You're always my mine...

You're always my mine...
Part 21



Sementara sambil menunggu mas Angga mandi, aku menyiapkan sarapan. Perkara ke kantor atau tidak, itu urusan nanti. Yang penting sarapan dulu


“Dek, kamu lagi ngapain?” tanya mas Angga yang tiba-tiba datang setelah selesai mandi


“Oh ini, ini aku lagi coba siapkan sarapan. Aku tidak tahu apakah rasanya enak seperti masakan bunda atau tidak.” Ucapku


“Sejak kapan kamu belajar masak?” tanya mas Angga heran


“Sejak aku ingin sekali sekolah yang jauh dari rumah.” Jawabku


“Sekolah? Jauh dari rumah?” tanya mas Angga bingung


“Iya. Tadinya aku pingin banget meneruskan sekolah yang jauh dari rumah. Supaya aku bisa ngekos gitu mas.” Jelasku


“Eh tapi malah sekarang mas minta aku kerja di kantor dan jadi istri mas pula.” Gerutuku


“Oh... jadi kamu ingin banget kuliah?! Ya sudah kalau memang begitu, kamu kuliah saja. Nanti masalah kerjaan, aku bisa minta tolong sama pak Jodi supaya carikan aku sektetaris yang baru.” Ucap mas Angga


“Jadi mas mengijinkan aku kuliah dan juga mengijinkan aku untuk tidak kerja lagi?” tanyaku memastikan


“Iya, tapi dengan dua syarat.” Ucap mas Angga


“Syarat? Apa itu?” tanyaku


“Kamu tidak boleh jauh-jauh dari rumah dan juga kamu harus bilang ke aku siapa saja yang jadi teman kamu.” Pinta mas Angga


“Ya ampun mas, kok syaratnya gitu banget sih?” protesku


“Mau tidak? Kalau tidak mau, ya sudah, tidak usah meneruskan sekolah. Gimana?” ucap mas Angga


Setelah mendengar ucapan mas Angga, aku pun terdiam sejenak.


“Ya sudahlah, mas. Ya sudah. Aku penuhi syarat mas itu. Tapi aku juga punya syarat, jangan larang aku berteman dengan siapapun. Ok.” Ucapku


“Ok, asal itu dalam batas wajar. Gimana?” ucapnya


“Ok.” Ucapku setuju


“Jadi kapan aku bisa mulai kuliah?” tanyaku


“Mungkin besok. Sekarang mas akan minta tolong pak Jodi untuk mengurus semua prosedurnya dulu.” Jelas mas Angga dan aku pun mengangguk


Setelah pembicaraan itu, kami pun melanjutkan makan.


******************************


Keesokan harinya adalah hari dimana aku awal kuliah. Banyak orang yang baru yang aku tidak kenal.


“Hai kania..” sapa seseorang yang tak lain adalah Clarita, sahabatku waktu SMU.


“Oh kamu, Clarita. Aku pikir tadi siapa.” Ucapku


“Ih sori.. sori.. aku tidak ada maksud buat melupakan kamu. Hanya saja aku tidak menyangka kalau aku bakalan ketemu orang yang aku kenal di sini.” Ucapku


“Oh begitu. Kalau begitu, yuk kita masuk.” Ajaknya sambil merangkulku dan aku pun mengangguk


Diperjalanan menuju kelas, Clarita menanyakan tentang kabar mas Angga.


“Oh mas Angga, dia baik-baik saja.” Ucapku singkat


“Oh..” ucapnya singkat


Setelah bebarapa saat, kami pun sampai di kelas. Ternyata kelasnya sangat nyaman.


“Kita duduk di sini saja yuk.” Ucapku


“Boleh..!” jawab Clarita


Akhirnya kami pun duduk di tempat yang aku tunjuk tadi dan beberapa saat kemudian, kelas pun dimulai


Setelah semua mata kuliah sudah selesai, aku segera pulang. Namun ternyata Clarita masih saja mengikutiku.


“Kania, kamu pulang sama siapa?” tanyanya


“Oh, aku belum tahu.” Jawabku


“kalau begitu, kita bareng yuk.” Ucap clarita


“Ya sudah.” Jawabku


Namun disaat kami sedang menunggu kendaraan umum, tiba-tiba mas Angga datang menjemputku.


“Kania, masuklah ke dalam mobil.” Pintanya


“Mas, sebelum aku naik, kita ajak Clarita juga ya. Kan searah.” Pintaku


“Ya sudah.” Jawab mas Angga singkat


Terlihat jelas diwajah Clarita, kalau dia sangat-sangat menyukai mas Angga. Tapi aku tidak mau ambil pusing. Karena keputusan ada di tangan mas Angga.


.


.


.


.


Bersambung..


Jangan lupa comen dan likenya..🙏