You're always my mine...

You're always my mine...
Part 22



Sebelum naik mobil, ternyata Clarita memilih untuk duduk di depan dengan mas Angga. Dan aku disuruh duduk di belakang.


“Ya sudahlah..” pikirku dalam hati


Akhirnya mobil pun jalan. Dalam perjalanan, banyak sekali yang ditanyakan oleh Clarita ke mas Angga


“Mas, sekarang mas kerja dimana?” tanyanya


“Oh, mas kerja ikut orang tua.” Jawab mas Angga


“Mas sudah punya pacar?” tanyanya lagi


“Waduh nih anak. Tanyanya ko langsung begitu sih?” gumamku dalam hati sambil melirik ke arah spion tengah mobil dan mas Angga pun melihatku yang lagi melotot.


“Oh itu, mas tidak punya pacar kok. Cuma mas sudah punya orang yang mas cintai.” Ucapnya jujur


“Ya.. Kalau begitu aku tidak punya kesempatan donk.” Ucap Clarita frustasi


“lha memang kamu suka sama mas?” tanya mas Angga pura-pura bodoh


“Iya mas, aku suka sama mas dari SMU.” Jawabnya polos


“Woi, yang di depan. Kamu berdua pada tidak sadar apa kalau aku ada disini?” Protesku


“Dek, kamu cemburu ya?” goda mas Angga sambil tersenyum sekaligus ngenak di aku.


“Ya iyalah, mas. Kalau mas banyak yang suka, nanti aku manja-manja sama siapa lagi?” ucapku jujur tapi hal ini tidak disadari oleh Clarita


“Hahahaha...” Ketawa mas Angga pun lepas


“Mas Angga, gimana?” tanya Clarita tiba-tiba


“Apanya yang gimana Clarita?” ucap mas Angga yang lagi-lagi pura-pura bodoh


“Mas mau kasih aku kesempatan tidak buat buktikan kalau aku sayang sama mas.” Tanyanya


“Maaf Clarita. Dalam hati mas sudah ada satu perempuan yang sangat mas sayangi. Mas tidak bisa kalau disuruh kelain hati.” Ucap mas Angga lembut


“Jadi aku tidak punya kesempatan lagi?” tanyanya


“Maaf Clarita. Mas hanya anggap kamu seperti adik mas sendiri. Mas sungguh minta maaf.” Ucap mas Angga


“Baiklah kalau begitu. Tapi aku boleh tahu tidak siapa perempuan yang sudah merebut hati mas Angga ini?” tanya Clarita


“Belum saatnya diketahui orang banyak. Nanti saja kalau sudah resmi. Mas Angga akan undang kamu.” Ucap mas Angga.


Setelah mendengar ucapan mas Angga, raut wajah Clarita tiba-tiba menjadi sedih.


“Hadeuh mas Angga, masa’ perlu segitunya kamu nolak perempuan demi aku.” Gumamku dalam hati sambil geleng-geleng


“Mas, kita udah sampai di depan rumah Clarita nih.” Ucapku


“Oh iya. Sudah sampai. Ya sudah aku turun duluan ya kania. Sampai ketemu besok.” Ucap clarita


“Iya.” Jawabku singkat


Setelah Clarita turun, aku pun pindah posisi jadi di depan, dekat mas Angga.


“Apanya yang kenapa, mas?” tanyaku bingung


“Masalah tadi. Kamu sepertinya kurang nyaman.” Tebaknya


“Siapa yang tidak nyaman?” ucapku


“Kamu cemburu kan, Kania?” tanya mas Angga


“Tidak.” Jawabku sambil memalingkan wajah


Mas Angga yang melihatku seperti ini, hanya tersenyum.


“Kania.. Kania.. Ini yang buat mas tuh tidak bisa jauh dari kamu.” Ucapnya


“Gombal..” celetukku


Mas Angga yang mendengar celetukan ku barusan hanya geleng-geleng


******************************


Akhirnya sampai juga di rumah. Seperti biasa, aku langsung ke kamar dan meninggalkan Mas Angga yang masuk belakangan.


“Eits.. Mau kemana kamu?” tanya mas Angga yang tiba-tiba mengejarku masuk dan menarik tanganku


“Aku mau ke kamar, mas.” Jawabku


Mendengar jawabanku, mas Angga tanpa pikir panjang akhirnya menggendongku


“Mas, turunkan aku.. Turunkan aku mas. Aku bisa jalan sendiri.” Ucapku sambil meronta-ronta


Namun hal ini tidak juga di hiraukan mas Angga. Sesampainya di kamar, mas Angga langsung merebahkanku di atas kasur.


“Mas.. Mas mau ngapain?” tanyaku


“Menurutmu...?! Ucap mas Angga sambil tersenyum


.


.


.


.


.


.


Bersambung..


Kira-kira apa yang bakalan Angga lakukan ya..


Tunggu kelanjutan kisahnya di next..


Jangan lupa comen dan likenya ya..🙏