You're always my mine...

You're always my mine...
Part 39



“Aku sebenarnya menyuruh kamu ke sini itu cuma ingin curhat saja masalah Kania.” Ucap mas Angga


“Curhat masalah Kania? Emang Kania kenapa mas?” tanya Clarita


“Kania selingkuh. Dia jalan sama cowo’ lain.” Jelas mas Angga


“Apa mas? Ah itu tidak mungkin mas. Kania tidak mungkin kaya’ begitu.” Ucap Clarita


“Beneran, Ta, aku tidak bohong. Ini buktinya.” Ucap mas Angga sambil menunjukkan foto-foto itu.


“Ini beneran Kania?” tanya Clarita yang mungkin pura-pura tidak yakin


“Iya beneran. Itu dia. Masa’ kamu tidak bisa ngenalin wajah sahabat kamu sendiri sih?!” ucap mas Angga


“Tapi mana mungkin Kania seperti ini? Memang mas dapat foto-foto ini dari mana sih?” tanya Clarita


“Aku dapat ini tuh karena tempo hari ada yang kirim ke kantorku.” Sahut mas Angga


“Terus mas Angga percaya sama semua ini?” tanya Clarita


“Ya percaya tidak percaya sih. Masalahnya apa-apa itu kalah sama bukti.” Ucap Mas Angga


“Iya juga sih mas. Terus mas mau gimana?” tanya Clarita


“Ya tidak gimana-gimana. Aku sendiri bingung. Rasanya sakit sekali di khianatin sama orang yang kita cintai.” Ucap mas Angga


“Yang sabar, mas. Belum tentu semua ini benar. Iya kan?” ucap Clarita dan mas Angga pun mengangguk


Beberapa hari kemudian, rencanaku dan mas Angga pun bisa dibilang berhasil, karena Clarita dan Santo pun sudah masuk ke dalam perangkap kami


Dan hari ini, aku dan mas Angga pun memulai untuk beradu akting, agar mereka lebih percaya lagi dengan apa yang sebenarnya kita rencanakan


Saat ini, mas Angga sedang berada di cafe dekat kampus bersama Clarita


Aku sengaja datang juga kesana untuk memergoki mereka


“Mas Angga? Jadi begini ya kelakuan mas kalau sedang di luar. Jalan dan janjian sama perempuan lain?” tanyaku berusaha emosi padahal ingin sekali tertawa


“Untuk apa juga aku harus bilang. Soalnya mas kan tidak percaya sama aku.” Ucapku


“Gimana aku harus percaya sama kamu, kamunya tukang selingkuh begini?” ucap mas Angga yang terdengar seperti sungguhan


“Halah mas, tidak usah membalikkan fakta deh. Mas sendiri juga selingkuh kan?! Ini buktinya. Jadi jangan sok suci deh mas.” Ucapku terbawa suasana


“Apa mas tidak mau mengaku? Hah... Ini ni cowo tidak gentle yang tidak mau mengakui kesalahan.” Ucapku


“Dan kamu Clarita, bukannya kamu bilang mau jalan sama gebetan kamu? Jadi ini orang yang kamu bilang gebetan itu hah?” ucapku emosi sambil menunjuk-nunjuk ke arah mas Angga


“Kamu tahu kan kalau cowo’ ini sudah punya istri hah? Tahu kan?” bentakku


“Sorri kania. Bukan maksud aku mau berebut sama kamu, tapi mas Angganya sendiri yang bilang sudah menyesal nikah dengan kamu.” Jelas Clarita ya entah itu beneran ato tidak.


“Oh begitu. Jadi mas Angga menyesal sudah nikah sama aku. Ok. Kalau memang mas Angga menyesal sudah nikah sama aku, tetap saja kamu sebagai perempuan yang punya harga diri, jangan mengikuti omongan yang tidak benar kaya gini donk. Ini apa bedanya sama pelakor hah?” bentakku


“Dan ini untuk kamu mas. Kamu tega sama aku. Kalau kamu memang benar-benar sudah menyesal nikah sama aku, lebih baik kita cerai saja. Biar mas puas bisa sama pelakor ini.” Ucapku tajam dan penuh amarah


Setelah aku mengatakan itu, aku langsung pergi meninggalkan Santo bersama mereka berdua.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa like dan comen nya ya..🙏