
“Kania, bagaimana bisa? Kan saat terapi saja belum sampai ke latihan berdiri. Trus kenapa bisa, tahu-tahu kamu sudah bisa jalan kaya begini?!” tanya mas Angga tidak percaya
“Ya mau tidak percaya juga ini buktinya.” Ucapku
“Iya juga sih. Tapi kita tetap masih harus konsultasikan masalah ini dulu dengan dokter terapi kamu. Supaya lebih memastikan lagi kalau kamu memang sudah benar-benar sembuh.” Ucap mas Angga
“Iya mas. Lusa kita tanya dan memastikannya ke Dokter.” Ucapku
***********************************
Dua hari kemudian, tibalah jadwal terapiku. Aku sudah tidak sabar ingin menanyakan tentang kejelasan keadaanku ini.
Walau aku sudah bisa berjalan, tapi Ayah, bunda dan juga mas Angga, melarangku untuk berjalan dulu. Karena belum yakin 100%.
Sementara itu, aku masih harus menggunakan kursi roda untuk aktifitasku.
Sesampainya di rumah sakit, aku langsung ke ruangan terapi. Dan dokter di sana terkejut melihatku yang ternyata sudah bisa berjalan.
“Wow.. Amazing.. Ternyata perkembangan mba Kania sangat pesat ya?!” ucap Dokter itu
“Jangankan Dokter, saya sendiri juga heran tahu-tahu kaki ini seperti ringan sekali dan mudah di gerakkan.” Ucapku
“Oh begitu.” Sahut Dokter singkat
“Apa ini tidak apa-apa Dok seperti ini?” tanyaku
“Ya tentu saja tidak apa-apa. Tapi kalau bisa, di awal-awal seperti ini, ada baiknya jika kaki mba Kania jangan terlalu lama di pakai berjalan.” Ucap Dokter itu mengingatkan
“Iya baiklah, Dok. Lalu apa untuk pertemuan selanjutnya, saya masih harus tetap datang?” tanyaku
“Ya. Mba Kania tetap harus datang untuk lebih memastikan keadaan kaki mba Kania sudah pulih.” Jelas Dokter itu
“Oh baiklah kalo begitu, Dok.” Sahutku
Setelah menjalankan terapi hari ini, akhirnya kamipun pulang.
***********************************
Dua minggu sudah berlalu sejak aku bisa berjalan lagi. Kini aku sudah sepenuhnya pulih dan kakiku sudah bisa ku gunakan dengan bebas tanpa takut sakit lagi.
Pagi ini, entah kenapa tiba-tiba aku merasa mual. Mungkin karena beberapa hari ini aku tidak nafsu makan jadi perutku kosong dan masuk angin
Lalu aku putuskan untuk periksa ke Dokter diantar oleh mas Angga
“Mba Kania, apakah bulan ini mba Kania sudah datang bulan?” tanya dokter itu.
“Hmm bulan ini ya?! Rasanya belum, Dok. Emang ada apa ya?” tanyaku bingung
Aku pun pergi ke toilet. Lalu beberapa saat kemudian, aku pun kembali ke ruangan dokter itu
“Ini Dok, hasilnya.” Ucapku sambil menyerahkan hasil testpack itu
“Gimana Dok keadaan istri saya?” tanya mas Angga yang bingung melihatku dan dokter yang sama-sama tersenyum
“Pak, begini. Selamat. Istri bapak positif hamil. Perkiraan umurnya itu memasuki tiga minggu.” Jelas Dokter itu
“Wah.. Jadi istri saya sedang hamil ya, Dok?” tanya mas Angga yang lebih memastikannya lagi
“Iya, pak.” Sahut Dokter itu sambil tersenyum
“Kania, aku akan jadi seorang ayah.” Ucap mas Angga bahagia
“Iya, mas.” Sahutku singkat
“Makasih ya, sayang.” Ucap mas Angga dan aku pun mengangguk
“Ini saya kasih obat vitamin. Mba kania jangan sampai lupa diminum ya. banyak istirahat dan jangan terlalu stres.” Ucap Dokter itu mengingatkan
“Iya, Dok. Makasih.” Ucap mas Angga
“Iya sama-sama.” Sahut Dokter itu dan kami pun pulang.
“Mas, kira-kira ayah dan bunda bakalan gimana ya kalau sampai tahu aku lagi hamil?” ucapku diperjalanan
“Mungkin senang dan bahagia karena mereka sebentar lagi akan punya cucu.” Jawab mas Angga
“Benar juga ya, mas. Jadi tidak sabar ingin cepet sampe di rumah.” Ucapku sambil tersenyum
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa like dan coment nya ya...🙏