You're always my mine...

You're always my mine...
Part 30



“Mas, kenapa wajahnya? Habis kebakar api ya? Kok merah begitu.” Ledekku


“Tidak usah ngomong kamu, dek.” Ucap mas Angga sewot


“Ye... begitu saja sewot. Mas tidak asyik ah.” Ucapku


“Sini kamu..!” ucap mas Angga yang langsung menarik tanganku


“Mau ngapain, mas?” tanyaku


“Mau ngasih kamu hukuman karena sudah buat aku kebakar kaya’ gini.” Ucap mas Angga


Beberapa saat kemudian, kami sudah berada di kamar.


“Kamu kenapa senang sekali membuat aku seperti ini sih, dek?” ucap mas Angga yang sangat gemas sekali padaku


“Memang seperti apa, mas?” tanyaku pura-pura tidak tahu


“Kamu masih pura-pura tidak tahu ya?!” ucap mas Angga yang sambil mulai mencium lembut diriku


“Mas, jadi mas cemburu dengan Santo?” tanyaku dan seketika mas Angga menghentikan ciumannya lalu duduk di pinggir tempat tidur.


“Dek, jujur, mas cemburu. Mas cemburu pada semua cowok yang dekat denganmu. Dari dulu hingga saat ini, perasaan cemburu mas ini tidak bisa hilang. Bukan karena mas tidak percaya sama kamu. Itu karena mas sangat mencintai kamu dan sangat takut kehilangan kamu.” Jelasnya lirih


Aku yang mendengar ucapan mas Angga tiba-tiba hanya bisa diam terpaku. Entah aku harus bagaimana menghadapi situasi ini, aku tidak tahu


“Sini dek, duduk di pangkuan mas.” Pinta mas Angga sambil menarik tanganku agar duduk di pangkuannya


Aku yang masih diam akhirnya hanya mengikuti tarikan tangannya mas Angga dan duduk di pangkuannya


“Dek, kamu kenapa? Kamu kok diam saja?” tanyanya yang membuatku tersadar dari lamunanku


“Mas, sejak kapan mas punya perasaan seperti ini ke aku?” tanyaku


“Sejak awal kamu tinggal disini.” Jawab mas Angga serius


“Kok bisa mas?! Kan waktu itu mas masih kecil dan aku pun masih bayi. Jadi mana mungkin mas sudah mengenal perasaan itu.” Ucapku


“Ya mungkin kedengarannya tidak mungkin tapi itulah kenyataannya. Jangankan kamu atau orang lain, mas sendiri saja sempat meragukan perasaan mas ini. Tapi pada akhirnya, mas jadi semakin yakin dengan apa yang mas rasakan setelah mas melihatmu dekat dengan cowok lain.” Jelas mas Angga


“Oh begitu. Terus rencana mas apa buat menghadapi Santo yang katanya suka padaku?” tanyaku


“Tidak suka. Gimana mau suka, ketemu saja baru tadi dan kenalnya juga baru tadi.” Jelasku


“Tapi sepertinya dia serius sama kamu, dek.” Ucap mas Angga


“Entahlah, mas. Padahal tadi sudah aku tolak tapi alhasil, mas tadikan dengar sendiri dia ngomong apa?!” ucapku


“Mas sih tidak apa-apa kamu berteman dengan siapa saja. Asalkan jika kamu tidak suka, lebih baik jangan diberikan harapan palsu. Nanti itu bisa buat kamu dalam masalah.” Ucap mas Angga


“Lha kalau kaya’ si Santo begitu gimana? Aku kan sudah bilang aku tidak bisa, tapi dianya tetap maksa kaya’ gitu.” Ucapku


“Ya cara satu-satunya kita mengakui saja hubungan kita ini. Gimana?” Ucap mas Angga


“Entahlah mas. Aku tidak tahu. Masalahnya semua yang terjadi beberapa hari belakangan ini terlalu mendadak.” Ucapku


“Iya juga sih. Maafkan mas ya, dek.” Ucap mas Angga


“Iya mas.” Jawabku


“Oh ya mas, bukannya tadi mas bilang kalau ada hal yang mau ayah omongin ke kita.” Ucapku lagi yang tiba-tiba ingat


“Oh iya ya. Mas hampir saja lupa.” Ucap Mas Angga


“Kira-kira apa ya mas?” tanyaku


“Entahlah, dek.” Jawab mas Angga


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa comen dan likenya ya..🙏