang tidak aku hiraukan.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa comen dan likenya ya..🙏