
Di perjalanan, aku berpikir, kenapa aku tadi jadi terbawa suasana? Jelas-jelas kan tadi hanya pura-pura.
“Haizz... Kania.. Kania.. Kamu ini bagaimana sih? Kamu sendiri yang ingin adegan seperti ini, tapi kenapa malah kamunya yang emosi?” Gumamku pada diri sendiri
Sesampainya di rumah, aku pun langsung duduk di bangku teras rumah. Dan tak selang berapa lama, mas Angga pun datang
“Kania, kamu tidak apa-apa?” tanya mas Angga khawatir
“Aku tidak apa-apa mas. Memangnya ada apa?” tanyaku
“Kamu tadi itu seperti orang yang serius sedang marah.” Ucap mas Angga
“Gimana aku tidak serius marah mas?! Dia itu ya.. Ke PD an habis. Ingin rasanya aku benar-benar menjatuhkan mereka sejatuh-jatuhnya.” Ucapku penuh emosi dan juga dendam
“Sabar, Kania. Sebentar lagi.. Ya sebentar lagi kita akan membalas mereka.” Ucap mas Angga
“Sekarang kita masuk yuk.” Ajak mas Angga dan aku pun menangguk
Beberapa hari kemudian adalah hari pembalasan yang terakhir buat mereka. Dimana akan ada acara pertemuan seluruh mahasiswa di aula utama.
Di sana akan diadakan klarifikasi tentang hubungan aku dan juga mas Angga yang sebenarnya seperti apa. Ayah dan bunda pun hadir juga. Sementara Clarita dan Santo, walau mereka tahu tentang adanya acara klarifikasi ini, mereka tetap diam seolah-olah ini semua tidak ada hubungannya dengan mereka
“Perhatian untuk semua mahasiswa. Saya mengumpulkan kalian di sini hanya untuk mengklarifikasi tentang gosip yang telah beredar dikalangan mahasiswa tentang hubunganku dengan Kania sebenarnya.” Jelas mas Angga
“Oh jadi kamu ya yang mau menikahi adikmu sendiri gara-gara dia tidak laku?” ucap ketus salah satu mahasiswa itu
“Iya. Akulah orangnya. Tapi di sini aku mau tegasin ke kalian semua yang ada di sini. Aku dan Kania itu bukanlah saudara kandung yang sebenarnya. Kami memang sudah di jodohkan dari kami kecil. Dan kebetulan juga, waktu itu orang tua Kania telah meninggal karena kecalakaan. Jadi dia dirawat dan di besarkan oleh orang tuaku layaknya anak mantunya sendiri.” Jelas mas Angga
“Jadi ternyata, gosip yang beredar selama ini itu tidak benar ya?” ucap mahasiswa yang lainnya
“Iya. Gosip itu tidak benar.” Sahut mas Angga
“Siapa sih yang tega sudah buat gosip kaya begitu?” celetuk salah satu mahasiswa
“Iya.. Siapa sih?! Apa dia tidak tahu efek dari gosip yang dia buat ini?!” Celetuk mahasiswa satunya lagi
“Kita minta maaf ya, Kania. Sudah buat kamu jadi bahan bullyan kami.” Ucap mahasiswa yang lainnya
“Iya tidak apa-apa.” Ucapku
“Mari kita lihat rekamannya..” ucap mas Angga
Sementara saat itu, Santo berada dekat denganku dan Clarita dekat dengan mas Angga
Dan saat rekaman CCTV itu diputar, ternyata...
“Ini.. Ini bukannya Clarita? Sahabatnya Kania? Kok dia tega ya buat gosipin temannya sendiri kaya gini?!” celetuk salah satu mahasiswa
“Iya benar. Tega banget ya?!” celetuk mahasiswa lainnya
“Dan ini masih ada satu lagi rekaman yang akan membuat kalian terkejut. Dengarkan baik-baik.” Ucap mas Angga sambil memutarkan rekaman suara seseorang yang telah mengaku disuruh oleh Santo dan juga Clarita untuk memisahkan kami.
“Mereka tega banget ya. Masa’ buat demi mendapatkan cinta, kalian tega berbuat licik seperti ini?” ucap salah satu mahasiswa
“Mas Angga, maksudnya apa ini semua? Bukannya mas bilang kalau mas mendapat foto-foto itu dari orang yang tidak mas kenal. Tapi kenapa sekarang malah menuduh kami seperti ini?” protes Clarita
“Awalnya aku memang tidak tahu. Tapi akhirnya aku selidiki lagi. Dan ini hasilnya.” Ucap mas Angga
“Tidak mas.. Ini tidak benar. Bukan aku. Ini idenya Santo.” Ucap Clarita
“Kok aku sih, Ta. Kamu tuh yang punya ide licik kaya’ gini.” Ucap Santo yang juga tidak mau di salahkan
“Sudah-sudah.. Tidak usah berdebat lagi. Biar pihak kampus yang akan memutuskan hukuman buat kalian berdua.” Ucap mas Angga
“Tidak.. Aku tidak mau di hukum. Aku tidak salah.” Ucap Clarita
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa comen dan likenya ya...🙏