You're always my mine...

You're always my mine...
Part 49



Setelah melakukan beberapa kali terapi, sedikit demi sedikit kakiku sudah mulai bisa digerakkan. Walau masih belum bisa di pakai untuk berjalan.


“Terapi hari ini saya rasa cukup dulu. Dipertemuan selanjutnya akan di lanjutkan dengan latihan berdiri.” Jelas dokter itu


“Iya, Dok. Terimakasih.” Ucap mas Angga


“Oh ya, tapi di rumah juga harus tetap dilatih pelan-pelan ya. Supaya kakinya menjadi lebih terbiasa lagi untuk digerakkan.” Ucap dokter itu lagi mengingatkan


“Baik, Dok.” Ucap mas Angga


Setelah menyelesaikan terapi hari ini, aku tiba-tiba merasa lelah.


“Mas, aku kok lelah sekali ya. Kaya’ habis kerja yang sangat berat sekali.” Ucapku


“Ya wajarlah. Kamu kan tadi baru berusaha menggerakkan kakimu.” Ucap mas Angga


“Oh begitu ya, mas?!” ucapku dan mas Angga pun mengangguk


Tak selang berapa lama, aku pun tertidur sampai di rumah.


“Sayang bangun. Sudah sampai di rumah.” Ucap mas Angga membangunkanku tapi aku masih belum juga bangun


Ketika aku masih saja tertidur walau sudah di bangunkan, akhirnya mas Angga menggendongku ke dalam


“Kania kenapa Angga?” tanya bunda ketika mas Angga sudah sampai di dalam rumah


“Kania tidak apa-apa, bun. Dia hari ini hanya kelelahan saja. Jadi dia tertidur.” Jelas mas Angga


“Oh syukurlah. Bunda kira kenapa?! Ya sudah tidurkan dia di dalam kamar.” Ucap bunda


“Baik, bun.” Sahut mas Angga


Saat aku terbangun dan mau ke kamar mandi, aku secara tidak sengaja menggerakan kakiku dan turun dari tempat tidur. Sementara saat itu, tidak ada satu orang pun yang menemaniku


“Ya ampun. Syukurlah akhirnya aku bisa jalan.” Ucapku bahagia


“Ah.. Lebih baik aku kasih kejutan saja buat mereka.” Gumamku yang kemudian kembali ke tempat tidur.


Setelah beberapa saat kemudian, mas Angga masuk ke dalam kamar


“Kania, kamu sudah dari tadi bangun?” tanya mas Angga


“Iya, mas.” Sahutku singkat


“Kamu sekarang ingin apa?” tanya mas Angga


“Aku tidak ingin apa-apa, mas. Cuma ingin keluar saja. Engap kalau ada di dalam kamar terus.” Jelasku


“Nah, sekarang kamu mau kemana?” tanya mas Angga


“Aku mau keluar saja mas. Jalan-jalan di halaman samping rumah.” Sahutku


“Oh ya sudah kalau begitu.” Ucap mas Angga sambil mendorongku


Sesampainya di halaman samping, aku minta di tinggal sendirian saja.


“Kamu kenapa sayang tidak mau ditemani?” tanya mas Angga bingung


“Bukan aku tidak mau di temani, tapi aku mau mas memanggilkan ayah dan juga bunda untuk datang ke sini.” Ucapku


“Memang mau ada apa kamu menyuruh mereka ke sini?” tanya mas Angga bingung


“Sudah. Panggilkan saja dulu. Nanti mas juga bakalan tahu sendiri.” Ucapku


“O ya sudah kalau begitu. Aku panggilkan ayah dan bunda dulu kalau begitu.” Ucap mas Angga dan aku pun mengangguk


Tak selang berapa lama kemudian, akhirnya ayah dan juga bunda datang.


“Ada apa sayang, kamu menyuruh kami semua ke sini?” tanya bunda heran


“Ayah, Bunda, dan mas Angga. Ada sesuatu yang mau aku perlihatkan ke kalian.” Ucapku


“Apa itu?” tanya ayah penasaran


“Kalian bertiga tetap berdiri di sana ya. Agak jauh dari aku.” Pintaku yang kemudian berusaha menggerakkan kakiku pelan-pelan lalu mencoba berdiri dan berjalan


“Kania, sayang, kamu sudah bisa jalan?” ucap bunda terkejut dan aku pun mengangguk


“Oh syukurlah. Selamat ya, sayang.” Ucap bunda lagi sambil memeluk tubuhku.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa like dan comentnya...🙏