You're always my mine...

You're always my mine...
Part 26



“drrt.. drrt.. drrt..” Hpku bergetar


“Hpku mana ya?!” gumamku yang belum sepenuhnya sadar


“Kamu cari ini?” ucap Mas Angga sambil menunjukan hpku


“Mana mas, hpku?” Ucapku agar mas Angga mengembalikan hpku


“Tidak. Kamu hari ini di sini saja. Tidak boleh kemana-mana. Terusin tidur. Ok!” ucap mas Angga


“Tapi mas..” ucapku terpotong


“Ststtst.. Tidak ada tapi-tapian. Kamu harus mendengarkan suami kamu ini. Ok?!” perintah mas Angga


“Ya sudah deh.” Jawabku pasrah


Tak selang berapa lama, hpku bergetar lagi


“Mas, itu hpku bergetar lagi.” Ucapku memberi tahu


“Hallo..” ucap mas Angga


“Hallo.. Ini nomernya Kania kan?” tanya orang yang disebrang telepon yang tak lain adalah Clarita


“Iya benar. Ini siapa dan ada apa ya?” tanya Maa Angga


“Saya temannya Kania, saya mau tanya, apa Kanianya hari ini tidak kuliah?” tanya Clarita


“Sepertinya dia hari ini tidak kuliah. Karena semalam dia habis begadang. Jadi dia sekarang masih tidur.” Jawab Mas Angga


“Oh begitu. O ya, kalau boleh tahu saya bicara dengan siapa ya?” tanya Clarita yang ingin memastikan apa benar ini mas Angga atau bukan


“Oh saya suaminya Kania.” Jawab mas Angga


“Suami? Kapan Kania menikah?” tanya Clarita


“Oh masalah itu, kami menikah sebelum Kania mulai kuliah.” Jawab Mas Angga lagi


“Oh begitu.” Ucap Clarita


“Ada apa Ya? Apa ada Masalah?” tanya Mas Angga


“Oh tidak. Makasih banyak. Salam untuk Kania.” Ucap Clarita


“Iya. Nanti saya sampaikan.” Ucap mas Angga dan teleponpun di tutup.


“Siapa mas?” tanyaku yang sedang bermalas-malasan di sofa.


“Clarita.” Jawab mas Angga singkat


“Terus gimana? Dia tanya tidak yang mengangkat teleponnya siapa?” Tanyaku


“Iya.” Jawan mas Angga singkat


“Terus mas Jawabnya apa?” tanyaku penasaran


“Ya aku jawabnya jujur. Aku suamimu.” Jawab mas Angga jujur sambil mulai mengerjakan pekerjaannya


“Ya Mas.. Nanti aku bakalan diuber sama dia.” Ucapku


“Kenapa takut diuber?! Bilang saja jujur. Selesaikan?!” ucap mas Angga enteng


“Ya mau percaya atau tidak itu urusannya. Tidak usah diambil pusing.” Jawab mas Angga


“Ya sudah deh.” Ucapku pasrah


“Oh ya mas, gimana laporannya?” tanyaku


“Sudah beres.” Ucap mas Angga


“Setelah ini jangan sampai ada kesalahan lagi ya?!” ucapku dan mas Angga pun mengangguk


Setelah mengatakan itu, aku pun mulai tidur lagi. Dan disaat aku tertidur, ternyata ada sekretaris mas Angga masuk ke dalam ruangan mas Angga.


‘tok.. tok.. tok..” pintu di ketuk


“Iya silahkan masuk.” Ucap mas Angga


“Ini pak jadwal Bapak hari ini. Dan ini berkas-berkas yang Bapak minta.” Jelas sekretaris itu


“Iya makasih.” Jawan mas Angga singkat


Setelah memberi laporan harian, sekretaris itu pun keluar. Namun ketika hendak keluar, dia melihatku.


“Siapa perempuan ini? Tidak sopan sekali tidur di ruangan Direktur.” Gumamnya sambil melewatiku


Setelah beberapa saat berlalu, aku pun terbangun dan merasakan tubuhku sudah lumayan segar


“Gimana sayang? Masih mengantuk?” tanya mas Angga


“Tidak kok. Sudah tidak mengantuk.” Jawabku


“Ya sudah, cuci mukamu dulu sana. Setelah itu kita jemput ayah dan bunda.” Ucap mas Angga


“Apa? Ayah dan Bunda mau pulang.” Ucapku


“Iya sayang. Sudah sana buruan cuci mukamu. Kasihan kalau sampai ayah bunda nunggu kita lama.” Ucap mas Angga


“Ya sudah aku cuci muka.” Jawabku sambil hendak ke toilet membersihkan diri di toilet karyawan


“Eh kamu mau kemana?” tanya mas Angga


“Mau ke toilet. Katanya tadi disuruh cuci muka?” ucapku


“Cuci muka di toilet ruangan ini saja. Jangan di luar.” Ucap mas Angga khawatir


Seketika aku heran dan bingung. Tapi setelah dipikir-pikir, ya sudahlah. Lalu aku pun cuci mukanya di toilet yang ada di ruangan mas Angga.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa comen dan likenya ya..🙏